Mar 6, 2019

Lika Liku Krisis PayTren Politik Ust. Yusuf Mansur & Pindah Bisnis Lain

Ini edisi curcoll aja gan. Dibaca boleh enggak juga gpp. Curcollan saya sendiri dengan tim paytren saya yaitu tim kampung paytren. Dan juga curcoll terkait dengan apa yang terjadi di media sosial. Berikut ini artikel yang saya beri judul "Lika Liku Krisis PayTren Politik Ust. Yusuf Mansur & Pindah Bisnis Lain"


Lika Liku Krisis PayTren Politik Ust. Yusuf Mansur & Pindah Bisnis Lain

Yang baca curhatanku silahkan. Yaitu tentang Lika Liku Krisis PayTren Politik Ust. Yusuf Mansur & Pindah Bisnis Lain.

Apakah paytren sekarang ini sedang krisis?

Ya. Krisis ke dua. Krisis di manajemen dan krisis kepercayaan mitra kepada manajemen. Apalagi ditambah UYM bermain politik tambah lagi dah. Ust. Yusuf Mansur mendukung 01 yang mana tentu saja bikin kecewa paytreners pendukung 02.


Karena biasanya pendukung 02 adalah militan. Mereka yang mendukung perjuangan ekonomi umat dengan segala daya dan upayanya. Namun ternyata UYM mendukung 01 yang menyebabkan mereka kecewa dan sebagian malas jalanin bisnis paytrennya. Sebagian lagi uninstall.

Sebagian pendukung 02 ini begitu militan sehingga ketika ada paytreners lain yang pindah bisnis maka mereka akan marah dan mencapnya sebagai pengkhianat. Pengkhianat ekonomi umat. Nah loh..

Saya sebagai leader dan founder KPN merasa serba salah menghadapi hal ini. Sebab banyak mitra2 yang curhat. Tidak jarang mencaci saya karena katanya terkesan membela Ust. Yusuf Mansur.

Jadi kebingungan saya seperti ini,

Tidak boleh ada bisnis lain selain PayTren. Harus setia dengan UYM dan paytren. Setia dengan Ustadz Yusuf Mansur dan paytren.



Disisi lain

Mitra paytren jangan ikut2an UYM ke politik. Jangan dukung 01. Meski dibilang tidak setia gpp. Sebab pilpress tahun ini sudah seperti perang antara kafir dan muslim. Nah loh. AMpun dah..

Disatu sisi disuruh setia, disisi lain disuruh jangan ikut2an UYM ke politik. Khan bingung.

Sebab ada mitra saya yang sudah tidak punya penghasilan dari paytren kemudian mencari bisnis lain. Lalu mereka minta ijin ke saya. Ada juga mitra paytren yang dukung 02, lalu WA saya supaya tidak menggiring opini untuk ikut UYM. Ada lagi yang lain dimana meminta saya tidak ikut2an bahas politik.

Pokoknya buanyak yang WA saya. Mitra yang sekedar ingin curhat, atau laporan, atau meminta saya begini dan begitu. Terus saya curhatnya ke siapa dong.. Hehehe


Curhat Sahabat Sekarang Ini Semua Serba Salah

Silahkan bagi yang mau baca, bacalah dengan membawa prasangka yang baik ya? TUlisan ini sebenarnya hanya untuk mitra saya saja. Sudah saya share di grup. Saya share disini mudah2an membawa kebaikan.

Beberapa waktu lalu ada yang curhat ke saya

"Eyang mohon maaf saya lagi tidak fokus di paytren, ribed" Gitu kurang lebih.

Lalu saya jawab: "Laah kok bisa, kenapa?. Ya sudah. Iya gak apa-apa. Apa saja yang penting kamu senang dan bahagia"

Saya menjawab demikian supaya ybs tidak marah dan kecewa. Supaya ada jawaban kesejukan dan keteduhan.

Dilain waktu ada yang curhat ke saya begini: "Eyang saya minta maaf, paytren sedang tidak saya jalanin. Saya main di bisnis sebelah. Urusan beras"

Saya menjawab: "Waduuh gitu ya? Ya sudah Iya gak apa2 kalau urusan beras mah. Silahkan kalau siap menanggung segala resikonya. Saya berlepas tangan kalau sudah bicara resiko. Yang penting KPN tetap dihati, mohon maaf kami belum bisa support bisnis paytrennya untuk saat ini"

Dia menjawab: "Kalau itu pasti eyang, KPN selamanya alias forever"

Silahkan bagi yang mau main bisnis lain dengan segala resikonya. Paling tidak untuk sekarang ini. Meskipun kalau anda tidak menoleh yang lain saya angkat 4 jempol. Kalau saya pribadi tetap paytreners. Nama saya hanya ada di PayTren. Kalaupun ada bisnis lain itu nama saudara atau keluarga lain yang jalanin alias bukan saya.

Terkait dengan hal ini ada lagi yang curhat ke saya: "Eyang si anu main bisnis lain. Pengkianat namanya"

Saya menjawab: "Ya biarkan saja, itu urusan dia dan segala resikonya. Bahkan si Anu yang kamu bilang pengkianat sudah 8 kali ikut bisnis MLM. Saya menyadari paytren lagi krisis makanya wajar dia nyari bisnis lain. Jangan dibikin ribed. Nanti ada saatnya rujuk, yaitu ketika momentum paytren bangkit sudah terjadi, percayalah"

Dilain waktu ada lagi begini: "Eyang saya tetap 02. Meskipun guru kita UYM 01. Dan saya tidak habis pikir ulama sekaliber UYM bisa2nya mencederai ijtimak ulama. Mendukung golongan penista agama. Jujur saya kecewa sehingga paytren tdk saya pake lagi dan hampir2 uninstall paytren"

Saya jawab: "Ya sudah mari doakan jagoanmu yang menang. Masalah UYM biarlah menjadi masalahnya. Yang jelas perjuangan ekonomi umat ini harus didukung. Takdir Allah tidak bisa dilawan oleh manusia sehebat apapun, termasuk UYM. Kalau memang 01 menang maka menanglah. Kalau memang takdir 02 menang maka menanglah juga"

Nah terkait dengan hal ini saya menulis beberapa artikel yang lagi viral yaitu UYM yang (konon) katanya mendukung 01. Di artikel lain saya juga membahas kelebihan 02. Biar imbang. Dan artilkelnya sejuk kok. Saya tidak pro 1 atau 2. Saya pro keluarga saya. Pro KPN. Malah semua artikel yang saya buat mengajak dewasa dalam berpolitik.

Mungkin teman2 tidak baca artikel saya secara keseluruhan sehingga ada yang kecewa dengan saya. Dan kebiasaan kita memang suka nyolot sebelum membaca keseluruhan. Hanya baca judul saja lalu marah2. Padahal judul memang saya bikin sedikit provokatif, sebab ini bahasa marketing. Biar artikel saya dibaca oleh banyak orang.



Kemudian banyak teman2 yang protes ke saya.

"Eyang jangan menggiring opini dong?"
"Meskipun UYM 01 saya tetap PAS, gak papakan berbeda dengan guru?"
"Jangan mengkianati umat islam dengan pilih 01 yang isinya PKI"
"Eyang harusnya netral jangan kayak UYM, nanti kredibilitasnya turun dan ditinggalkan mitra"

Dan protes2 lainnya. Saya menjawabnya dengan sejuk biar tidak ada salah paham. Sebab sebagian besar permusuhan disebabkan prasangka dan salah paham. Saya belajar menjadi pihak yang salah dan mengalah saja. Supaya dengannya saya juga bisa belajar dan memperbaiki diri.

Cuman saya sempat merenung begini..

Ada sahabat yang nyari beras dari sebelah "disalahkan". Diprotes. Dibilang pengkianat. Sebegitu tegakah anda mencap sahabat anda yang nyari beras untuk anak istrinya dan dibilang pengkhianat? Apakah kalau tidak nyari disebelah anda mau menanggung beras dan kebutuhan keluarga mereka?? Mau??

"Eyang saya pinjam uang 300.000 klo ada. Buat makan hari ini gak ada Eyang. Apalagi buat bayar anak sekolah yang sudah telat 3 bulan. Dan istri sudah ngomel melulu". Kata sahabat sambil berkaca-kaca.

Saya menjawab begini: "Waduuuh gimana ya? Saya juga lagi gak ada. Ini ada jam tangan siapa tahu ada yang mau beli. Saya dulu beli 750.000. Berapa aja harganya gpp. yang penting bisa buat beli beras"

"Eyang saya mau jual id titanium saya buat bayar hutang sama mau nyoba bisnis anu. Buat modal. Kira2 ada yang beli gak ya? Mungkin eyang mau beli?" Ada lagi yang curcoll

Wadawww jangan dijual. Simpen aja dulu. Siapa tahu momentum kebangkitan sudah dekat. Pciang saya.

Lalu ketika ada sahabat yang bilang " kamu pengkianat" karena nyari beras dari sebelah tadi, eh si dia malah menghujat UYM. Mengajak uninstall. "Saya kecewa dengan UYM dan saya sudah uninstall paytren". Lalu saya jawab "Orait gpp no problem"

Ada lagi sahabat yang pro UYM dengan segala pilihannya dibilang mengkianati umat islam. Dibilang kaum yang melegitimasi LGBT. Pendukung penista agama. Golongan yang suka kriminalisasi ulama dan sebareg lainnya.

Ada sahabat yang malah mencap UYM munafik, UYM haus kekuasaan, UYM bersembunyi di pemerintah supaya kasus penipuannya ditutupi, UYM begini dan begitu prasangka ini dan itu melebar kemana-mana. Pokoknya saat ini apa yang dilakukan UYM semua salaaaaaah semua. Ini salah dan itu salah.

Saya tidak bisa bayangkan, guru kita sendiri dihujat dihina dicaci maki oleh mitra paytren. Menghujat sosok yang dahulu pernah menjadi wasilah rezeki anda melalui paytren. Sebab sekecil apapun income anda di paytren, ada sosok UYM dibalik itu semua.

Apakah sekarang ini manusia sudah berubah menjadi BUAS. Memakan induk semangnya sendiri? Celakanya itu semua dilakukan karena merasa berada di pihak yang benar. Yang bisa saya lakukan dalam semua ketidak tahuan saya hanya mengelus dada sambil istighfar.

Benar juga kata sahabat saya ini bahwa, "Maha benar netizen dengan segala komentnya". Hehe


Bagi saya pilihan UYM terlepas anda setuju atau tidak adalah pilihannya yang harus kita semua hargai.. Tidak usah berlebihan.

Kayaknya dihadapan orang2 ini semua serba salah. INi salah itu salah. Lalu maumnya apa?? Apakah semua harus sesuai dengan kemauanmu kemudian kamu bisa senang?

Apakah harus tetap di paytren, jangan melirik bisnis lain, meskipun yang ngomong tidak jalanin bisnisnya jarang transaksi dan tidak pernah closing?. Tapi jangan ikut UYM, jangan terpengaruh UYM. Ntar jadi pengkianat agama. Pokoknya harus begini dan begitu, tidak boleh begono dan begunu..



Apakah "semuanya harus sesuai dengan keinginan saya dan harus sepaham dengan saya", inikah yang membuatmu bahagia?

Entahlah.. Saya juga kadang bingung...

"Harusnya khan eyang dan leader2 KPN begini, kemudian begitu kemudian begini kemudian begitu?. Harusnya khan Leader2 KPN jangan begini jangan begitu"

Iya terimakasih masukannya, saya tampung. Persaan kayak emak saya merintah ini merintah itu. Hehe. Tapi kenapa juga saya harus menuruti semua permintaan anda? Bukankah perbedaan itu biasa? Bukankah berbeda itu indah, asal masih sesuai koridor?

Apakah dengan tidak sependapat dengan anda lalu reputasi saya hancur dan saya akan anda tinggalkan? ya sudah kalau memang itu bisa membuat anda bahagia maka tinggalkanlah saya. Tidak ada masalah. Kalau dengan berbeda pendapat dengan anda reputasi saya hancur ya hancurlah saja gpp.

Anda boleh tinggalkan saya selamanya jika itu bisa membuatmu bahagia. Anda boleh membenci saya, menghujat dan mencaci maki, silahkan. Namun saya tidak akan pernah meninggalkan anda. Sebab doa saya selalu teruntuk semua KPNers tercinta.

Saya hanya ingin dan selalu berdoa supaya damai. Mari mengedepankan kesejukan dalam bergaul. Tidak harus segala seuatu itu sama seperti yang anda inginkan. Kadang ada perbedaan.. Dan ketika ada perbedaan maka tetaplah utamakan persatuan dan persahabatan.

Jangan ketika ada perbedaan tiba2 antara guru dan murid jadi musuh bebuyutan. Antara mitra dengan leader bercerai berai. Antara sahabat jadi berantem. Kalau demikian cukuplah saya bilang, "Anda semua bodoh, egois, keras kepala, keblinger. Gak punya adab sebab menghina guru kita UYM, gak punya sopan santun, gak sekolah". Silahkan kalau marah marah saja ke saya gpp.

Sebab saya ngomong begini sebenarnya jari telunjuk mengarah ke diri saya sendiri. Tentunya sambil melihat ke diri saya sendiri karena sejatinya sayalah yang harus banyak belajar.

Kalau masalah politik saya masih netral dan mendoakan keduanya. 01 menang Alhamdulillah. 02 menang juga wasyukurilah. Saya tidak akan kaku kalau bahas tema ini. Karena politik itu 5 tahun namun persahabatan kita saya menginginkan selamanya.

"Nanti kalau 5 tahun negara ini jadi PKI bagaimana Eyang?"

Itu khan prasangka saja. Kekhawatiran saja. Dan khawatir begitu sah2 saja dan bagus. Cuma lebih bagus dibalik prasangkanya, misalnya 5 tahun kedepan bismillah siapapun yang jadi pemimpin Insya Allah Indonesia bakalan menjadi negara yang maju berkah bermartabat dalam bingkai Ridho Ilahi.

Anyway...

Artikel yang saya bikin hanyalah belajar menulis sesuatu yang bisa mendewasakan kita entah tulisan umum atau tulisan yang bernuansa berpolitik. Tidak usah kaku. Tidak perlu ngotot. Saya hanya belajar menulis segala sesuatu dari sudut pandang yang bijaksana. Jadi jangan menghalangi dan memerintah saya untuk begini dan begitu. Saya tahu apa yang saya lakukan dan saya bertanggung jawab terhadap segala keputusan.

Jika dengan tulisan saya bisa merekatkan persahabatan Alhamdulillah. Itu yang saya inginkan. Namun jika dengan tulisan saya membuat reputasi saya hancur, dan ditinggalkan oleh semua mitra ya sudah. Gpp. Saya siap menerimanya dengan lapang dada. Itung2 belajar ketangguhan.

Dan semua dalam bingkai niat yang baik Insya Allah. Niat agar ada kebaikan dan keberkahan didalam semua keputusan yang saya ambil. Semoga...

Akhir kata selamat beraktifitas. Doa saya untuk anda semua dalam kebaikan selama-lamanya dunia akherat.

Salam
EAB

------------------------

Nah itu curcollan saya di grup leader.. AKhirnya plong juga hehe.

Yang mau tahu apa itu paytren dan bagaimana saya bisa sukses dengan segala dinamikanya silahkan baca2 WEB INI

Demikian Lika Liku Krisis PayTren Politik Ust. Yusuf Mansur & Pindah Bisnis Lain. Sekali lagi silahkan bagi yang mau membaca, bacalah dengan prasangka yang baik. Share artikel Lika Liku Krisis PayTren Politik Ust. Yusuf Mansur & Pindah Bisnis Lain, ini ke teman anda ya?

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment