Dec 22, 2019

Allah Sesuai Prasangka Hamba_Nya, Ini Analogi Memahaminya

Pernah mendengar hadist Qudsy bunyinya begini, "Aku seperti prasangka hamba_Ku kepada_Ku"?. Saya yakin pernah. Yuk simak Allah Sesuai Prasangka Hamba_Nya, Ini Analogi Memahaminya. Semoga artikel singkat ini bermanfaat.


Allah Sesuai Prasangka Hamba_Nya, Ini Analogi Memahaminya

Dari beberapa sumber ditulis sbb:

Allah Sesuai Prasangka Hamba_Nya, Ini Analogi Memahaminya. Dalam sebuah hadist Qudsy begini bunyi lengkapnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
Mengenai makna hadits di atas, Al Qodhi ‘Iyadh berkata, “Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya” (Syarh Muslim, 17: 2).

“Husnuzhan (berprasangka baik) kepada Allah adalah seseorang ketika beramal shalih ia berprasangka baik kepada Rabb-nya bahwa Ia akan menerima amalannya tersebut. Jika ia berdoa kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, ia berprasangka baik kepada Allah bahwa Ia akan menerima doanya dan mengabulkannya.

Jika ia melakukan dosa, kemudian bertaubat kepada Allah, dan menyesali perbuatannya tersebut, ia berprasangka baik kepada Allah bahwa Ia akan menerima taubatnya.

Jika Allah menetapkan musibah baginya, ia berprasangka baik kepada Allah Jalla Wa ‘Ala bahwa dibalik musibah tersebut ada hikmah yang agung. Ia berprasangka baik kepada Allah dalam semua takdir yang Allah tetapkan baginya, dan dalam semua aturan syariat yang Allah Ta’ala tetapkan melalui lisan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa itu semua baik dan merupakan maslahah bagi semua makhluk.

Walaupun sebagian orang tidak mengetahui apa maslahah-nya, serta tidak memahami apa hikmah dari apa yang disyariatkan tersebut. Namun wajib bagi kita semua untuk berserah diri terhadap ketetapan Allah Ta’ala baik yang berupak takdir maupun berupa hukum syar’i” (Fatawa fil Aqidah, 1/206).

-------------------

bagaimana biar mudah memahaminya?

Simak tulisan sahabat yang saya dapat dari WA sbb:

,,,,
ALLAH TIDAK PERNAH ISENG

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan Theory Jeruk Nipis
Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an.
Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua.
Kemudian pegang salah satunya dan peraslah...
Sampai air tetesan nya mengucurr...

Apa yang anda rasakan..?
Asam bukan..?
Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.

Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul..?

Padahal jeruknya tidak ada...

Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut
TEORI JERUK NIPIS.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan.

Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yang aneh-aneh...

Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop...

Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi...

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.

Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita.

Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.

Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk.

Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….

Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa...

Secara fisik mereka sehat.

Namun mereka hidup di dunia yang berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri.

Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak.

Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata.
Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda
Jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”

Bahwa Allah hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.

Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali.

Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun ...

Allah tidak iseng memberi kita masalah.

Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda...

Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

Berfikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita awet muda.

Usia hanya angka....
jiwa tetap semangat muda..

Semangat dalam menebar benih² kebaikan.

Tak usah pedulikan orang yg tak suka kita.

Toh kita tak pernah tau....
Amalan mana yang kelak akan membimbing kita ke Syurga.

Copas by Ali Alathas Alawiyah Bafageh
,,,,

Sumber inspirasi

https://kangaswad.wordpress.com/
https://rumaysho.com/

Demikian artikel Allah Sesuai Prasangka Hamba_Nya, Ini Analogi Memahaminya. Semoga meninspirasi. Share artikel Allah Sesuai Prasangka Hamba_Nya, Ini Analogi Memahaminya ini ya?

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment