May 28, 2019

Kesaksian Mengharukan Ust. Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia (49 Tahun) Karena Kangker

Innalillaahi wainna ilaihi roojiuun. Telah berpulang ke rahmatullah guru kita bersama Ustadz Arifin Ilham umur 49 tahun pada Rabu (22/5/2019) yang bertepatan pada bulan Ramadhan 1440 H. Insya Allah khusnul khotimah. Aamiin yra.

Gambar dari google

Kesaksian Mengharukan Ust. Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia (49 Tahun) Karena Kangker

Ada satu Kesaksian yang Mengharukan dari Ust. Taufikurrahman kepada Ust. Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia (49 Tahun) Karena Kangker ini. Sebelumnya beliau meninggal dimana dan sebabnya apa ya?

Dalam sumber tribun news ditulis bahwa Dai kondang Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia, Rabu (22/5/2019) malam, di Penang, Malaysia, saat sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit kanker kelenjar getah bening dan kanker nasofaring.

Pengasuh Pondok pesantren Az-Zikra, Sentul, Jawa Barat, ini menjalani perawatan di rumah sakit di Penang, Malaysia, akibat kanker kelenjar getah bening.

Ustadz Arifin Ilham menderita kanker nasofaring dan getah benting stadium 4A.

Sebelum menderita kanker, beliau juga menderita infeksi paru-paru.

Rencananya, Arifin Ilham yang sebelumnya sempat beberapa kali dikabarkan meninggal dunia, jenazahnya akan dimakamkan di kompleks Pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.


Apa saja gejala kanker nasofaring?

Ternyata kanker nasofaring ini menyerang bagian rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) RS Cipto Mangunkusumo Kencana, dr Fikry Hamdan Yasin, menyebutkan gejala yang awal yang terjadi pada pengidap kanker ini adalah hidung kerap terasa tersumbat.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2018 lalu, pendakwah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu memang menderita sakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A.

Namun dalam waktu 2 bulan, sakit kanker itu bisa sembuh.

"Sudah Alhamdullilah. Ini karunia Allah. Dokternya pun juga terkejut, '16 tahun saya jadi dokter baru ini saya mengobati seorang hamba Allah yang mengidap penyakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A dalam dua bulan tiga hari dibersihkan oleh Allah," katanyamenceritakan perkataan dokter pada Desember 2018 lalu, seperti dikutip dari Grid.id.

Saat itu, Ustadz Arifin Ilham juga sudah tidak menjalani kemoterapi lagi dan dinyatakan bebas dari kanker.

Ustadz Arifin Ilham merasa bahwa sembuh dari penyakit ini merupakan karunia dari Tuhan.



Kesaksian Ustadz Taufiqurrahman menjelang Wafatnya Murabbi K.H. Muhammad Arifin Ilham ( Saat Pendampingan Beliau Selama Perawatan di Penang )

Berikut ini ada kesaksian dari Ust Taufiqurrahman yang saya dapatkan dari tulisan teman di WA sbb:

K.H. Muhammad Arifin Ilham adalah 'Ulama yang ikhlas, Istiqamah dalam ibadah dan Dakwah, murah senyum dan suka berbagi, inilah yang menjadi wasilah beliau wafat dalam keadaan tersenyum Husnul Khatimah.

✅ Selama sakit beliau tidak pernah mengeluh selalu menunjukkan senyum kepada siapapun yang ditemui, padahal rasa sakit bagi penderita Kanker Tersebut sangatlah dahsyat. Tapi tidak beliau ingin menunjukkan rasa sakit itu.

✅ Selama di Rumah Sakit beliau selalu menyempatkan Dakwah, tidak hanya dalam tulisan untuk dikirim ke media sosial, tapi juga kepada orang yang mendampingi beliau, beliau ingatkan indahnya istiqamah dalam ibadah dan ta'at kepada Allah. Beliau berdakwah kepada istri beliau, Bang Awal, kepada Ustadz Taufiq dan siapapun yang mendampingi beliau.

✅ Beliau seakan mendapat Bashirah, bahwa saat keberangkatan ke Penang sebelum beliau wafat sudah mengatakan ke istri dan orang yang  mendampingi beliau bahwa beliau akan kembali ke Indonesia dalam keadaan Al Marhum.

✅ Selama di Rumah sakit beliau tebar senyum kepada siapapun dan terus Istiqamah berbagi sedekah kepada siapapun di sekitar beliau, perawat, orang sekitar rumah sakit hingga habis untuk sedekah hingga 20jt rupiah dari kantong beliau sendiri.

✅ Beliau berpesan untuk membacakan ayat pilihan tentang kemuliaan yang Alloh berikan untuk hamba yang istiqamah untuk mengiringi kondisi kritis beliau, hingga saat kritis setiap ayat-ayat tersebut dibaca merespon persendian beliau mulai dari kaki hingga tangan beliau.

✅  Setiap malam lebih kurang sebulan dari sebelum beliau wafat, selalu beliau menulis "liqaa' Alloh" yang artinya perjumpaan dengan Allah, menunjukkan keikhlasan dan kerinduan beliau jumpa dengan Allah.

✅ Saat di Penang beliau sampaikan ke ustadz  Taufiq bahwa "Tanggal 17 Ramadhan nanti kita akan pulang" yang ternyata itu menjadi kepulangan beliau keharibaan Allah Ta'ala.

✅ Saat sakit beliau selalu menjaga Shalat Jama'ah 5 Waktu, Qiyamullail Pukul 2 malam, Qobliah Subuh, tarawih tidak tertinggal  meskipun dalam keadaan sakit yang sangat, sebaik yang beliau bisa.

✅ Dari Mama Yuni, beliau pernah cerita bahwa ternyata Guru sekumpul sudah menyiapkan makam beliau disamping guru sekumpul, tapi beliau mohon maaf dan  memilih dimakamkan di Gunung Sindur penuh harap agar Sindur menjadi tempat ramai dengan Qur'an, dzikir dan segala kebaikan.

✅ Pesan beliau agar Dzikir Akbar setiap  Ahad Pertama setiap Bulan untuk terus dilanjutkan, oleh Ustadz Syukur atau ustadz lainnya.

✅ Jasad Beliau setelah wafat tidak kaku seperti Jenazah umumnya, tetap lentur bersih, bahkan bekas infus/bius sudah tidak ada kecuali di bagian dada.

✅ Beliau Wafat dengan Tersenyum dan sangat mudah mengucapkan Laa ilaaha illalloh. Bahkan kesaksian perawat selama ini baru kali itu mereka melihat orang menghadapi Sakaratul Maut dan wafat dalam keadaan senyum.

✅ Semua yang mendampingi beliau menangis tidak terkecuali non-muslim/kafir yang bertugas sebagai perawat, karena semua merasakan kebaikan, keramahan, keikhlasan beliau dalam proses selama ini.

Istiqomah dalam Ibadah, ta'at, berbagi kebaikan, murah senyum, tidak menyimpan kebencian, husnudzan dengan semua keputusan Allah, persiapan menghadapi kematian telah membuat beliau mendapatkan kemuliaan istiqamah dalam kebaikan hingga wafat Husnul Khatimah, maka mari kita semua teladani beliau, Istiqomahkan semua Sunnah nabi baik yang beliau Tekankan dari 7 Sunnah Nabi maupun semua Sunnah lainnya.

Serta tebar senyum, selalu berbagi, dan tunjukkan Kesempurnaan Akhlaq Kita kepada Alloh dan Makhluqnya dalam pelaksanaan Hablumminalloh Hablumminannas. insyaAlloh dengan itu semua Alloh Wafatkan kita Husnul Khatimah dan semoga bisa dikumpulkan dengan Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan Murabbi K.H. Muhammad Arifin Ilham di Surga Firdaus Al A'la bersama beliau. Aamiin

Selamat Kembali ke Kampung Halaman Murabbi, Alloh sayang dengan Murabbi semoga kerinduan kami kepada Murabbi dan 'azam kami untuk mengamalkan semua Nasihat Murabbi menjadi Wasilah untuk kami bisa kembali bersama dalam Majlis Dzikir di Surga Firdaus nanti Bertasbih, Bertahmid, Bertahlil, Bertakbir, dengan Melihat langsung senyuman terindah Allah Ta'ala.

TTD
Kami yang sangat berharap Rahmat Allah &
Kami yang merindukan Dzikir bersama Murabbi.

_NB : Silahkan dishare untuk menjadi 'ibrah (pelajaran) betapa besar kemuliaan yang Alloh berikan kepada orang yang istiqamah dalam ibadah dan dakwah_

--------------------------------------

Demikian Kesaksian Mengharukan Ust. Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia (49 Tahun) Karena Kangker. Semoga kita semua bisa meniru ustadz dan guru kita. Semoga lisan kita selalu basah dengan dzikir menjadi ahli dzikir.

Yuk kirim Fatihah untuk beliau................

Subhanallah, walhamdulillah, walaailaaha illallaah, allaahu akbar

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment