Jan 9, 2019

Bahaya Kata-Kata Mengecilkan & Merendahkan Orang Lain

Kita seringkali meremehkan orang lain. Atau mungkin maksud kita tidak meremehkannya karena hanya sekedar mengatakan kenyataan. Namun tahukah anda bahwa kata-kata pengecilan anda bisa menjadi bahaya bagi teman anda? Bahaya Kata-Kata yang dimaksudkan untuk Mengecilkan & Merendahkan Orang Lain gan

Gambar dari google

Sebab kalau kata2 anda dimasukkan kedalam hatinya alamat menjadi awal petaka jangka panjang. Anda mungkin tidak tahu sahabat anda sekarang ini cacat karena kata-kata anda dahulu.

"Motor kamu kurang Gahar bro. Mosok temen2 kita motornya motor laki yang gahar ente pake matic?"

Ternyata teman anda memasukkannya dalam hati dan nekad beli motor laki. Baru beberapa kali dipakai motornya nabrak tiang yang menyebabkan temanmu cacat seumur hidup. Mungkin bagimu tidak begitu dipikirkan, namun bagi temanmu ini adalah bencana.


Lebih baik apapun yang terjadi ucapkan yang baik pada temanmu atau saudaramu atau tetanggamu. Mungkin saja tetanggamu rumahnya belum bagus, tetapi tidak usah dikatakan. Sebab semua orang sudah tahu. Lebih baik katakan hal yang baik-baik saja.

"Teduh ya rumahmu ini. Kayaknya disurga nanti jadi istana" Ini khan terdengar lebih enak.


Bahaya Kata-Kata Mengecilkan & Merendahkan Orang Lain

Berikut sebuah tulisan tentang Bahaya Kata-Kata Mengecilkan & Merendahkan Orang Lain dari seorang sosiawan. SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI BISA BERBAHAYA. By: bang Herry Sosiawan , ketua NMI

1. Sedikit sekali Menghargaimu

Seorang teman bertanya : 'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".

Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".

"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".

Sejak saat itu temanmu jadi membenci pekerjaannya. lalu dia meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini temanmu malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

2. Terlalu sempit Rumahmu

Saat arisan seorang ibu bertanya : "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.


3. Hadiah Suami Apa?

Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"

"tidak ada" jawab adiknya pendek.

Saudara laki2 nya berkata lagi : "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ?  Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya.

4. Sang Kakek dan Anaknya

Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?"

Si kakek menjawab : "Sebulan sekali".

Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

APA SEBENARNYA KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT KETIKA BERTANYA SEPERTI PERTANYAAN2 DIATAS ITU ???

Jagalah diri dan jangan mencampuri kehidupan orang lain.

Jangan Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dan lain2

Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah sebenarnya yang menyalakan sumbunya..

Semoga bermanfaat...

--------------------------------

Setelah membaca artikel ini masihkan anda nyinyir ke orang lain? Apakah anda tega ketika suatu saat nanti kata2 nyinyir anda menjadi sebab teman anda menderita selamanya? Tegakah anda? Kalau tega berarti anda bukan manusia.

Yuk biasakan kata2 positif. Sebab Bahaya banget Kata-Kata Mengecilkan & Merendahkan Orang Lain. Khususnya dalam jangka panjang. Apalagi sudah masuk kehati. Alamat endingnya buruk.

Demikian Bahaya Kata-Kata Mengecilkan & Merendahkan Orang Lain. Semoga menjadikan kita semakin mampu menjaga lidah ini. Aamiin




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment