Nov 27, 2019

Kiat Tetap Tenang & Sabar Menghadapi Masalah & Ujian Segunung Uhud

Semua orang pasti punya masalah. Siapa sih yang nggak punya masalah dalam hidupnya. Kalau nggak mau ada masalah ya jangan hidup. Sebab memang dari sononya hidup itu adalah bagaimana kita menghadapi beragam masalah. Makanya yuk simak Kiat Tetap Tenang & Sabar Menghadapi Masalah & Ujian Segunung Uhud.


Kiat Tetap Tenang & Sabar Menghadapi Masalah & Ujian Segunung Uhud

Artikel Kiat Tetap Tenang & Sabar Menghadapi Masalah & Ujian Segunung Uhud ini terinspirasi karena tidak sengaja nemu quotes menarik dari ig hijrahquotes.

"Aku salut kepada mereka yang diam n tampak tenang, seolah-olah baik-baik saja. Sedangkan masalahnya sungguh berat. Mereka memilih untuk mengadukan masalahnya kepada Allah, bukan media sosial"


Quotesnya memang inspiratif. Tapi prakteknya ternyata tidak seindah quotesnya. Sebab dilapangan ada banyak faktor. Faktor utama adalah jiwa manusia itu sendiri.

Saya sendiri juga perlu banyak belajar bagaimana menjadi seperti lautan yang tetap tenang meski hantaman hujan badai menerjang.

Sebab jiwa-jiwa manusia sejatinya memang perlu dibentuk dan dilatih dalam jangka panjang bagaimana melakukan manajemen masalah. Dan secara default jiwa manusia itu labil. Sedikit saja masalah, kalau dibesar-besarkan bisa benar2 menjadi masalah besar.

Oleh karena itu perlu yang namanya proses2 pembelajaran.

Dan yang paling efektif menjadi pemicu supaya jiwa ini bisa stabil sebesar apapun masalahnya adalah agama atau spiritual.

Oleh sebab itu saya sertakan nasehat-nasehat spiritual agar kita semua makin hari makin tangguh hadapi masalah sebesar apapun itu.

Yang pertama Yakini Itu Semua Sudah Takdir Ilahi

Sebesar apapun masalah anda ternyata sudah tercatat jauh-jauh hari dalam lauh mahfidz. Sudah suratan takdir.

Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”

Yang Kedua Yakini Pasti Ada Hikmah

Anda harus meyakini bahwa semua masalah yang terjadi pasti ada hikmah dibalik itu semua. Hikmah besar yang akan kita ketahui selepas masalah pergi.

Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahu

Allah Ta’ala berfirman,

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

Ketiga Semakin Beriman Semakin Diuji

Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji. Artinya ketika ujian anda begitu berat bisa jadi disebabkan iman anda sudah tinggi. Maka bergembiralah dengan cara menghadapinya dengan ikhlas dan sabar.

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”

Keempat Yakini Setelah Itu Akan Ada Solusi dan kemudahan

Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan. Setelah anda ikhlas dan sabar maka solusi menunggu didepan. Solusi yang turun dari langit.

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6).

Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan,

“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”

Kelima Yakinilah Pahala Sabar itu Luar Biasa Besar

Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang sabar. Maka bersabarlah dengan cara menghadapi ujian apapun. Banyak2 istighfar saja.

Ingatlah janji Allah,

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”

Yang terakhir Tentu saja introspeksi

Introspeksi diri Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Ini disebut dengan screening.

Sebab bisa jadi itu azab dunia, bisa jadi juga itu ujian keimanan. Maka kenalilah dengan cara screening dosa, dalam hal ini 10 dosa besar.

Intinya sebenarnya semua permasalah hidup yang mendera dikarenakan dosa-dosa kita. Sudahlah tidak penting merasa benar, lebih baik merasa salah saja. Biar kita bisa memperbaiki apa-apa yang bisa diperbaiki.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30).

Maksudnya adalah karena sebab dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat. Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”

Apapun penyebabnya, apapun takdirnya tetap kewajiban orang beriman adalah bersabar dalam ujian. Mencoba belajar keikhlasan.

Saya menulis dalam status instagram dalam link ini https://www.instagram.com/p/B5Vu61kgLIE/ sbb

Jadi teringat quoted sahabat "Senyumku untukmu. Hatiku biarlah"
.
.
Sebab semua orang pasti punya masalah dan ujian. Ada yg tetap tenang seperti karang, ada yg berontak goncang. .
.
Saya salut sama orang2 yg tetap tenang meski masalahnya sebesar gunung. Nampak dirinya baik-baik saja, terukir senyum dr bibirnya. Tapi sejatinya dalam dirinya bergemuruh bak ombak laut selatan. Dan dia mungkin ada di sekitarmu. .
.
Kalau bukan karena patuh kepada Tuhan supaya belajar ikhlas & sabar jalani ujian mungkin saja ia sudah lama berontak dan meledak.
.
.
Namun sekali lagi ia memilih berusaha tenang dalam diam. Menghindari keluh kesah, menahan diri untuk tidak bercerita kepada manusia. Dan memilih meneteskan air mata bermunajat tengah malam dalam doa di atas sajadah.
.
.
Nemu tulisan inspiratif di ig hijrah quotes. "Aku salut kepada mereka yang diam n tampak tenang, seolah-olah baik-baik saja. Sedangkan masalahnya sungguh berat. Mereka memilih untuk mengadukan masalahnya kepada Allah, bukan media sosial"
.
.
Mungkin saja dia yang tetap tenang itu ada di sekitarmu
.
.
www.smash-program.com


Apa Yang Harus Dilakukan Sekarang?

Kalau anda saat ini sedang menghadapi masalah besar, maka disinilah kita semua belajar manajemen hati. Memang tidak mudah menghadapinya dengan tenang. Sekali lagi nggak mudah.
  • Bisnis bangkrut
  • Jadi nggak punya pekerjaan lagi
  • Anak masih pada sekolah
  • Datang debt collector setiap hari
  • Dihina dicaci orang lain
  • Dijauhi dan dikhianati sahabat
  • Udah gitu rumah tangga mulai retak
  • Malah keluarga kita ada yang sakit parah

Dan masalah lainnya seperti sudah jatuh tertimpa tangga, timpa lagi sama batu, timpa lagi sama tembok.

Bisa menghadapi ujian seperti ini?

Bisa atau nggak bisa yang jelas belajarlah untuk bisa. Cek dalam dada disitulah sumber masalah atau sumber solusi. Jika kita bisa manajemen jiwa sebaik-baiknya maka masalah sebesar apapun akan sirna dan muncullah solusi.

Oleh karena itu lakukanlah ini...

Maafkan diri anda, keluarga anda, sahabat anda

Maafkanlah takdir anda.

Cobalah buka hati anda selebar-lebarnya dan persilahkan masalah itu masuk. Kalau masih kurang kalau perlu buka hati anda lebih lebar lagi.

Kemudian terimalah perihnya. Terima pedihnya.

Sekali lagi terima aja perihnya. Jangan ditolak. Jangan dimentalkan. Terima bongko'an saja tanpa merasa benar.

Tahan rasa sakitnya tanpa mengaduh kepada manusia.

Bolehlah sedikit mengerang kesakitan, tapi simpan itu untuk diri sendiri saja. Bolehlah sedikit berteriak di tempat sepi.

Namun selepas itu istighar.

Mengaduhlah kepada Sang Pencipta. Sambil mengatakan begini,

"Robb.. Terimakasih atas ujian ini. Hamba menerimanya dengan ikhlas dan sabar. Kalau memang ujian ini karena dosa-dosa kami maka kami menerimanya. Kalau memang kurang tambahkan saja ya Robb. Tetapi berikan ketangguhan dan kekuatan agar kami bisa menanggung beban ujian ini. Dan jangan tinggalkan kami, dampingi kami dengan Rahmat dari sisi Engkau. Makasih ya Robbb.. Makasih... Aamiin"

(Nggak apa-apa sambil meneteskan air mata, tumpahkan saja diatas sajadah)

Itu...

Bisa?

Insya Allah selepas itu hati anda akan plong. Hati anda akan sedikit tenang, tenang dan tenang...

Sebab memang 'Alaa bidzikrillaahi thathmainnul quluub". Hanya dengan mengingat Allah saja hati menjadi tenang, plooong.

Sumber

https://rumaysho.com

Demikian Kiat Tetap Tenang & Sabar Menghadapi Masalah & Ujian Segunung Uhud. Semoga menginspirasi. Share link artikel Kiat Tetap Tenang & Sabar Menghadapi Masalah & Ujian Segunung Uhud, ini ke teman anda yang sedang bermasalah ya?

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment