May 25, 2020

Pembahasan Hukum Sihir Adalah Kafir dan Pelakunya Wajib Dibunuh

Bagi sebagian orang tidak percaya bahwa sihir itu ada. Dan bagi yang pernah merasakannya akan yakin dan percaya bahwa sihir itu ada. Makanya yuk simak Pembahasan Hukum Sihir Adalah Kafir dan Pelakunya Wajib Dibunuh, referensi dari beberapa sumber.


Pembahasan Hukum Sihir Adalah Kafir dan Pelakunya Wajib Dibunuh

Jaman sekarangpun dunia sihir sudah bukan rahasia umum lagi.

Dunia sihir dan perdukunan telah tersebar di tengah-tengah masyarakat, mulai dari masyarakat desa hingga menjamah ke daerah kota. Mulai dari sihir pelet, santet, dan “aji-aji” lainnya.

Makanya bukan rahasia umum banyak orang yang percaya kepada adanya sihir kemudian membentengi diri dari gangguannya. Para pebisnis, pejabat dan calon pejabat, menjelang pilkada dll biasanya marak yang beginian. Mereka memakai berbagai cara untuk menangkal sihir Mulai dengan,
  • Memakai pegangan
  • Senjata klenik
  • Rajah-rajah
  • Juga dengan rutin membaca ayat anti sihir

Dan sebagai muslim diharamkan memakai alat klenik untuk membentengi sihir, namun cukup dengan banyak berdzikir dan meminta perlindungan Allah swt.

Banyak manusia penuh hasad, iri dan dengki yang memanfaatkan tukang sihir untuk memporak porandakan kehidupan si korban. Cukup membayar tukang sihir dengan mahar yang terjangkau maka sudah cukup untuk menghancurkan kehidupan korban. Naudzubillah deh...

Yuk simak Pembahasan Hukum Sihir Adalah Kafir dan Pelakunya Wajib Dibunuh.

Dalam sumber disini ditulis tentang makna sihir sbb:

Sihir dalam bahasa Arab tersusun dari huruf ر, ح, س (siin, kha, dan ra), yang secara bahasa bermakna segala sesuatu yang sebabnya nampak samar. Oleh karenanya kita mengenal istilah ‘waktu sahur’ yang memiliki akar kata yang sama, yaitu siin, kha dan ra, yang artinya waktu ketika segala sesuatu nampak samar dan “remang-remang”.

Seorang pakar bahasa, Al Azhari mengatakan, “Akar kata sihir maknanya adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya. Maka ketika ada seorang menampakkan keburukan dengan tampilan kebaikan dan menampilkan sesuatu dalam tampilan yang tidak senyatanya maka dikatakan dia telah menyihir sesuatu”.

Dalam sumber disini ditulis tentang makna sihir sbb:

Menurut bahasa (etimologi), sihir berarti sesuatu yang halus dan tersembunyi.

Sedangkan menurut syar’i (terminologi) sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Muhammad ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi (wafat th. 620 H) rahimahullah, ia berkata: “Sihir adalah jimat-jimat, jampi-jampi, mantera-mantera dan buhul-buhul (yang ditiup) yang dapat berpengaruh pada hati, akal dan badan. Maka sihir dapat menyakiti, membunuh dan memisahkan suami dengan istrinya, membuat orang saling membenci, atau membuat dua orang saling mencintai.”

Sihir adalah tipu daya syaithan melalui walinya (tukang sihir, dukun, paranormal, orang pintar, dan lain-lain). Sihir mempunyai hakikat dan pengaruh, karena itu kita diperintahkan berlindung kepada Allah dari pengaruh sihir. Sihir, guna-guna dan lainnya tidak akan mengenai seseorang kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sihir adalah dosa besar yang membinasakan seseorang di dunia dan akhirat. Tukang sihir tidak akan bahagia di mana saja ia berada dan tidak akan tenang hidupnya selama-lamanya.


Metamorfosis Tukang Sihir/ Dukun Menjadi Seperti Ustadz

Jaman semakin maju. Kalau dahulu tukang sihir bisa mudah ditebak dan dibedakan. Baik dari pakaiannya, jopa japunya, sarana dan prasaranya. Semua mudah ditebak.

Misalnya pakai kemenyan, baju hitam, pake keris, pakai sesajen, pakai buhul, boneka dan semacamnya.

Namun jaman sekarang tukang sihir bermetamorfosis sehingga sulit dibedakan. Sulit membedakan antara dukun, paranormal, tukang sihir, kyai dan ustadz.

Karena seringkali baju luarnya sama. Sama-sama pakai kopiah atau pakai surban. Sama-sama pakai baju putih. Pakai rajah bahasa arab. Pakai bau-bau islam.

Karena seperti demikian perwujudannya sehingga susah dibedakan khususnya oleh orang awam. Orang awam menyebut dukun sebagai orang pintar. Padahal mereka adalah dukun dan tukang sihir. Waspadalah.

Intinya jika anda meminta jasa mereka untuk menghancurkan kehidupan seseorang maka bisa dipastikan itulah sihir. Dukun yang bermetamorfosis seperti ustadz itulah tukang sihir jaman sekarang. Harus jeli ya?

Lagian mana ada seorang ustadz meminta imbalan uang katanya buat mahar. Kemudian dengannya ditujukan untuk menghancurkan kehidupan seseorang? Ada ustadz seperti itu? Mereka bukan ustadz tapi dukun yang menyamar sebagai ustadz supaya tempat prakteknya laris.

Sekali lagi harus jeli..


Hukum Sihir dan Pelaku Sihir Adalah Kafir dan Harus di Bunuh

Bagaimana hukum main-main dengan sihir. dalam sumber disini ditulis sbb:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dari kalian tujuh perkara yang membinasakan!” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apakah tujuh perkara tersebut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “menyekutukan Allah, sihir, membunuh seorang yang Allah haramkan untuk dibunuh, kecuali dengan alasan yang dibenarkan syariat, mengkonsumsi riba, memakan harta anak yatim, kabur ketika di medan perang, dan menuduh perempuan baik-baik dengan tuduhan zina” (HR. Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)

Artinya jika anda main-main dengan sihir maka cepat atau lambat akan balik MEMBINASAKANMU. (red)

Dan dalam sumber yang sama dijelaskan tentang kafirnya pelaku sihir sbb:

Allah swt berfirman.

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang Malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” [Al-Baqarah: 102]

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berdalil dengan ayat di atas untuk menegaskan bahwa orang yang mempraktekkan ilmu sihir, maka dia telah kafir. Karena tidaklah para syaitan mengajarkan sihir kepada manusia melainkan dengan tujuan agar manusia menyekutukan Allah ta’ala.

Sementara dalam sumber disini disebutkan status tukang sihir juga KAFIR.

Sihir yang dihukumi kafir yaitu jika ada di dalamnya meminta pertolongan pada setan. Karena ketika itu tukang sihir melakukan amalan sebagai bentuk pengabdian atau ibadah pada setan.

Artinya kalau statusnya KAFIR dan sampai meninggal dunia tetap dalam kekafiran maka ia akan masuk neraka selama-lamanya. (red)

Apa hukuman Hukuman Bagi Tukang Sihir, khususnya di wilayah yang menerapkan syariat Islam?

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah suatu ketika, di akhir kekhalifahan beliau, mengirimkan surat kepada para gubernur, sebagaimana yang dikatakan oleh Bajalah bin ‘Abadah radhiyallahu ‘anhu, “Umar bin Khattab menulis surat (yang berbunyi): ‘Hendaklah kalian (para pemerintah gubernur) membunuh para tukang sihir, baik laki-laki ataupun perempuan’”

Dalam kisah Umar radhiyallahu ‘anhu di atas memberikan pelajaran bagi kita, bahwa hukuman bagi tukang sihir dan ‘antek-antek’-nya adalah hukuman mati. Terlebih lagi terdapat sebuah riwayat, meskipun riwayat tersebut diperselisihkan oleh para ulama tentang status ke-shahihan-nya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang”

Dalam sumber disini juga diterangkan hukuman bagi pelaku sihir adalah dibunuh dengan ditebas memakai pedang.

Pendapat yang lebih tepat, tukang sihir itu dibunuh secara mutlak, baik bentuk sihirnya dihukumi kafir atau hanya dosa besar.

Ada beberapa riwayat yang mendukung pendapat ini.

Dari Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang” (HR. Tirmidzi no. 1460, yang tepat hadits ini mauquf, hanya perkataan Jundub sebagaimana diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dengan sanad yang shahih).

Dalam sumber disini ditulis hukuman pelaku sihir adalah hukuman MATI.

...Dikatakan oleh Imam Abu Hanifah bahwa tukang sihir itu harus dibunuh, hal ini bila diketahui bahwa ia benar-benar melakukannya (sebagai tukang sihir) baik menurut pengakuannya sendiri, ataupun dari beberapa saksi yang menyatakan bahwa dia adalah tukang sihir, dengan mengemukakan sifat-sifat yang menunjukkan identitasnya sebagai bukti bahwa dia benar-benar tukang sihir. Tukang sihir yang mengikrarkan bahwa dirinya telah bertaubat dan tidak akan melakukan perbuatan sihir itu tidak dapat diterima, sehingga dia harus dijatuhi hukuman atau sanksi. Tetapi kalau dia mengaku pernah mempraktekan sihirnya hanya sekali saja, kemudian ia meninggalkannya bertahun-tahun lamanya, maka pernyataan dan pengakuannya itu dapat diterima sehingga tidak boleh dibunuh.

Bunuhlah semua tukang sihir pria maupun wanita. Maka para sahabat pernah membunuh tiga orang ahli sihir.

Pengaruh sihir tidak hanya mengenai pada orang-orang biasa. Namun Rasulullah Saw pun pernah terkena sihir. Barangkali karena itulah sehingga ada perintah untuk membunuh semua tukang sihir baik pria maupun wanita. Dan mungkin karena hal itulah sehingga Abu Hanifah sangat membenci tukang sihir dengan segala prakteknya. Rasulullah memang pernah disihir oleh orang Yahudi. Akibat dari pengaruh sihir tersebut maka tubuh Rasulullah terasa sakit.

Artinya mayoritas ulama menghukumi pelaku sihir dengan HUKUMAN MATI.

Yang melaksanakan hukum tersebut adalah pemerintah Islam setelah melalui proses pengadilan.


Hukum Meminta Tolong Kepada Dukun/ Tukang Sihir

Dalam sumber disini ditulis sbb:

“Bukan termasuk golongan kami orang yang mengaitkan kesialannya pada burung (atau benda lainnya), melakukan perdukunan atau meminta didukuni, menyihir atau minta disihirkan untuknya. Dan barangsiapa datang kepada dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. al-Bazzar dengan sanad yang baik).

Dalam hadist diatas jelas bahwa meminta jasa SIHIR maka ia telah KAFIR kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam hadis-hadis tersebut berisi larangan mendatangi para peramal, dukun, penyihir, dan sejenisnya, bertanya dan mempercayai mereka, serta ancaman terhadap hal itu.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang mendatangi dukun, bertanya kepada mereka dan mempercayai mereka, karena dalam permasalahan ini berisikan kemungkaran yang besar, bahaya yang besar, akibat yang buruk, dan karena mereka adalah pendusta lagi pembuat dosa.

Jika sudah terlanjur meminta jasa tukang sihir/ dukun untuk mencelakakan kehidupan orang lain apa yang harus dilakukan?

Wallahu A'lam. Paling tidak segeralah meminta maaf kepada korban. Kasihan hidup korban yang hancur karena sihir. Berharaplah dan mengibalah supaya korban memaafkan anda, meskipun itu biasanya sangat sulit.

Lalu bagaimana dengan budaya berobat untuk kesembuhan melalui dukun? Hanya berobat bukan untuk mencelakakan orang lain.

Wallahu A'lam. Saran saya segeralah bertaubat. Dan cari jalan kesembuhan yang sesuai dengan syariat Islam.

Disini sekali lagi saya tegaskan meminta jasa tukang sihir hukumnya sesuai sumber diatas adalah KAFIR. Wallahu A'lam


Kesimpulan

Dari tulisan diatas dapat disimpulkan berdasarkan kesimpulan kami sbb:

Dari berbagai dasar yang telah dikemukakan diatas maka sampailah kita pada suatu kesimpulan bahwa sesungguhnya para ulama sepakat untuk menghukumi sihir itu haram dilakukan. Barangsiapa yang melakukan atau mempraktekan ilmu-ilmu sihir maka ia termasuk dari golongan setan. Sudah pasti, mereka akan bersekutu dengan setan dan melakukan ajarannya. Setan adalah makhluk yang kafir, maka barangsiapa yang mengikuti setan maka dia termasuk kafir.

Status pelaku SIHIR (baik dukun maupun orang yang meminta jasa dukun=red) adalah KAFIR.

Hukumannya (khususnya tukang sihir) adalah DIBUNUH dengan cara ditebas lehernya dengan pedang.

Jika pelaku sihir tidak tinggal di daerah dengan hukum syariat islam bagaimana?

Tentu pemerintah tidak akan membunuhnya. Karena tidak ada undang-undang sihir. Namun sudah pasti para pelaku SIHIR baik dukun atau orang yang meminta jasa dukun hidupnya tidak akan pernah tenang selama-lamanya. Hidupnya akan dihantui rasa bersalah. Hidupnya akan dipenuhi dengan bencana dan kehancuran di dunia. Dan di akherat karena statusnya KAFIR akan masuk neraka abadi selama-lamanya.

Saya doakan bagi para pelaku sihir semoga hancur binasa dunia akherat...

Semoga Allah swt melindungi kita dan keluarga kita dari kejahatan sihir dan tukang sihir serta dari kejahatan ilmu hitam seperti santet, guna-guna, gendam, teluh dan semacamnya.

Wallahu A'lam


Sumber:

https://almanhaj.or.id/
https://www.islampos.com/
https://rumaysho.com/
https://muslim.or.id/
https://konsultasisyariah.com/

Demikian Pembahasan Hukum Sihir Adalah Kafir dan Pelakunya Wajib Dibunuh. Semoga bermanfaat. Bagikan artikel Pembahasan Hukum Sihir Adalah Kafir dan Pelakunya Wajib Dibunuh, ini ke teman anda ya?




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment