Jan 24, 2020

Waspadalah NARASI Yahudi & Nasrani untuk Umat Islam

Hari ini saya mendengarkan khutbah jumat. Satu kata yang terus terngiang-ngiang adalah NARASI. Makanya saya langsung bikin artikelnya. Berjudul Waspadalah NARASI Yahudi & Nasrani untuk Umat Islam. Semoga mencerahkan.


Waspadalah NARASI Yahudi & Nasrani untuk Umat Islam

NARASI

Inspirasi khutbah Jumat

NARASI, apa itu narasi. Narasi itu seperti arah kenderungan. Tujuannya mau ke sini atau mau ke sana, meskipun tidak langsung ke sasaran.

Kadang dibelak-belokin dulu, biar nggak begitu ketahuan kalau NARASI nya ingin melakukan sesuatu. Sebab kalau langsung ke sasaran bisa2 tujuannya nggak kecapai dan berbahaya.

Misalnya:

"Memuji-muji teman anda, membaik-baiki ternyata tujuannya pengin ngutang". :)

"Membuat NARASI atau status di media sosial, baik personal maupun organisasi dengan tujuan tertentu"

Dan masih banyak contoh lainnya. Istilahnya atau bahasanya ada udang dibalik batu.

Bagi orang yang pemikirannya sudah waskita, ilmunya sudah dalam, pengetahuannya luas biasanya akan bisa segera mengetahui arah NARASI seseorang. Mudah menebak udang yang berada di balik batu.

Ada sebuah ayat yang viral beberapa waktu lalu

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain...." (QS Al Maidah: 51)

Dalam khutbah siang ini disampaikan, janganlah kamu mengambil mereka (Yahudi, Nasrani) sebagai teman dekat atau teman akrab. Bertemanlah biasa saja namun jangan membocorkan aib dan rahasiamu kepada mereka. Jangan curhat kepada mereka. Cukup lakum dinukum waliyadin.

Mengapa demikian?

Yang jelas karena perintah Allah demikian. Mereka punya NARASI yang jelas. Yaitu ingin menghancurkan mu. Bukan saya yang bilang tetapi Al Qur'an mengatakan demikian.

Mereka sepertinya baik banget. Sering datang ke rumah kasih ini dan kasih itu. Mereka akan bilang "Wah muslim memang baik, joss gandoss". Namun ketika mereka balik kepada golongannya mereka gigit jari karena kesal.

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.” (QS Al Baqarah: 14)

Dan saat ini NARASI mereka secara global semakin jelas. Semakin menyudutkan islam dengan narasi-narasi yang mudah ditebak. Krimininalisasi, radikalisasi, teroris dan masih banyak lagi.

Dalam NARASI mereka ada kebencian meski kadang tidak terang-terangan. Dan dalam hati mereka lebih besar lagi kebenciannya kepada muslim.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran: 118)

Beberapa puluh tahun yang lalu Yasser Arafat memilih politik diplomasi. Dan dengan segala NARASI nya Israel (Yahudi) menyetujui palestina merdeka dengan syarat palestina mengakui negara Israel. Apa yang terjadi kemudian? Setelah Yasser Arafat tanda tangan, sampai saat ini dan sampai kiamat pun Israel tidak akan pernah mengakui kemerdekaan palestina.

Sahabat..

Jadi dengan segala NARASI nya tujuan mereka hanya 1 yaitu menghancurkan umat islam, tidak ada yang lain. Sejarah dan dendam kesumat menjalar dalam tubuh mereka sampai kiamat, karena Allah swt lebih memilih umat Muhammad saw dibanding dengan Umat Israil (Yahudi). Dengki abadi.

Oleh karenanya mereka melakukan segala daya upaya agar bisa menghancurkan umat ini. Dan dengan segala NARASI nya mereka akan menjauhkan umat dari ruh iman. Dikit-dikit radikal. Dikit2 radikal, itu salah satu NARASI mereka.

Tujuannya agar supaya ruh iman, ruh jihad nya tidak muncul. Sehingga pada saatnya nanti akan mudah merubuhkan dan menghancurkan umat semudah-mudahnya. Seperti pepatah jawa, "Koyo mijet wohing ranti". Artinya sangat mudah.

Karena kalau ruh jihad umat islam muncul ke permukaan, maka bisa jadi bencana besar. Itu yang paling ditakuti orang-orang kafir.

Amerika sebagai wakil Israel, dan China sebagai wakil komunis sekarang menguasai dunia. Namun tahukah anda dalam sejarahnya China pernah dijajah jepang? Kemudian pada perang dunia ke 2 jepang di kalahkan sekutu.

Namun pada perang kemerdekaan Sekutu dan bala tentaranya dikalahkan oleh Arek-Arek suroboyo dalam perang surabaya 10 November 1945. Hanya bersenjatakan seadanya, semisal pisau, kayu dan bambu runcing pasukan sekutu berhasil diusir keluar Indonesia.

Kalau begitu siapa yang lebih hebat? Jepang, China, Amerika atau Sekutu? Yang lebih hebat adalah kita umat muslim ketika "ruh"  jihad sudah menggelora.

Yang paling hebat adalah "Anda"

Apa sebenarnya senjata tersembunyi yang bisa meluluh lantakkan tentara sekutu? Senjatanya adalah "TAKBIR"

Cukup 1 kata yaitu pekikan "Allahu Akbar"

1 kata yang bisa memerdekakan Indonesia.

Makanya kemudian dengan segala narasinya, siapapun yang memekikkan takbir di anggap RADIKAL..

Inspirasi Khutbah Jumat Drs Ahmad Sobirin.

Wallahu A'lam
Adhin Busro AlHafiz

Demkian Waspadalah NARASI Yahudi & Nasrani untuk Umat Islam. Semoga bermanfaat.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment