Bisnis Sinergy Eco Racing, Cara Cepat dan Mudah Mendapatkan Mobil Cash Idaman Keluarga Anda. (Cukup Beberapa Bulan Saja). Mau Mobil Cash? KLIK DISINI >>>

Apr 10, 2019

Ternyata Manusia Itu Bisa Lebih Najis Daripada Anjing

Ternyata Manusia Itu Bisa Lebih Najis Daripada Anjing lho? Kok bisa? Iya bisa. Jika manusia merasa lebih hebat dari yang lain, lebih pintar dari yang lain, lebih suci dari yang lain maka hakikatnya sebenarnya ia lebih najis daripada najis yang paling berat sekalipun.

Gambar dari google

Ternyata Manusia Itu Bisa Lebih Najis Daripada Anjing

Tahukah sobat bahwa Ternyata Manusia Itu Bisa Lebih Najis Daripada Anjing. Yaitu bagi mereka ahli ibadah yang merasa ibadahnya paling bagus. Atau ahli bersuci dan merasa mereka paling suci. Merasa inilah yang menyebabkan derajad manusia menjadi turun ke lembah nista.

Lihat bagaimana Iblis.. Kurang apa coba.

Ahli ibadah iya

Ahli bersuci ia

Ahli hikmah iya

Dan semua kepandaian, kecerdasan, keilmuwan, ada dalam diri iblis. Namun karena sekali saja merasa lebih baik daripada ciptaan yang lain maka iblis dan balatentaranya dikutuk sampai hari kiamat.

Oleh karena itu berhati-hatilah kawan..

Mungkin saja anda memang cerdas. Mungkin anda orang terkaya dikampung anda. ATau anda adalah seorang Ustadz Kyai yang paling dihormati di kota anda. Berhati-hatilah dengan penyakit ujub ini. Sebab ia bisa mendatangkan kehinaan dunia akherat.


Belajar tawadhuk.. Sehebat apapun kita itu semua pemberian dari Allah swt. Karunia Allah yang wajib kita syukuri. Bukan dengannya malah membuat kita lupa diri dan menganggak kekayaan itu karena kecerdasan kita. Seperti Qorun yang pada akhirnya dibenamkan kedalam bumi.

SImak tulisan yang penuh hikmah dari sahabat saya Ust. Hanafi ini yang saya dapatkan dari WA

----------------------------

SIRI TASAWUF: NAJIS ITU ADALAH DIRIMU 🌾

Siapa yang tidak kenal Abu Yazid Al-Busthami, beliau adalah termasuk di kalangan syeikh atau pemimpin kaum sufi. Namun siapa sangka beliau pernah mendapat ilmu yang sangat berharga daripada seekor anjing di tepi jalan.

Seperti biasa, Abu Yazid suka berjalan sendiri di malam hari. Lalu dia melihat seekor anjing berjalan terus ke arahnya, anjing itu dengan bersahaja jalan dan tidak menghiraukan sang Syeikh. Namun ketika sudah hampir dekat, Al-Busthami mengangkat jubahnya khuatir tersentuh sang anjing yang katanya najis itu.

Spontan anjing itu pun berhenti dan terus memandangnya. Entah bagaimana Abu Yazid seperti mendengar anjing itu berkata padanya;

"Tubuhku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. kalau pun engkau itu merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7 kali dgn air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau itu mengangkat jubahmu kerana menganggap dirimu yang berbaju dan badan manusia itu lebih mulia, lalu menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walaupun engkau membasuhnya dengan 7 samudera lautan".

Abu Yazid tersentak dan minta maaf daripada sang anjing. Lalu sebagai tanda permohonan maafnya yang ikhlas, dia pun lantas mengajak anjing itu untuk bersahabat dan jalan bersama. Tapi si anjing itu telah menolaknya.

"Engkau tidak patut berjalan denganku, kerana mereka yang memuliakanmu akan lantas mencemuhmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang Pencipta wujud ini. Lihatlah aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulang pun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung gandum", lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan Abu Yazid yang masih terpinga-pinga.

Abu Yazid masih terdiam, "Duhai Allah, untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaanMU saja aku tidak layak, bagaimana aku merasa layak berjalan bersama denganMU, ampunilah aku dan sucikan hatiku daripada najis."

Sejak daripada peristiwa itu, Syeikh Abu Yazid pun sentiasa memuliakan dan mengasihi semua mahluk Tuhan tanpa syarat.

"Janganlah menganggap dirimu lebih suci daripada yang lain, sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang paling suci di antara hamba-hamba-Nya" (Surah an-Najm).

Semoga peroleh kefahaman.

آمين يارب العالمين
🙏🙏🙏

---------------------------

Tuh baca ya?

Bukan diri kita yang suci. Tetapi Allah swt mensucikan orang-orang yang dikehendaki. Yaitu bagi mereka yang memang ikhlas mensucikan hatinya dari sifat2 tercela. Yaitu bagi mereka yang ikhlas menganggap bahwa dirinya hanyalah mahluk Tuhan Semesta Alam yang penuh dengan kekurangan dan dosa.

Semoga mencerahkan.

Demikian artikel Ternyata Manusia Itu Bisa Lebih Najis Daripada Anjing. Share link artikel ini ya? Biar bisa mencerahkan teman2 kita yang lain. Share artikel Ternyata Manusia Itu Bisa Lebih Najis Daripada Anjing ini ke sahabat anda.

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment