Jan 11, 2019

Ketika Kita Belum Juga Kaya Sukses Makmur & Sejahtera

Siapa yang mau sukses? Siapa yang sudah berdoa agar bisa hidup sukses dan kaya? Sayangnya doa anda belum juga terkabul khan? Makanya saya buat artikel dengan judul Ketika Kita Belum Juga Kaya Sukses Makmur & Sejahtera.

Gambar dari google

Artikel ini mengambil hikmah dari kisah Ashabul Kahfi. Yang mau baca kisah lengkapnya bisa baca disini. Tulisan ini sudah saya share di grup bisnis saya dan saya mau share ulang di blog ini. Cek it dot ya gan?


Ketika Kita Belum Juga Kaya Sukses Makmur & Sejahtera

Ketika Kita Belum Juga Kaya Sukses Makmur & Sejahtera apa yang harus kita lakukan? Mengapa kita belum kunjung hidup kaya dan sukses? Baca ya?

Jumat Inspiration 11 Januari 2019

Sudah sering baca surah Al Kahfi khan? Paling tidak baca 10 ayat pertama setiap hari sekali. Biar selamat dari fitnah Dajjal.

Jadi dahulu kala di Romawi ada sebuah kerajaan dikota Aphesus dengan Raja yang baik adil dan bijaksana. Istananya terbuat dari emas. Tanahnya subur makmur. Namun sayang sang raja akhirnya meninggal.


Setelah raja itu meninggal dunia, berita kematiannya didengar oleh seorang raja Persia bernama Diqyanius. Ia seorang raja kafir yang amat congkak dan dzalim. Ia datang menyerbu negeri itu dengan kekuatan pasukannya, dan akhirnya berhasil menguasai kota Aphesus. Olehnya kota itu dijadikan ibukota kerajaan, lalu dibangunlah sebuah Istana.

Raja itu membangun istana yang sangat megah, terbuat dari batu marmar. Panjangnya satu farsakh (= kl 8 km) dan lebarnya pun satu farsakh. Pilar-pilarnya yang berjumlah seribu buah, semuanya terbuat dari emas, dan lampu-lampu yang berjumlah seribu buah, juga semuanya terbuat dari emas. Lampu-lampu itu bergelantungan pada rantai-rantai yang terbuat dari perak.

Tiap malam apinya dinyalakan dengan sejenis minyak yang harum baunya. Di sebelah timur serambi dibuat lubang-lubang cahaya sebanyak seratus buah, demikian pula di sebelah baratnya. Sehingga matahari sejak mulai terbit sampai terbenam selalu dapat menerangi serambi.

Raja itu pun membuat sebuah singgasana dari emas. Panjangnya 80 hasta dan lebarnya 40 hasta. Di sebelah kanannya tersedia 80 buah kursi, semuanya terbuat dari emas.

Demikianlah raja itu berada di atas singgasana kekuasaan selama tiga puluh tahun. Selama itu ia tidak pernah diserang penyakit apa pun, tidak pernah merasa pusing kepala, sakit perut, demam, berliur, berludah atau pun beringus. Setelah sang raja merasa diri sedemikian kuat dan sehat, ia mulai congkak, durhaka dan dzalim. Ia mengaku-aku diri sebagai “tuhan” dan tidak mau lagi mengakui adanya Allah s.w.t.

Singkat cerita 6 orang yang tak lain adalah pelayan utama sang Raja melarikan diri ke Gua karena menghindar dari kezaliman Raja. Diperjalanan 6 orang pelayan raja bertemu penggembala bersama anjingnya. Dan jadilah 7 orang bersama seekor anjing melarikan diri dari pengejaran Raja Dygianus.


Hikmah Kisah Ashabul Kahfi


Hikmah kisah Ashabul Kahfi tentu ada banyak sekali. Salah satunya tentang kisah sang raja yang akhirnya mengaku dirinya menjadi Tuhan. Setelah diberikan berbagai karunia dan kenikmatan malah melawan Tuhan Sang Pencipta.

Hikmahnya adalah: Jika kita minta hidup kaya makmur dan sejahtera, pasti Allah kabulkan. Apa sih yang Allah gak bisa? Semua mudah.

Cuman apakah kita yakin kalau sudah kaya makmur sejahtera kemudian tidak timbul kecongkakan dalam hatinya?. Apakah yakin kita tidak tergoda berbuat zalim, ujub, riyak, sombong dengan kekayaannya kemudian merendahkan orang lain. Yakin?

Celakanya kita tidak bisa menjamin kalau kita makmur sejahtera masih bisa merendahkan diri. Lihat saja kisah raja diatas, yang kemudian mengaku dirinya sebagai Tuhan. Kira2 apakah kita lebih baik dari Raja Dyqyanius yang pintar, cerdas namun berakhir dengan kecongkakan?

Oleh sebab itu berdoalah meminta hidup kaya sukses makmur sejahtera. Tetapi mulailah dengan niat yang sangat kuat bismillah. Iringi dengan ketangguhan jiwa dan raga sehingga nantinya ketika doa sudah terkabul kita tidak tergoda dengan rayuan syetan. Tetap kalem dan bisa mengendalikan diri apapun yang terjadi.

Jangankah ketangguhan, wong dapat tantangan sdikit saja sudah lelah lalu menyerah. Jangankan kalem, lihat kawan kita yang tidak sejalan aja sudah nyinyir dan mencela?

So...

Kuatkan lagi niat sekuat-kuatnya seteguh-teguhnya.. "Robb kuatkan kami ketika doa kami sudah engkau kabulkan.. Aamiin"

Dan seandainyapun doa anda belum juga terkabul maka yakinilah bahwa itu semua terbaik. Artinya kita memang belum siap hidup makmur. Takdir memaksa demikian supaya saya dan anda semua tidak terjerumus dalam lembah kecongkakan dan kesombongan. Maka ucapkan Alhamdulillah.

Met aktifitas
EAB

Demikian artikel Ketika Kita Belum Juga Kaya Sukses Makmur & Sejahtera yang saya ambil dari hikmah kisah Ashabul Kahfi. Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment