Nov 5, 2018

Hati-Hati Kecanduan Gadget HP/ Nomophobia Bisa Mengganggu Hubungan Rumah Tangga

Gadget itu seperti 2 sisi mata uang. Satu sisi menguntungkan sisi lainnya merugikan. Banyak yang memanfaatkan gadget bisa kaya raya dalam waktu cepat namun banyak juga gara2 HP antar tetangga jadi ribut, suami istri jadi ribut.

Gambar dari google

Nah saya ambil sumber dari sini, silahkan coba apakah anda mengalaminya?

Apakah Anda sering merasa tidak nyaman jika gadget tidak bersama Anda? Apakah Anda merasa keberatan atau enggan jika tidak memegang gadget, meskipun hanya sebentar? Apakah Anda sering menggunakan gadget di waktu makan?

Apakah Anda terkadang-kadang memeriksa status gadget di tengah malam? Apakah Anda lebih sering berinteraksi dengan gadget Anda daripada berinteraksi dengan orang lain? Apakah Anda menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain?



Apakah Anda lebih sering bermain gadget padahal Anda tahu seharusnya Anda melakukan sesuatu yang lebih produktif? Apakah Anda berkencenderungan untuk menggunakan gadget, padahal di saat yang bersamaan sedang dihadapkan kepada sibuknya pekerjaan di kantor?

Kalau iya maka anda terkena penyakit nomophobia (no mobile phobia), yaitu kekhawatiran terhadap aktivitas sehari-hari tanpa melibatkan smartphone

Apa Gejala Nomophobia?

Berikut saya ambil dari sumber disini:  Gejala Nomophobia adalah Anda terus-menerus memeriksa untuk melihat apakah seseorang telah mengirim SMS atau mengirim email kepada Anda.

Jika telepon Anda mati karena tidak memiliki baterai atau Anda tidak memiliki koneksi internet, ini membuat Anda cemas.

Anda orang pertama yang mengunggah tentang apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda lakukan, dan apa yang Anda rencanakan.

Anda terobsesi mendapatkan like pada unggahan Anda. Hal ini meningkatkan kebutuhan Anda untuk mengunggah lebih banyak tentang pengalaman Anda.

Bila Anda bersama teman, Anda selalu menggenggam ponsel. Terkadang, Anda tidak dapat mengikuti percakapan dengan teman karena Anda sibuk dengan ponsel.



Sungguh berbeda jauh namun mirip2 antara orang jaman sekarang dengan ulama jaman dahulu. Simak apa kata Habib Bahar yang kurang lebih begini

Kamu gak bisa tidur kalau gak pegang HP, ulama salag gak bisa tidur kalau gak pegang Al Qur'an
Kamu satu menit gak megang HP, galau gelisah Ulama salaf satu menit gak pegang Qur'an galau
Jadi kalau kamu mau liat ulama kesibukan salaf, lihatlah bagaimana kesibukan kamu pegang HP
Kamu bangun tidur pegang HP, Ulama salaf bangun tidur pegang Al Qur'an, baca Al Qur'an 

Tips Mengurangi Ketergantungan terhadap Gadget atau HP
  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang berjalan, apalagi mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Utamakan keselamatan dan lupakan gadget Setidaknya yang bisa dilakukan adalah menghentikan kendaraan untuk melihat berita yang muncul pada gadget untuk mengantisipasi adanya kabar penting.
  • Atur waktu penggunaan gadget, khususnya dalam hal membatasi kesempatan penggunaannya. Misalnya, siang hari setelah pekerjaan selesai (menjelang makan siang). Batasi juga penggunaannya, misalnya hanya maksimal tiga jam.
  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang makan malam bersama, pada acara keluarga, dan saat liburan bersama. Utamakan bentuk komunikasi secara langsung agar Anda dan keluarga dapat menikmati kebersamaan dan menjalin kedekatan.
  • Tentukan area bebas Hindari menggunakannya ketika berada di kamar mandi, dapur, dan kamar tidur.
  • Tips-tips di atas juga dapat diterapkan kepada anak Anda yang sudah beranjak remaja atau anggota keluarga yang lain.

Hati-Hati Kecanduan Gadget HP/ Nomophobia Bisa Mengganggu Hubungan Rumah Tangga

Hati-Hati Kecanduan Gadget HP/ Nomophobia Bisa Mengganggu Hubungan Rumah Tangga. Sebaiknya baik suami atau istri benar2 membatasi penggunaan gadget ketika sedang berkumpul. Hargai keberadaan pasangan anda.

Bayangkan saja sebuah keadaan seperti ini..

Pada saat masa berkumpul dengan keluarganya Ibu Budi malah mainan HP atau gadgetnya, sementara disisi lain ia marah ketika anaknya yang masih SD mainan HP. Anaknya dibentak habis2an ketika mencuri2 waktu nonton HP. Namun Bu Budi tidak mendidik dengan contoh yang baik.

Supaya anaknya diam, Bu Budi memberikan HP lainnya untuk menonton chanel mainan anak2 sementara Bu Budi Asyik dengan Gadgetnya sendiri. Ini khan bukan contoh yang baik.

Pada suatu malam selepas pulang kerja Pak Budi ingin berkumpul dengan anak2 dan istrinya. Pak Budi menghampiri istrinya di ranjang dimana saat itu Bu Budi sedang asyik mainan dengan Gadgetnya sendiri.



Pak Budi hendak melepas lelah setelah seharian bekerja dengan cara ngobrol santai dengan istrinya. Pak Budi tiduran disebelah istrinya sambil memeluk dari belakang. Namun Bu Budi diam saja, dan masih asyik dengan HP nya.

Pembicaraan terasa hambar karena Bu Budi sering gak nyambung.. "Mah itu tanaman sudah disiram belum tadi?" Tanya Pak Budi

"Haa apaan?" Jawab Bu Budi yang tidak konsen sebab asyik dengan HPnya

"Bunga ma, sudah disiram belum?" Kata pak budi bertanya kembali

"Oooh udah". Gitu jawab Bu Budi singkat

Pak Budi lalu menengok apa sih yang sedang dilihat oleh Bu Budi. Ooo ternyata sedang liat2 barang2 yang dijual online seperti sepatu, baju, jilbab, kosmetik dll.

Ya sudahlah, namanya juga wanita, batin Pak Budi. Lalu Pak Budi turun ranjang dan menemui anak2nya dibawah ranjang yang sedang nonton youtube.

"Dek mainan sama papah yuk?" Kata Pak Budi

"Ayuuk Pah, mainan boneka ya?" Jawab anaknya. Namanya anak kecil itu paling suka kalau mainan sama orang tuanya apalagi sama ibunya. Eh ibunya malah sibuk dengan HP.

Lalu Pak Budi dengan anaknya asyik mainan boneka sampai anaknya mengantuk dan tidur, sementara istrinya masiiih saja asyik dengan HPnya.

Esoknya sama saja. Bangun tidur yang dilihat adalah Gadget, mau masak sesekali lihat gadget, mau ngepel lihat gadget dulu. Bahkan mau belanja ke warung beli garam bawa Gadget yang sudah diisi dengan paket data. Padahal dirumah Pak Budi ada Wifi. Bu Budi seakan2 tidak mau lepas dari gadget barang satu detik. Kecanduan Gadget, nomophobia namanya.

Begitu terus sampai berbulan-bulan dan Pak Budi mencoba sabar sambil sesekali menasehati istrinya. Namun nasehat lembut Pak Budi kayaknya hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Pada suatu malam kejadiannya sama. Ketika Pak Budi tiduran diranjang disamping istrinya ngobrol sebentar, eeh Bu Budi malah bergeser dan pindah disisi yang lain menjauhi dan membelakangi Pak Budi suaminya sendiri.

Setelah diintip ternyata istrinya sibuk Wa an dengan ibu2 RT dan ibu2 pengajian. Ngerumpi. Pak Budi mulai kesal dan hilang kesabaran. Namun ia masih bisa mengendalikan diri sebab kodrat wanita memang suka ngerumpi dengan ibu2 lain, dan pak budi memilih keluar kamar, dan bermain dengan anaknya diruang tamu.

Esoknya lebih mengerikan lagi. Pak Budi masih mencoba tiduran jejer dengan istrinya sambil mencoba ngobrol. Lagi2 Bu Budi bangkit dari tempat tidurnya dan pindah disisi yang lain seakan-akan kehadiran pak budi Begitu mengganggu.

Setelah melirik gadget istrinya ternyata istrinya sedang online di media sosial dan asyik menjawab komentar di status faceboonya yang mana kebanyakan yang komen adalah laki-laki. Bu Budi senyum2 sendiri seakan-akan merasa asyik dan bangga karena di puji di facebook.

Laki2 yang memujinya di facebook di kolom komentar dibalasnya terus menerus sehingga sampai ratusan komen. Bahkan beberapa yang like di inbox, "Makasih likenya ya Om?"

Sebenarnya pak Budi merasa sangat risih dan jijik dengan obrolan yang tidak bermutu di facebook istrinya. Namun ia masih mencoba bersabar.

Waktu berjalan Pak Budi berpikir mungkin ini salahnya yang jarang memuji istrinya sehingga mencari pujian diluar yakni di media sosial. Lalu esoknya dan berlalu beberapa minggu pak budi mulai lebih perhatian dengan memujinya. Sering WA dengan kata2 manis, dengan harapan istrinya terhibur dan mau lepas dari gadget.

Nampaknya Bu Budi senang dengan hal ini, sebab pujian datang dari berbagai penjuru. Dari suaminya dan dari media sosial. Sayangnya Bu Budi mau keduanya.

Pada akhirnya Pak Budi benar2 hampir habis kesabarannya ketika dimalam yang lain Bu Budi bangkit dari ranjang tidak mau disentuh dan diajak ngobrol oleh suaminya. Pak Budi melihat istrinya senyum2 sendiri, cekikikan sendiri. Merasa senang dan bahagia.

Kalau Pak Budi mau pinjam HP nya direbut kembali sama sang istri seakan-akan ada rahasia besar. Pak Budi merasa curiga.

Setelah pak budi cek ternyata istrinya merasa senang sebab ngobrol di grup wa bersama laki-laki lain dan bapak2 lain. Di grup itu isinya bapak2 dan ibu2, namun dimalam itu ada ratusan chat hanya dalam waktu beberapa menit saja yang mana isinya adalah obrolan Istrinya dengan 4 atau 5 laki-laki lain.

Pak Budi tahu karna pak budi juga ada di grup itu. Sebagai suami Pak Budi merasa malu dengan anggota grup lainnya yang barangkali membatin bahwa istri pak budi terlalu murahan, sampai tengah malam masih saja chit chat.

Mungkin saja saat HP nya mau dipinjam kemudian direbut kembali sama istrinya ia sedang ngobrol dengan laki-laki lain? Bisa jadi. Begitu batin Pak Budi.

Mendidih darah Pak Budi yang merasa risih istrinya seakan-akan jadi santapan banyak laki-laki lain. Meski obrolan santai namun bahasa2 centil dan nakal dari istrinya membuat Pak Budi merasa sangat marah.

Bagaimana tidak risih dan marah? Istrinya lebih memilih asyik cekikikan, senyum2 sendiri dengan laki-laki lain dari pada bermain dengan anaknya atau ngobrol santai dengannya. Malu, risih, marah, menjadi satu.

Esoknya Pak Budi melakukan hal yang salah. Ia ingin balas dendam. Ia japri mantan2nya dahulu, dan bertanya khabar berita. Sebab dahulu saat masih mudah Pak Budi digemari oleh banyak wanita. Pak Budi seakan2 mencoba ngobrol asyik dengan mantan2nya dahulu padahal tujuannya untuk balas dendam.

Suatu ketika Bu Budi cek HP Pak Budi ketika Pak Budi sedang ronda dan melihat obrolan antara suaminya dengan mantan2nya. Mendidih darah Bu Budi marah luar biasa. Ia merasa sudah dikhianati, padahal istrinyalah yang mulai.

Pada akhirnya terjadilah percekcokan hebat dalam rumah tangga Pak Budi hanya gara2 HP....

Waspadalah.


Waspadalah, 90 Persen Perceraian Berawal dari Kecanduan Gadget

Saya copas dari sumber disini ditulis sbb: Perlahan tapi pasti dan seringkali tidak disadari, kehadiran gadget, apalagi bagi yang sudah kecanduan menggunakannya, merasuk terlalu jauh dalam hubungan pernikahan. Dan secara perlahan keintiman antara pasangan memudar, dan memberikan dampak negatif (buruk) terhadap keharmonisan hubungan rumah tangga.

Menurut Psikolog Seksual, Zoya Amirin, apabila sepasang suami istri tidak bisa mengendalikan penggunaan gadget, maka gadget dapat mempengaruhi psikologis dan kehidupan seksual pasangan suami istri, yang pada gilirannya menyebabkan keretakan rumah tangga.



Hal tersebut disampaikan Zoya, berdasarkan banyaknya keluhan klien mengenai hubungan seksual dengan pasangannya karena kecanduan gadget hingga penggunaannya dibawa ke atas ranjang.

Lalu bagaimana pengaruh gadget terhadap keharmonisan dalam rumah tangga di Kabupaten Berau? Ternyata lebih mencengangkan lagi. Betapa tidak, 90 persen lebih akar permasalahan dalam kasus perceraian, berawal dari kecanduan gadget, khususnya lupa diri dalam bermedia sosial (medsos).

“Faktor penyebab perceraian itu banyak sekali, mulai dari ketidakharmonisan, kekerasan dalam rumah tangga hingga perselingkuhan. Tapi dari sekian banyaknya kasus perceraian di Kabupaten Berau, ternyata setelah ditelusuri lebih jauh, lebih dari 90 persen berawal dari lupa diri dalam bermedia sosial,” ungkap salah satu pengacara kasus perceraian yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Ditemui terpisah, Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau, Etna Anjani Trunoyudho mengatakan, pada dasarnya penggunaan gadget yang berlebihan mempunyai dampak mengurangi kualitas hubungan di dalam keluarga.

"Sebaiknya di dalam keluarga ada kesepakatan penggunaan gadget, baik untuk anak dan orangtua. Yang lagi trend adalah 18-21, artinya pada pukul 18.00-21.00 dimana biasanya ayah, ibu, anak sudah berada seluruhnya di rumah, maka buatlah aktifitas bersama tanpa gadget. Misalnya, makan malam bersama (no gadget) sambil menceritakan keseharian masing-masing, menemani anak belajar atau bermain," imbuhnya.

Sekali lagi Hati-Hati Kecanduan Gadget HP/ Nomophobia Bisa Mengganggu Hubungan Rumah Tangga dan bisa berakibat fatal yaitu perceraian.

Share ke teman anda yang tidak bisa lepas dari HP. Bilang bahwa kebiasaan main HP berlebihan itu membahayakan.

Semoga sukses





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment