Bisnis Sinergy Eco Racing, Cara Cepat dan Mudah Mendapatkan Mobil Cash Idaman Keluarga Anda. (Cukup Beberapa Bulan Saja). Mau Mobil Cash? KLIK DISINI >>>

Apr 8, 2019

Prabowo atau Jokowi Mereka Putra Terbaik Bangsa Indonesia

Lagi musim politik, sebentar lagi pemilihan presiden RI periode 2019-2024. Wajar suasana sedikit hangat sebab ada 2 kubu yang kita semua banggakan. Prabowo atau Jokowi? Prabowo atau Jokowi Mereka Putra Terbaik Bangsa Indonesia, itu yang seyogyanya kita kedepankan.


Prabowo atau Jokowi Mereka Putra Terbaik Bangsa Indonesia

Sekali lagi wajar musim politik apalagi mendekati pemilihan yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 dimana suasana menjadi hangat. Sebab kawan2 pasti menghendaki dan menginginkan kemajuan bangsa indonesia kedepannya.

Akan tetapi menurut saya akan lebih adem kalau kita menganggap bahwa Prabowo atau Jokowi Mereka Putra Terbaik Bangsa Indonesia. Semua punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh tokoh lainnya.

Oleh sebab itu ijinkan saya menyampaikan beberapa ajakan;

Bahwa kompetisi ini adalah persaingan putra terbaik bangsa. Pemilihnya adalah satu nusa satu bangsa Indonesia. Jadi anggaplah pilpres ini adalah sebagai sebuah pembelajaran demokrasi positif. Artinya ketika ada kawan anda yang berbeda, mereka tetap kawan anda. Jangan sampai dalam dada anda menganggapnya sebagai musuh.

Tidak ada larangan kampanye baik didunia nyata atau dunia media sosial. Saya mengajak ayo kampanye yang adem, yang damai, yang santun. Silahkan adu program2 terbaik untuk bangsa ini, adu ide positif. Hindari kampanye negatif, memojokkan, merendahkan, menghina, mencaci, menyudutkan. Daan tahan tangan anda dari menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya. Cek dan ricek dulu jangan asal BC. Sebab jika berita itu adalah HOAX, kemudian viral maka karena hoax adalah fitnah akan menjadi dosa jariah, dosa viral. Bahaya.

Masalah perbedaan pilihan itu wajar saja. Ada yang pilih 1 ada juga yang pilih 2. Biasa saja. Yang jelas harus dicamkan bahwa perbedaan bukan berarti musuh. Sebab kalau ketika beda lalu anda menganggap musuh, maka hari ini musuh anda 1, bulan depan bisa 100, tahun depan bisa 1.000. Dan bisa jadi anda akan menganggap saya musuh dikemudian hari sebab berbeda. Mosok hidup ini diisi dengan mencari musuh. Yang benar adalah mencari teman, meski ada perbedaan.

Tentu saja masing-masing pendukung merasa dipihak yang lebih benar. Masing2 dengan segala argumennya lebih religius, lebih bijak, lebih unggul. Tidak ada yang salah dengan ini, yaitu merasa dikubu yang benar. Tetapi ingat bahwa disana ada sahabat anda, kawan anda yang berbeda pilihan. Artinya berhati-hatilah ketika berkampanye atau posting. Jangan memojokkan kubu sebelah. Jangan sampai kawan anda diluar sana menjadi tidak respek kepada anda karena anda melakukan kampanye negatif.



Setelah masa pilpres berakhir, maka suasana hangat berangsur-angsur reda. Kita akan beraktifitas kembali seperti biasanya. Bertemu teman kita, sahabat kita, saudara kita. Jangan sampai masa singkat pilpres ini berpengaruh terhadap persahabatn anda. Oleh sebab itu sekali lagi sama-sama saling menghormati perbedaan pilihan.

Tidak ada yang kalah dalam kompetisi ini. Semua menang dengan pilihannya masing-masing. Namun presiden RI hanya 1. Makanya ketika pilihan anda belum berkesempatan memimpin negeri ini, tetaplah kalem. Anda tetap menang, sebab anda adalah pendukung salah satu putra terbaik bangsa. Kita semua menang ketika pilpres ini berjalan lancar dan damai.


Sekali lagi pilpres adalah demokrasi yang melibatkan warga negara Indonesia. Mereka semua adalah saudara kita. Jangan sampai anda menganggap Pilpres adalah perang. Mosok perang melawan saudara sendiri? Kalau melawan penjajah asing ayuk aja. Tapi ini adalah demokrasi antar warga sendiri. Harus damai, harus adem.

Jaga sumbu jangan sampai pendek, mudah marah, mudah sensi, mudah nyinyir. Kendalikan apa yang ada dalam dadamu. Karena kemampuan mengendalikan diri itulah sebenarnya diri anda yang sesungguhnya.

Yuk doa, istikhoroh dulu sebelum memilih. Dan setelah istikhoroh silahkan nyoblos. Siapapun pilihan anda itulah pilihan yang terbaik. Saya doakan semoga menang. Kemenangan warga negara indonesia, kemenangan kita semua.

Ada tulisan yang menarik nih. Adem bacanya. Saya dapat dari sahabat. Yuk dibaca dengan hati yang bersih.

-----------------------

CAPRES DUA PUTRA TERBAIK BANGSA

Pilpres 2019: Pertarungan Putra Terbaik Bangsa

oleh: Agus Taufiq

Kita boleh kecewa pada Jokowi, boleh pula tak percaya pada Prabowo.

Tapi kita harus akui, faktanya mereka adalah 2 orang putra terbaik bangsa.

Prabowo, adalah putra mahkota dalam berbagai kisah. Putra terbaik dalam segala aspek. Kakeknya adalah Pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, beliau juga Anggota BPUPKI dan Ketua DPAS pertama. Ayahnya adalah begawan ekonomi legendaris republik ini, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, yang namanya diabadikan menjadi nama gedung di Kementerian Keuangan. Sumitro juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menristek, Menteri Perindustrian dan Perdagangan di Era Soekarno dan Soeharto.

Soemitro juga terkenal sebagai kritikus yang berani dengan keras menentang kebijakan-kebijakan ekonomi Soekarno dan Soeharto yang dianggap tidak pro rakyat. Bahkan pernah menjadi buron ke luar negeri di masa pemerintahan Soekarno karena dianggap terlalu vokal dan berbahaya.

Saat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Sumitro pernah "didiamkan" tak disapa Bu Tien Soeharto selama setahun karena menolak memberikan hak istimewa dalam perdagangan.

Prabowo lulus sekolah menengah di usia 16 tahun, lebih muda dari sebayanya. Di usia 17 tahun, Prabowo bersama aktivis legendaris Soe Hok Gie mendirikan LSM Pembangunan, yang fokus pada pembangunan desa dan merupakan LSM Pertama di Indonesia.

Di tengah keluarga intelektual, ia justru memilih jalan berbeda menjadi prajurit bangsa. Prabowo adalah lulusan Akademi Militer tahun 1974.

Meski di militer, Prabowo tetap mewarisi tradisi intelektual ayahnya. Beliau terkenal sebagai tentara yang paling rajin membaca dangan koleksi buku yang sangat banyak dan menguasai 4 bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Perancis, Belanda, dan Jerman.

Prabowo berkali-kali dikirim mengikuti pelatihan dan kursus di luar negeri tahun 1974, 1975, 1977, 1981. Beliau juga pernah mengenyam pendidikan Counter Terorist Course Gsg-9 di Jerman dan Special Forces Officer Course di Fort Benning USA. Beliau bersama Putra Raja Yordania menjadi lulusan terbaik dari pendidikan militer yang diikutinya di Amerika.



Percayalah, isu Jokowi akan membangkitkan PKI dan Prabowo akan mendirikan Khilafah hanyalah permainan buzzer untuk menakut-nakuti kita.

Jokowi jelas masih berusia 5 tahun saat PKI dibubarkan, ayahnya pun jelas bukan intelektual PKI, hanya tukang kayu yang tak tahu urusan politik PKI.

Prabowo, meski diidentikkan dengan ABRI Hijau dan sangat dekat dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) milik B.J. Habibie di tahun 1998, nyatanya ibu dan adik Prabowo adalah seorang nasrani. Prabowo dan ayahnya muslim. Saat natal maupun lebaran, mereka merayakan bersama-sama. Begitulah keberagaman dan toleransi yang hidup di keluarga Prabowo.

Jokowi, adalah kisah nyata seorang rakyat biasa yang bisa menjadi manusia luar biasa. Impian banyak anak desa, doa dari semua orang tua untuk anaknya.

ini bukan sinetron dan dongeng, ini nyata, seorang anak pinggir kali, yang harus pindah rumah berkali-kali karena tak mampu bayar sewa juga kena penggusuran dari angkuhnya kehidupan kota.

Beliau lahir dari anak tukang kayu, pembelajar keras yang akhirnya mengantarkan dirinya masuk ke Jurusan Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM), salah satu kampus terbaik yang tak semua orang mampu meraihnya.

Beliau bukan aktivis mahasiswa, tak punya nama di zamannya.

Jokowi memilih menepi dari politik kampus, ia lebih suka naik gunung di akhir pekan, hingga akhirnya secara bertahap merintis bisnis dan menjadi pengusaha mebel di Surakarta. Ya doa jutaan orang tua, "bapak kuli, semoga kamu bisa jadi insinyur".

Jokowi adalah kisah nyata perjuangan anak miskin yang mengangkat derajat keluarganya melalui pendidikan dan kerja keras.

Jokowi bukan kader asli yang dibesarkan partai, ia awalnya diminta menemani F.X. Hadi Rudyatmo (PDIP) yang enggan maju sebagai walikota Solo karena khawatir dengan isu agama dan memilih menjadi wakil Jokowi yang diprediksi lebih bisa diterima publik Solo karena seorang muslim.

Jokowi menghadirkan kepemimpinan gaya baru di Solo, berdialog dengan masyarakat yang akan di relokasi, menggusur dengan sangat manusiawi, bahkan dengan PKL dikirab layaknya festival budaya, dikawal satpol PP layaknya pejabat. Tak ada kekerasan, pengggusuran itu dibuat menyenangkan. Tak heran, ia menang mutlak dalam periode kedua kepemimpinanannya di Solo.

Kecemerlangannya dalam memimpin mengantarkan beliau  menapaki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta (2012) hingga menjadi Presiden RI (2014).


Prestasi Jokowi dan Prabowo

Jokowi pernah dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik dunia, pun begitu dengan Prabowo yang mampu meraih banyak prestasi saat memimpin kopassus dan membuat kopassus menjadi salah satu satuan elit terbaik di dunia dan pasukannya memiliki kesejahteraan di atas rata-rata.

Jokowi sukses dengan Asian Games, kita semua dibuat terpesona dengan upacara pembukaan dan penutupan yang luar biasa. Tapi jangan lupakan bahwa medali terbanyak yang mengatrol peringkat Indonesia adalah cabor Pencak Silat yang dibina oleh Prabowo sebagai ketua IPSI.

Akuilah, mereka berdua ada putra terbaik bangsa. Hanya berbeda gaya bahasa, Jokowi yang orang Solo tulen khas dengan keramahan dan suara lembutnya, gaya yang santai dan banyak bercanda. Kita semua tentu senang dengan gaya kepemimpinan yang asik dan merakyat. Beliau membawa gaya baru dalam definisi pemimpin di Indonesia.

Prabowo setengah Banyumas (Ayah) dan setengah Minahasa (Ibu). Banyumas memang ibarat Bataknya Jawa. Gaya Banyumasan lebih tinggi nada suaranya, sedikit ceplas ceplos dan terbuka dibanding jawa bagian Joglosemar (Jogja Solo Semarang) dengan tata bahasa krama inggil. Ditambah ibu yang dari Sulawesi dan latar bekalang militer. Wajar gaya bicaranya tegas dan berapi-api. Tapi tentu kita semua bangga jika punya pemimpin yang mampu berorasi dengan lantang dengan bahasa inggris yang fasih dalam memperjuangkan Palestina dan negeri tertindas lainnya di depan rapat PBB dan forum-forum internasional.



Jadi, baik gaya yang santai ataupun berapi-api ini hanya masalah selera pemilih saja, yang terpenting adalah keberpihakannya pada rakyat.

Jika Jokowi bukan orang yang baik tidak mungkin Prabowo memperjuangkannya untuk maju sebagai Gubernur DKI, dimana dulu Megawati hampir tidak merestui, tapi Prabowo yang memperjuangkan.

Sebaliknya, anda yang meyakini Jokowi adalah orang baik, artinya harus juga meyakini Prabowo adalah orang baik. Karena munculnya Jokowi ke Jakarta tak lepas dari perjuangan Prabowo dan adiknya yang menyokong dana kampanye Jokowi.

Jadi, stop terbawa arus informasi yang menghayutkan kita menjelek-jelekkan personal Capres. Kita harus kritis terhadap kebijakan dan program para Capres, tapi bukan menjatuhkan personalnya.

Kritik kebijakan dan programnya, bukan personalnya atau latar belakang keluarganya.

Tugas kita berikutnya adalah mempelajari program yang ditawarkan dan mengenali siapa-siapa saja yang berada dibalik Sang Capres pilihan. Karena kita telah sepakat keduanya orang baik.

Bagi yang tetap ingin menyerang personal Jokowi dan Prabowo, pertanyaan sederhananya: Apakah anda sudah lebih baik dari Jokowi dan Prabowo?

Salam kampanye sejuk!
pemilu damai!
dan 17 April nanti, selamat memilih salah satu diantara 2 putra terbaik bangsa.

-----------------------------

Anda yang keukeuh dan keras mendukung Prabowo, karena anda ingin bangsa kita menjadi lebih baik. Sebaliknya anda yang alot dan tetap kukuh mendukung Jokowi sebab menginginkan Indonesia yang lebih baik pula. Jadi keinginannya sama, yaitu untuk bangsa Indonesia yang lebih baik.

Karena niatnya sudah baik, jangan sampai ada gontok-gontokan. Jangan saling mencaci dan menyalahkan. Jangan sampai anda mudah diadu domba, mudah terbakar, mudah terprofokasi. Cukup yakin dengan pilihan masing-masing lalu coblos. Dah gitu aja. Masalah menang kalah sudah takdir. Yang penting kita semua sudah menggunakan hak pilih kita masing-masing.

Apapun hasilnya, siapapun presidennya mari kita sama2 berdoa untuk bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih maju, lebih berdaulat adil dan makmur. Aamiin.

Demikian ulasan dengan tema Prabowo atau Jokowi Mereka Putra Terbaik Bangsa Indonesia. Semoga menyejukkan. Share artikel Prabowo atau Jokowi Mereka Putra Terbaik Bangsa Indonesia ini ke sahabat anda ya?

We are friend always.




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment