Nov 21, 2019

Begini Menyikapi Ujian Kegagalan, Sempit Rezeki VS Kekayaan & Kesuksesan

Bagi manusia dan manusia lainnya menilai segala sesuatu biasanya dari pencapaian. Yang pinter dan kaya raya disangka dapat karunia. Yang gagal dan terpuruk disangka sedang dihinakan oleh Tuhan. Benar tapi tidak selamanya benar. Makanya yuk simak Begini Menyikapi Ujian Kegagalan, Sempit Rezeki VS Kekayaan & Kesuksesan.


Pesan sponsor

Alhamdulillah saya bisa meraih mobil cash tanpa nyicil hanya dalam waktu 6 mingguan. Saya sudah siapkan program untuk anda juga bisa mendapatkannya dalam 6 bulan atau kurang atau uang kembali. Penasaran? KLIK DISINI

Yuk ikut saya gabung bisnis sinergy eco racing, cara termudah dan tercepat mendapatkan mobil idaman keluarga anda. KLIK www.otobest.id

Khabar gembira Eco Racing sudah buka cabang di Malaysia, Thailand, Philipines dan Brunei Darussalam. Jadilah yang pertama.

Baca dan pelajari baik2 sebelum gabung..

--------------------------------------

Begini Menyikapi Ujian Kegagalan, Sempit Rezeki VS Kekayaan & Kesuksesan

Saya banyak kenal dengan teman yang bermula dari zero kemudian jadi hero. Sebagian masih biasa aja, sebagian ada yang mulai berubah. Jadi lebih angkuh ketika diatas.

Padahal baik kegagalan atau kesuksesan adalah ujian. Maka sikapilah itu sebagai ujian. Makanya tulisan saya kali ini tentang Begini Menyikapi Ujian Kegagalan, Sempit Rezeki VS Kekayaan & Kesuksesan.

Ada seorang yang biasa saja mitra eco racing yaitu Mas Zaenal. Semula sopir grab kemudian dalam beberapa bulan hidupnya berubah. Ia bisa dapat 2 motor dan 1 mobil cash dari PT Best dengan menjalankan bisnis eco racing. Selamat ya pak?



Diatas hanya 1 contoh orang yang hidupnya bisa berubah. Masih banyak ribuan yang lainnya. Mas Zaenal saat ini sedang diatas, namun suatu saat bisa saja berada di bawah kembali.

Sebab hidup itu seperti roda yang berputar. Kadang diatas kadang dibawah.

Jangan disangka ketika dibawah artinya Tuhan sedang menghinakan. Kemudian ketika diatas puncak artinya Tuhan sedang memuliakan. TIDAK. Semua adalah UJIAN. Apakah dengannya kita bersabar atau tidak. Apakah dengannya kita bersyukur atau tidak.

Allah swt berfirman

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ -16

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: ” Tuhanku telah memuliakanku “. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: ” Tuhanku menghinakanku “. (QS. Al Fajr: 15-16)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)

Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.

Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar.”

Sifat yang disebutkan dalam surat ini (Al Fajr ayat 15-16) adalah sifat orang kafir. Maka sudah patut untuk dijauhi oleh seorang muslim.

Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Sifat yang disebutkan dalam (Al Fajr ayat 15-16) adalah sifat orang kafir yang tidak beriman pada hari berbangkit. Sesungguhnya kemuliaan yang dianggap orang kafir adalah dilihat pada banyak atau sedikitnya harta.

Sedangkan orang mukmin, kemuliaan menurutnya adalah dilihat pada ketaatan pada Allah dan bagaimana ia menggunakan segala nikmat untuk tujuan akhirat. Jika Allah memberi rizki baginya di dunia, ia pun memuji Allah dan bersyukur pada-Nya.”

Pahamilah! Tidak perlu merasa iri hati dengan rizki orang lain. Kita dilapangkan rizki, itu adalah ujian. Kita disempitkan rizki, itu pula ujian. Dilapangkan rizki agar kita diuji apakah termasuk orang yang bersyukur atau tidak. Disempitkan rizki agar kita diuji termasuk orang yang bersabar ataukah tidak.

Maka tergantung kita dalam menyikapi rizki yang Allah berikan. Tidak perlu bersedih jika memang kita tidak ditakdirkan mendapatkan rizki sebagaimana saudara kita. Allah tentu saja mengetahui manakah yang terbaik bagi hamba-Nya.

Cobalah pula kita perhatikan bahwa rizki dan nikmat bukanlah pada harta saja. Kesehatan badan, nikmat waktu senggang, bahkan yang terbesar dari itu yaitu nikmat hidayah Islam dan Iman, itu pun termasuk nikmat yang patut disyukuri. Semoga bisa jadi renungan berharga.

Sumber disini

Jadi begitu penjelasaannya gaes..

Disempitkan rezeki, diberikan kegagalan kebangkrutan dll bukan berarti dihinakan Allah. Bagi orang2 beriman justru itu bentuk kasih sayang Allah. Dan kita sepatutnya bersabar dengannya sehingga bernilai ibadah.

Sebaliknya ada orang yang diberikan kekayaan dan kelapangan rezeki dan kesuksesan bukan berarti dimuliakan Allah. Jangan sampai dengannya membuat hati kita tumbuh keangkuhan dan kesombongan. Lalu mulai memandang rendah kepada orang2 miskin yang sempit rezekinya.

Ketahuilah bahwa semua itu hanyalah cobaan/ ujian.

Dalam status instagram saya menulis sbb

adhinbusroalhafiz https://www.instagram.com/p/B5HdK48AK0T/

Sebelum vs sesudah. Spt yg sering saya bilang. Hidup itu dinamika. Hidup itu seperti roda. .
.
Saat di bawah bersabarlah. Saat mulai merangkak ke atas sehingga sampai puncak maka bersyukurlah. .
.
Jangan putus asa putus harapan ketika dibawah. Jgn muncul keangkuhan n kesombongan ketika diatas. .
.
Karena semua bagi Tuhan sama aja. Bukan karena dihinakan ketika dibawah. Bukan pula dimuliakan ketika diatas. Semua itu hanyalah ujian semata. .
.
Ujian keimanan. Ujian bertahan dan tetap ber Tuhan. Ujian utk menilai siapa yg pantas masuk surga. Dan ujian bagi ketetapan ahli neraka. .
.
Semoga kita semua lulus ujian. Aamiin
.
.
Info eco racing wa 088218128084
Follow @rahasia_blogging bljr ngeblog

Nah demikianlah Begini Menyikapi Ujian Kegagalan & Kesuksesan, semoga menginspirasi. Ini self reminder atau pengingat buat saya pribadi. Syukur2 bisa bermanfaat juga untuk anda semua.

Kalau dirasa bermanfaat share ya? Bagikan artikel Begini Menyikapi Ujian Kegagalan, Sempit Rezeki VS Kekayaan & Kesuksesan ini ke teman anda yang lain.

Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment