Bisnis Sinergy Eco Racing, Cara Cepat dan Mudah Mendapatkan Mobil Cash Idaman Keluarga Anda. (Cukup Beberapa Bulan Saja). Mau Mobil Cash? KLIK DISINI >>>

Feb 2, 2019

Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan

Halo sobat.. Kali ini saya mau share tentang rahasia hukum tarik menarik atau LOA (Law of Attraction). referensi dari bukunya the Secret Ronda Byrne. Kali ini temanya tentang Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan. Maksudnya adalah apapun yang anda minta akan anda dapatkan.

Gambar dari google

Syaratnya adalah
meminta > merasa > percaya = menerima

Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan

Berikut pembahasan Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan. Meminta kalau dalam islam adalah berdoa. Berdoa kepada DZAT Yang Maha Mengabulkan Doa. Maha Bisa Mengabulkan DOA. Tidak ada yang mustahil untuk_Nya.

Syaratnya kalau kita berdoa harus dengan
  • Penuh harap cemas.. Artinya adalah ada energy harapan yang besar. Ini terkait dengan visualisasi doa kita dengan jelas dan berharap menjadi kenyataan.
  • Dengan suara lembut. Disamping ini artinya adalah dengan suara yang lemah lembut juga analoginya Doanya dengan tartil dengan jelas dan gamblang. Kalau perlu bisa dibayangkan dengan sangat detail.
  • Yakin bahwa akan dikabulkan. Doa yang ragu tidak akan terkabul


Sekali lagi doa dari hati yang lalai dan hati yang ragu tidak akan dikabulkan. Tidak akan menjelma. Harus yakin poll. Yakin kepadaYang Maha Mengabulkan DOA. Sebab ini kaitannya dengan iman. Kalau ragu berarti imannya lemah.

Nah bagaimana pendapat dari tokoh hukum tarik menarik? bagaimana tentang Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan? Simak ulasan dan pendapat dari Dr John Hagelin dan John Assaraf


DR. JOHN HAGELIN

Mekanika kuantum mengukuhkannya. Kosmologi kuantum mengukuhkannya. Bahwa pada esensinya Semesta muncul dari pikiran dan semua materi di sekitar kita hanyalah pikiran yang telah mewujud. Pada akhirnya ktia adalah sumber dari Semesta, dan ketika kita secara langsung memahami daya itu melalui pengalaman, kita dapat mulai menggunakan wewenang kita dan mulai mencapai lebih banyak hal. Mencipta segalanya.

Mengenal segalanya dari kedalaman kesadaran kita sendiri, dan akhirnya, adalah kesadaran Semesta yang mengoperasikan Semesta. Jadi, tergantung pada bagaimana kita menggunakan daya itu, secara positif dan negatif, itulah jenis tubuh (dalam soal kesehatan), itulah jenis lingkungan yang kita ciptakan.

Jadi, kita adalah pencipta, bukan saja takdir kita, tetapi pada akhirnya kita adalah pencipta takdir Semesta. Kita adalah pencipta Semesta. Jadi, sebenarnya tidak ada batas bagi potensi manusia. Yang ada hanyalah tingkat pengetahuan kita tentang dinamika yang dalam itu serta penggunaannya, suatu tingkat pemanfaatan daya kita.

Dan ini kembali berkaitan dengan tingkatan kita berpikir. Beberapa guru besar menjelaskan Semesta dengan cara yang sama seperti Dr. Hagelin, dengan mengatakan bahwa semua yang ada adalah Satu Akal Semesta, dan tidak ada tempat Satu Akal ini tidak ada. Akal ini ada dalam segala sesuatu.

Satu Akal ini adalah keseluruhan inteligensi, seluruh kearifan, seluruh kesempurnaan, serta segala sesuatu yang ada di mana-mana secara bersamaan. Jika segala sesuatu adalah Satu Akal Semesta, dan keseluruhan akal ini ada dimana-mana, semuanya ada di dalam ANDA!

Perkenankan saya membantu Adna memahami apa artinya hal tersebut bagi Anda. Ini berarti setiap kemungkinan sudah ada. Semua pengetahuan, semua penemuan di masa depan, ada di dalam Akal Semesta sebagai kemungkinan-kemungkinan, yang menunggu ditarik dan dimunculkan oleh akal manusia. Setiap ciptaan dan penemuan dalam sejarah juga telah ditarik dari Akal Semesta, terlepas dari apakah orangnya menyadarinya atau tidak.

Bagaimana Anda menariknya dari Akal Semesta? Anda melakukannya melalui kesadaran akan hal ini, dan dengan menggunakan imajinasi ajaib Anda. Lihatlah ke sekitar untuk kebutuhan-kebutuhan yang menunggu untuk dipenuhi. Bayangkan kita memiliki penemuan besar untuk melakukan ini-itu. Lihatlah kebutuhan-kebutuhan, kemudian bayangkan dan pikirkan agar kepenuhannya mewujud.

Anda tidak perlu mengerjakan penemuan-penemuan. Kemungkinan-kemungkinan itu sudah terkandung dalam Akal Mahatinggi. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mempertahankan pikiran pada hasil akhir dan membayangkan pemenuhan kebutuhan, maka Anda akan memmanggilnya untuk mewujud. Ketika Anda meminta, merasakan, dan percaya, Anda akan menerima.

Jadi pointnya adalah dari Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan. Apa yang anda yakini maka akan anda dapatkan.

Ada persediaan ide yang tak terbatas yang menunggu untuk disentuh dan dimunculkan oleh Anda. Anda menyimpan  aegala sesuatu dalam kesadaran Anda. “Akal Ilahi adalah satu-satunya realitas.”


JOHN ASSARAF

Kita semua terhubung. Kita hanya tidak melihatnya. Sebenarnya tidak ada yang disebut “di luar sana” atau “di dalam sini”. Segala sesuatu di Semesta saling terhubung. Segalanya hanyalah satu ladang energi. Jadi, bagaimanapun cara Anda melihatnya, hasilnya akan tetap sama. Kita adalah Satu.

Kita semua terhubung, dan kita semua adalah bagian dari Satu Ladang Energi, atau Satu Akal Mahatinggi, atau Satu Kesadaran, atau Satu Sumber Kreatif. Sebutlah dengan sebutan apa pun, tetapi kita semua adalah Satu. Sekarang, jika Anda memikirkan hukum tarik-menarik dalam konteks kita semua adalah Satu, Anda akan melihat kesempurnaan mutlaknya.


Anda akan mengerti mengapa pikiran-pikiran negatif Adna tentang seseorang akan memantul dan hanya melukai ANDA sendiri. Kita adalah Satu! Anda tidak dapat dilukai kecuali jika Anda memanggilnya ke dalam keberadaan Anda dengan memancarkan pikiran dan perasaan negatif itu.

Anda telah diberi kehendak bebas untuk memilih, tetapi ketika Anda berpikir pikiran-pikiran negatif dan mempunyai perasaanperasaan negatif, Anda memisahkan diri dari Yang Satu dan Semua Kebaikan.

Pikirkan setiap perasaan negatif yang ada, maka Anda akan menemukan bahwa setiap perasaan negatif ini berdasar pada rasa takut. Pikiran negatif datang dari pikiran-pikiran pemisahan dan dari melihat diri Anda sebagai terpisah dari orang lain.

Persaingan adalah sebuah contoh dari pemisahan. Pertama, ketika Anda mempunyai pikiran persaingan, pikiran tersebut datang dari mentalitas serba kekurangan ketika Anda mengatakan bahwa persediaannya tidak cukup. Anda mengatakan bahwa persediaan tidak cukup untuk kebutuhan setiap orang, jadi kita harus bersaing dan bertengkar untuk mendapatkannya.

Ketika Anda bersaing, Anda tidak pernah bisa menang, bahkan jika Anda berpikir Anda telah menang. Menurut hukum tarik-menarik, ketika bersaing, Anda akan menarik banyak orang dan situasi untuk bersaing melawan ANDA dalam segala aspek kehidupan Anda, dan pada akhirnya Anda akan kalah.

Kita semua adalah Satu, jadi ketika Anda bersaing, Anda bersaing melawan ANDA. Anda harus mengeluarkan persaingan dari benak, dan menjadi benak yang kreatif. Hanya berfokus pada impian Anda, visi Anda, dan singkirkan semua persaingan dari pikiran Anda.

Semesta adalah pasokan dan pemasok segala sesuatu. Segala sesuatu datang dari Semesta, dan dikirim kepada Anda melalui orang, situasi, dan peristiwa oleh hukum tarik-menarik. Anggaplah hukum tarik-menarik sebagai hukum pasokan. Ini adalah hukum yang memampukan Anda untuk menarik atau mengambil dari pasokan yang tak terbatas.

Ketika Anda memancarkan frekuensi yang tepat dari keinginan Anda, orangorang yang tepat, situasi yang tepat, dan peristiwa yang tepat akan tertarik kepada Anda dan dikirim kepada Anda!

Bukanlah orang-orang yang memberikan hal-hal yang Anda inginkan kepada Anda. Jika Adna mempertahankan keyakinan yang keliru ini, Anda akan mengalami serba kekurangan karena Anda memandang dunia dan orang-orang di luar Anda sebagai pasokan. Pasokan yang sesungguhnya adalah suatu ladang yang tidak kasatmata, terlepas dari apakah Anda menyebutnya sebagai Semesta, Akal Mahatinggi, Tuhan, Inteligensi Tak Terbatas, atau apa pun.

Manakala Anda menerima sesuatu, ingatlah bahwa Anda telah menariknya ke diri Anda melalui hukum tarik-menarik, dengan menempatkan diri pada frekuensi itu, dan menyelaraskan diri dengan Pasokan Semesta, Inteligensi Semesta yang menyediakan segalanya akan menggerakkan orang, situasi, dan peristiwa untuk memberikannya kepada Anda, karena inilah kerja hukum ini.

------------------------------

Nah itu dia pembahasan dari tokoh LOA (Law of Attraction) tentang tema Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan. Kalau dalam Islam meminta = doa. Doa harus yakin dikabulkan. Sebab DIA sesuai prasangka hamba_Nya.

Sepakat ya? Wallahu A'lam

Demikian Hukum Tarik Menarik Meminta, Merasa, Percaya= Menerima/ Mendapatkan semoga bermanfaat. Share ke teman anda ya?





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment