Bisnis Sinergy Eco Racing, Cara Cepat dan Mudah Mendapatkan Mobil Cash Idaman Keluarga Anda. (Cukup Beberapa Bulan Saja). Mau Mobil Cash? KLIK DISINI >>>

Apr 13, 2019

Khasiat Manfaat Ayat Lima (5) Untuk Kerezekian, Pengasihan, Penglaris & Kewibawaan

Sudah pernah mendengar fadhilah keutamaan keajaiban dan atau manfaat ayat lima atau ayat lima? Kalau belum saya tulis disini ya? Berikut Khasiat Manfaat Ayat Lima (5) Untuk Kerezekian, Pengasihan, Penglaris & Kewibawaan, referensi dari beberapa sumber.


Khasiat Manfaat Ayat Lima (5) Untuk Kerezekian, Pengasihan, Penglaris & Kewibawaan

Berikut penjelasan tentang Khasiat Manfaat Ayat Lima (5) Untuk Kerezekian, Pengasihan, Penglaris & Kewibawaan referensi dari beberapa sumber. Silahkan baca ya?

Ayat 5 itu adalah 5 ayat dalam beberapa surah yang merupakan bagian dari Al Qur'an. Pertanyaannya baca Al Qur'an bileh apa enggak? Berpahala apa enggak?

Kemudian kalau baca Al Qur'an kemudian setelah itu ada muatan doa dan permintaan boleh apa enggak? Haram apa enggak?

Jawabannya menurut saya al fakir gpp. Baca Qur'an itu bagus. Ada muatan doa setelah baca Qur'an malah lebih bagus. Mungkin bagi sebagian yang tidak memperbolehkan karena ada penamaan ayat 5. Atau ayat 5 ini punya kemampuan magis bisa ini bisa itu dsb.

Tapi kalau saya lebih kepada apresiasi kepada mereka yang mau membaca Al Qur'an apapun motif dan motivasinya. Kita harus support dan hargai. Ayuk baca Al Qur'an, baca ayat 5 dan baca juga yang lainnya ya?



Berikut ini penjelasan tentang ayat 5 yang saya ambil dari sumber ini http://ilmuparanormal.com/khasiat-ayat-lima-pelarisan-pengasihan/

Yang dimaksud ayat 5 adalah
  1. Ayat Satu – Ayat 246 dari surat AI-Baqarah :
  2. Ayat Dua – Ayat 181 dari surat Ali Imron :
  3. Ayat Tiga – Ayat 77 dari surat An-Nisa ‘ :
  4. Ayat Empat – Ayat 27 dari Surat AI-Maidah :
  5. Ayat Lima – Ayat 16 dari surat Ar-Ra’d :

Mari kita bahas satu persatu. Pembahasan ini saya ambil dari sumber diatas ya? Artinya bukan dari saya. Saya juga baru mendengar ada ayat 5. Hehehe

Ayat Satu – Ayat 246 dari surat AI-Baqarah :

Manfaatnya:
  • Meningkatkan Pancaran Aura Pengasihan, sehingga Anda lebih dihargai
  • Meningkatkan Kewibawaan didepan banyak orang
  • Bisa diwiridkan untuk memikat hati lawan jenis.

Ayat Dua – Ayat 181 dari surat Ali Imron :

Manfaat:
  • Digunakan sebagai amalan meningkatkan omset dagangan
  • Jika ditulis pada kertas kemudian dijadikan azimat, insyaAllah bisa digunakan untuk penglaris dagangan

Ayat Tiga – Ayat 77 dari surat An-Nisa ‘ :

Manfaat:
  • Jika Anda mempunyai musuh, ayat ini bisa digunakan untuk menghilangkan niat buruk musuh Anda.
  • Bisa digunakan sebagai azimat ketika bertanding seperti tinju, sepak bola, bulu tangkis dan sebagainya.

Ayat Empat – Ayat 27 dari Surat AI-Maidah :

Manfaat :
  1. Meningkatkan Pancaran Aura Pengasihan, sehingga Anda lebih dihargai
  2. Meningkatkan Kewibawaan didepan banyak orang
  3. Bisa diwiridkan untuk memikat hati lawan jenis.

Ayat Lima – Ayat 16 dari surat Ar-Ra’d :

Manfaat :
  • Meningkatkan kerezekian
  • Meningkatkan pancaran daya tarik dan pesona

Setiap satu dari lima ayat itu terdapat sepuluh huruf QAF (kaf besar), sebab itulah ayat lima ini boleh juga disebut dengan Ayat Lima Puluh QAF. Insya Allah jika anda mewiridkan ayat tersebut, keberkahan akan anda dapatkan secara terus menerus.

Demikian Penjelasan tentang khasiat ayat lima ini saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Anda dan orang sekitar Anda.

------------------------------------

Menurut beberapa yang lain membaca ayat 5 hukumnya bid'ah. Dalam sumber Referensi: https://tafsirweb.com/38689-ayat-5-lima.html ditulis sbb;

Di antara hal yang sering dibaca oleh masyarakat di Indonesia adalah ayat lima (5), yaitu kumpulan lima ayat yang disebutkan memiliki khasiat tertentu jika dibaca dengan jumlah tertentu atau dengan cara tertentu.



Entah dari mana sumber penjelasan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki khasiat tertentu, sejauh yang kami tahu selama ini tidak ada dalil yang shahih tentang hal tersebut. Karenanya, jika tidak ada dalil yang shahih tentu tidak layak untuk kita amalkan karena bisa jadi termasuk bid’ah yakni membuat-buat tatacara ibadah tertentu yang tidak dijelaskan di dalam agama Islam atau dikenal sebagai bid’ah. Karenanya kami sarankan untuk tidak mengamalkan hal tersebut.

Adapun jika ingin mengetahui tafsir atau isi kandungan penjelasan dari ayat-ayat tersebut, maka silakan saja. Berikut penjelasannya:

Ayat 1


أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا ۖ قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Arab-Latin:

a lam tara ilal-mala`i mim banī isrā`īla mim ba'di mụsā, iż qālụ linabiyyil lahumub'aṡ lanā malikan-nuqātil fī sabīlillāh, qāla hal 'asaitum ing kutiba 'alaikumul-qitālu allā tuqātilụ, qālụ wa mā lanā allā nuqātila fī sabīlillāhi wa qad ukhrijnā min diyārinā wa abnā`inā, fa lammā kutiba 'alaihimul-qitālu tawallau illā qalīlam min-hum, wallāhu 'alīmum biẓ-ẓālimīn

Terjemah Arti:

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. — Surat Al-Baqarah Ayat 246

Ayat 2


لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

laqad sami'allāhu qaulallażīna qālū innallāha faqīruw wa naḥnu agniyā`, sanaktubu mā qālụ wa qatlahumul-ambiyā`a bigairi ḥaqqiw wa naqụlu żụqụ 'ażābal-ḥarīq

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar". — Surat Ali ‘Imran Ayat 181

Ayat 3


أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

a lam tara ilallażīna qīla lahum kuffū aidiyakum wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh, fa lammā kutiba 'alaihimul-qitālu iżā farīqum min-hum yakhsyaunan-nāsa kakhasy-yatillāhi au asyadda khasy-yah, wa qālụ rabbanā lima katabta 'alainal-qitāl, lau lā akhkhartanā ilā ajaling qarīb, qul matā'ud-dun-yā qalīl, wal-ākhiratu khairul limanittaqā, wa lā tuẓlamụna fatīlā

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun. — Surat An-Nisa Ayat 77

Ayat 4

كُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْوِلْدَانِ وَأَنْ تَقُومُوا لِلْيَتَامَىٰ بِالْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِهِ عَلِيمًا

wa yastaftụnaka fin-nisā`, qulillāhu yuftīkum fīhinna wa mā yutlā 'alaikum fil-kitābi fī yatāman-nisā`illātī lā tu`tụnahunna mā kutiba lahunna wa targabụna an tangkiḥụhunna wal-mustaḍ'afīna minal-wildāni wa an taqụmụ lil-yatāmā bil-qisṭ, wa mā taf'alụ min khairin fa innallāha kāna bihī 'alīmā

Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya. — Surat An-Nisa Ayat 127

Ayat 5

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
qul mar rabbus-samāwāti wal-arḍ, qulillāh, qul a fattakhażtum min dụnihī auliyā`a lā yamlikụna li`anfusihim naf'aw wa lā ḍarrā, qul hal yastawil-a'mā wal-baṣīru am hal tastawiẓ-ẓulumātu wan-nụr, am ja'alụ lillāhi syurakā`a khalaqụ kakhalqihī fa tasyābahal-khalqu 'alaihim, qulillāhu khāliqu kulli syai`iw wa huwal-wāḥidul-qahhār

Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah". Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". — Surat Ar-Ra’d Ayat 16

Referensi: https://tafsirweb.com/38689-ayat-5-lima.html

------------------------------------------------

Intermezzo

---------------------------

Rekomendasi Peluang bisnis booming 2019

Bisa 3 bulan dapat mobil. Cara termudah dapat mobil cash tanp nyicil. Gabung dengan bisnis sinergy eco racing KLIK DISINI

Reseller Kopi Koka. Bisnis variasi Kopi tidak akan pernah ada matinya. Penikmat kopi akan menyambar apapun yang berbau kopi. Pengharum kopi, parfum kopi, sabun kopi, tasbih kopi, gelang kopi dll. Kopi koka open reseller KLIK DISINI.

Bisnis PayTren KPN. Bisnis digital PayTren. Gabung dengan komunitas KPN KLIK DISINI. Tim Kampung Paytren di Indonesia dan dunia KLIK DISINI.

Bisnis Sinery Eco Racing Otobest. Bisnis penghemat bahan bakar Sinergy ER. Gabung dengan we otobest, belasan kata kunci halaman 1 google. Biar google yang bekerja untuk anda. KLIK DISINI

Rekomendasi Produk dan Web

Rahasia Kunci Sukses. Rahasia sukses dengan amalan dan doa rezeki. KLIK DISINI

Database Grup WA: Rekomendasi web penyedia jutaan database WA Email dan No HP gratis KLIK DISINI.

Database Ribuan Grup Channel Telegram, FB & Instagram untuk segala kebutuhan anda gratis. KLIK DISINI

Download Gratis & Panduan Bisnis. Untuk anda yang mau belajar bisnis KLIK DISINI.

Belajar Hikmah Kehidupan. Untuk menjadikan pribadi yang lebih dewasa bijaksana dan kaya raya KLIK DISINI. 

-----------------------------

Nah demikian pembahasan tentang Khasiat Manfaat Ayat Lima (5) Untuk Kerezekian, Pengasihan, Penglaris & Kewibawaan. Ada yang boleh dan ada yang bilang Bid'ah.

Kalau saya pribadi go ahead. Lakukan saja. Baca saja. Dengan muatan doa apapun tidak ada masalah. Baca ayat 5 rutinkan. Dan tambah dengan ayat2 lain biar doa anda makin terbang ke langit. Jangan lupa baca arti dan terjemahan juga ya?

Share artikel Khasiat Manfaat Ayat Lima (5) Untuk Kerezekian, Pengasihan, Penglaris & Kewibawaan ini ke teman anda.

Sukses




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment