Oct 6, 2018

Biografi dan 34 Wasiat Penting Habib Umar Bin Hafidz

Kali ini artikel dengan judul Biografi dan 34 Wasiat Penting Habib Umar Bin Hafidz. Ada 34 nasehat, pesan, wasiat dan wejangan dari al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang perlu kita tahu.

Gambar dari Google

Dalam sebuah sumber disebutkan bahwa:

Habib Ali Al jufri berkata : jika engkau ingin melihat akhlak nabi maka lihatlah habib Umar bin Hafidz
Al habib umar bin hafidz berkata : jika engkau ingin melihat wajah nabi.maka lihatlah habib Ali al jufri, wajahnya mirip dengan nabi.
Wallahu`alam

Baca juga


Biografi Singkat al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz


Berikut ini Biografi Singkat dari al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Hafidz

al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang dilahirkan pada hari Senin, 27 Mei 1963 M [Kalender Hijriyah: 4 Muharram 1383], adalah seorang ulama dunia era modern. al-Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman di mana dia mengawasi perkembangan di Dar-al Musthafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemennya

Dia terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim-ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad

Dia dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim

Dia telah mampu menghafal Al-Qur'an pada usia yang sangat muda dan juga menghafal berbagai teks inti dalam fikih, hadits, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyak ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim.

Dia pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah SWT. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan zikir.

Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi.

Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung-jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum ia mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah.

Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat di mana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al-Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.


Nasab Habib Umar Bin Hafidz


Berikut ini adalah Nasab al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang juga saya ambil sumbernya dari wikipedia.

Nasabnya adalah sbb

Sumber gambar google

Dia adalah al-Habib ‘Umar
  1. putera dari Muhammad
  2. putera dari Salim
  3. putera dari Hafiz
  4. putera dari Abd-Allah
  5. putera dari Abi Bakr
  6. putera dari‘Aidarous
  7. putera dari al-Hussain
  8. putera dari al-Shaikh Abi Bakr
  9. putera dari Salim
  10. putera dari ‘Abd-Allah
  11. putera dari ‘Abd-al-Rahman
  12. putera dari ‘Abd-Allah
  13. putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf
  14. putera dari Muhammad Maula al-Daweela
  15. putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi
  16. putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad
  17. putera dari ‘Ali
  18. putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat
  19. putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam
  20. putera dari ‘Alawi
  21. putera dari Muhammad
  22. putera dari ‘Alawi
  23. putera dari ‘Ubaidallah
  24. putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad
  25. putera dari ‘Isa
  26. putera dari Muhammad
  27. putera dari ‘Ali al-‘Uraidi
  28. putera dari Ja’far al-Sadiq
  29. putera dari Muhammad al-Baqir
  30. putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin
  31. putera dari Hussain sang cucu laki-laki,
  32. putera dari pasangan ‘Ali
  33. putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra
  34. puteri dari Rasul Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

34 Wasiat Penting Habib Umar Bin Hafidz




Berikut ini Wasiat dan Nasihat penting dari Habib Umar Bin Hafidz. Sumber Wikipedia
  1. Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu, niscaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah
  2. Barang siapa semakin mengenal kepada Allah niscaya akan semakin takut kepada-Nya.
  3. Barang siapa yang tidak mau duduk dengan orang-orang yang beruntung, bagaimana mungkin ia akan menjadi orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang duduk dengan orang-orang yang beruntung, bagaimana mungkin ia tidak akan menjadi orang yang beruntung.
  4. Barang siapa menjadikan kematiaannya sebagai pertemuan dengan Sang Kekasih (Yaitu Allah swt dan Rasul-Nya), maka kematian itu merupakan hari raya baginya.
  5. Barang siapa percaya dan yakin pada risalah diutusnya Nabi Muhammad saw, maka ia akan mengabdi dan menannggung sabar karenanya. Dan barang siapa percaya yang membenarkan risalah kerasulan Muhammad saw, maka ia akan mengorbankan harta dan jiwa untuknya.
  6. Kedekatan seseorang dengan para nabi di hari kiamat menurut kadar perhatiannya terhadap dakwah saat orang tersebut berada di alam dunia.
  7. Betapa anehnya penduduk bumi ini, semua yang berada di bumi ini adalah pelajaran, namun mengapa mereka tidak mau belajar darinya. Kukira tidak ada sejengkal tanahpun di muka bumi, kecuali di situ ada ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mau mempelajarinya.
  8. Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan seburuk-buruk nafsu adalah yang diikuti.
  9. Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia sama sekali tidak akan sampai pada Tuhannya. Ketahuilah bahwa kedekatan manusia terhadap Allah swt menurut kadar kebersihan jiwanya.
  10. Jikalau sebuah hati telah terbuka, maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.
  11. Barang siapa yang mempunyai samudra ilmu, kemudian kejatuhan setetes hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan merusak samudra tersebut.
  12. Sesaat dari saat-saat khidmat (pengabdian), lebih baik daripada melihat Arsy(singgasana Allah swt) dan seisinya seribu kali.
  13. Menyatunya seorang murid dengan gurunya, merupakan permulaan di dalam menyatunya dengan Rasulullah SAW. Sedangkan menyatunya dengan Rasulullah SAW, merupakan permulaan untuk lupa kepada yang selain Allah swt
  14. Manusia di setiap waktu senantiasa terdiri dari dua golongan. Golongan pertama adalah, golongan yang diwajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas sujud. Sedangkan golongan kedua adalah, golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas keingkaran.
  15. Barang siapa yang menuntut keluhuran, maka tidak akan peduli terhadap pengorbanan.
  16. Sesungguhnya di dalam sujud terdapat hakikat, yang mana apabila cahanya turun pada hati seorang hamba, maka hati tersebut akan sujud selama-lamanya dan tidak akan mengangkat kepala dari sujudnya.
  17. Yang wajib bagi kita yaitu harus menjadi da’i(menyampaikan apa yang kita ketahui) dan tidak harus menjadi qodli(hakim/orang yang memutuskan suatu perkara dalam agama) ataupun mufti (orang yang memberikan fatwa)
  18. Arti dakwah adalah memindahkan manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah swt dan dari keberpalingan kembali menuju Allah swt, serta dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik
  19. Syetan itu mencari sahabat-sahabatnya dan Allah pula yang menjaga kekasih-kekasih-Nya.
  20. Apabila semakin agung nilai ibadah dalam hati seseorang maka ringanlah semua kebiasaan baginya dan akan keluar keagungan kebiasaan dari dirinya.
  21. Apabila benar keluarnya seseorang di dalam berdakwah, maka ia akan naik ke derajat yang tinggi.
  22. Keluarkanlah rasa takut kepada makhluk dari dalam hatimu, niscaya engkau akan tenang dengan rasa takut kepada Sang Khaliq (Allah swt yang Maha Pencipta). Dan keluarkanlah rasa berharap pada makhluk dari dalam hatimu maka engkau akan merasakan kenikmatan dengan hanya berharap pada Sang Khaliq.
  23. Banyak bergurau dan bercanda merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda-tanda dari lemahnya keimanan seseorang.
  24. Hakikat tauhid adalah membaca Al Qur’an dengan merenungi artinya(Tadabbur) dan bangun diwaktu malam(untuk mengisi kemuliaan diwaktu malam dengan berbagai ibadah yang mendatangkan keridhaan Allah swt).
  25. Tidak akan naik pada derajat yang tinggi kecuali dengan himmah (cita-cita yang kuat).
  26. Barang siapa memperhatikan waktu, maka ia akan selamat dari murka Allah.
  27. Salah satu dari penyebab turunnya bencana dan musibah adalah sedikitnya orang yang menangis dalam keheningan malam.
  28. Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah swt, maka Allah swt akan memenuhi hatinya dengan rahmat-Nya di setiap waktu.
  29. Janganlah urusan dunia kita mengalahkan urusan akhirat kita.
  30. Carilah dunia sebanyak mungkin, namun janganlah urusan duniamu mengalahkan urusan akhiratmu.
  31. Selalulah bersyukur kepada segala pemberian Allah, baik yang besar maupun yang kecil. Contoh yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Seperti menjilati tangan sehabis makan adalah salah satu bentuk perwujudan syukur kita kepada Allah swt.
  32. Tidak menyisakan nasi dalam piring bidangan kita juga merupakan bentuk rasa syukur kita, mengambil sebutir nasi yang terjatuh dari piring kita untuk dimakan adalah juga suatu bentuk perwujudan syukur kita kepada Allah swt.
  33. Kita harus bersyukur walau hanya dapat makan dengan nasi putih saja. Karena Allah swt telah berfirman: "Barangsiapa bersyukur atas nikmat-Ku, maka Aku akan tambahkan nikmat kepadanya"(QS.Ibrahim-14:7). Wahai para hadirin, kata"Aku" disini adalah Allah, jadi Allah sendiri yang akan menambahkan dan memberi tambahan nikmat-Nya atas orang yang mau bersyukur.""
  34. Sungguh agung dan suci anugrah-Nya. Dikatakan bahwa barangsiapa yang taat dan patuh kepada Allah, maka memerintahkan dunia untuk tunduk dan mendatanginya serta melayani hamba-Nya itu.


Kitab Karangan Habib Umar Bin Hafidz




al-Habib Umar juga merupakan ulama yang produktif dalam menulis, di antara kitab karangan Ia adalah :
  1. Is'af at Thalibi
  2. Ridha al-Khalaq bi bayan Makarimal Akhlaq
  3. Taujihat at-Thullab
  4. Syarah Mandzumah Sanad al-'Ulwi
  5. adz-Dzakirah al-Musyarrafah(Fiqih)
  6. Dhiyaullami'bidzikri Maulid an-Nabi asy-Syafi'(Maulid Nabi Muhammad SAW)
  7. Khuluquna
  8. Khulasoh madad an-nabawiy(Dzikir)
  9. Syarobu althohurfi dhikri siratu badril budur
  10. Taujihat nabawiyah
  11. Nur aliman(Aqidah)
  12. Almukhtar syifa alsaqim
  13. Al washatiah
  14. Mamlakatul qa’ab wa al ‘adha’
  15. Muhtar Ahadits (Hadits)
  16. Durul Asas (Nahu)
  17. Tsaqafatul Khatib (Panduan Khutbah)

Kitab Maulid adh-Dhiya' al-Lami' merupakan karya al-Habib Umar paling monumental yang berisi syair pujian terhadap Rasulullah SAW, ummat islam Indonesia telah banyak mengenal dan membaca karya ini, yang juga mengenalnya dengan Maulid al-Habib Umar
Demikian Biografi dan 34 Wasiat Penting Habib Umar Bin Hafidz semoga bermanfaat. Jangan lupa share ke teman anda ya?

Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment