Sep 1, 2018

Muslim Bicara Fikih Ekonomi Politik dan Jihad, Haram Tabu atau Boleh?

Mulai ramai orang berstatement bahwa umat islam dilarang bicara politik. Namanya juga tahun2 politik. Jadi katanya dilarang mencapuradukkan agama dan politik. Umat islam hanya boleh dimasjid, gak boleh main politik.

Demikian juga umat muslim katanya dilarang berbicara ekonomi. Sebab harta tidak dibawa mati. Yang penting sholat puasa, masalah ekonomi tidak perlu ikut campur.


Apalagi kalau masalah jihad, sangat dilarang. Tabu.. Dianggap radikal, anti pancasila dan NKRI. Dianggap garis keras. Dan celakanya dianggap teroris, lalu diciduk.

Benarkah umat muslim tidak boleh, dilarang atau tabu berbicara politik ekonomi dan jihad?


Muslim Bicara Fikih Ekonomi Politik dan Jihad, Haram Tabu atau Boleh?




Sebelum menjawab pertanyaan diatas saya juga ada pertanyaan. Bolehkan umat islam atau muslim berbicara cara bersuci, cara sholat, cara ibadah haji, cara bermuamalah dengan orang lain?

Insya Allah 99.9% jawabannya boleh dan sangat dianjurkan sebab ini tentang FIQIH. Supaya kita tahu cara berwudhu yang benar, tahu cara sholat dan puasa yang benar, tahu cara bersosialisasi yang benar menurut aturan agama islam. Betul?

Kalau demikian berarti jawaban artikel ini sudah jelas..

Bolehkah umat islam berbicara politik, jihad dan atau ekonomi?

Jawabannya boleh dan sangat dianjurkan sebab ini tentang FIQIH. Artinya Ekonomi Islam, Politik Islam, Jihad Islam adalah bagian dari FIQIH. Jadi kalau kemudian ke 3 fiqih ini tabu untuk dibicarakan menjadi lucu dan konyol.

Kenapa yang boleh hanya fikih thoharoh, fikih sholat, fikih haji, fikih muamalah dll sementara bicara fikih pilitik, ekonomi dan jihad gak boleh? Bedanya apa dan dimana? Semua FIKIH ISLAM yang wajib kita tahu dan pelajari sebagai muslim.

Berikut saya ambil dari sumber disini ada 7 FIKIH ISLAM yang mana kita semua wajib tahu sbb.

Kalau kita memperhatikan kitab-kitab fiqih yang mengandung hukum-hukum syari’at yang bersumber dari Kitab Allah, Sunnah Rasulnya, serta Ijma’ (kesepakatan) dan Ijtihad para ulama kaum muslimin, niscaya kita dapati kitab-kitab tersebut terbagi menjadi tujuh bagian, yang kesemuanya membentuk satu undang-undang umum bagi kehidupan manusia baik bersifat pribadi maupun bermasyarakat. Yang perinciannya sebagai berikut:
  1. Hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah. Seperti wudhu, shalat, puasa, haji dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Ibadah.
  2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah kekeluargaan. Seperti pernikahan, talaq, nasab, persusuan, nafkah, warisan dan yang lainya. Dan ini disebut dengan Fikih Al Ahwal As sakhsiyah.
  3. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia dan hubungan diantara mereka, seperti jual beli, jaminan, sewa menyewa, pengadilan dan yang lainnya. Dan ini disebut Fiqih Mu’amalah.
  4. Hukum-hukum yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban pemimpin (kepala negara). Seperti menegakan keadilan, memberantas kedzaliman dan menerapkan hukum-hukum syari’at, serta yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban rakyat yang dipimpin. Seperti kewajiban taat dalam hal yang bukan ma’siat, dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Siasah Syar’iah.
  5. Hukum-hukum yang berkaitan dengan hukuman terhadap pelaku-pelaku kejahatan, serta penjagaan keamanan dan ketertiban. Seperti hukuman terhadap pembunuh, pencuri, pemabuk, dan yang lainnya. Dan ini disebut sebagai Fiqih Al ‘Ukubat.
  6. Hukum-hukum yang mengatur hubungan negeri Islam dengan negeri lainnya. Yang berkaitan dengan pembahasan tentang perang atau damai dan yang lainnya. Dan ini dinamakan dengan Fiqih As Siyar.
  7. Hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak dan prilaku, yang baik maupun yang buruk. Dan ini disebut dengan adab dan akhlak.

Demikianlah kita dapati bahwa fiqih Islam dengan hukum-hukumnya meliputi semua kebutuhan manusia dan memperhatikan seluruh aspek kehidupan pribadi dan masyarakat.

-----------------------

Artinya bicara politik adalah bicara FIKIH Siasah Syariah. Bicara Jihad maka bicara FIKIH As Siyar. Bicara ekonomi maka bicara Fikih Mu'amalah dan juga Fikih Siasah Syar'iyah

Artinya adalah masak kita sebagai muslim dilarang belajar cara menjadi muslim yang baik melalui ilmu Fikih? Kalaupun ada sahabat muslim yang mengatakan "tabu" artinya dia mungkin saja terpengaruh oleh "perang opini" yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam.

Betul?


Terus Bagaimana?




Menurut saya kita harus belajar ilmu fikih. Semua ilmu fikih harus kita pelajari. Tujuannya apa? Tujuannya supaya kita paham, menerapkan fikih yang kita pelajari sehingga menjadi muslim yang lebih baik.

Tujuannya bukan kemudian "membenarkan orang lain" tapi membenarkan diri kita dulu. Sebab ilmu fikih itu sangat luas. Kalau bukan ahlinya alangkah baiknya diam, sambil merenung dan introspeksi. Supaya tidak menimbulkan kebingungan ummat.

Kita belajar FIKIH EKONOMI supaya tahu dan paham bahwasanya sebagai muslim juga wajib peduli dengan ekonomi keluarga, dan ekonomi umat. Untuk kemudian berjuang membangun ekonomi untuk dimanfaatkan bagi sebesar2nya kepentingan umat.

Jangan sampai yang memegang dan mengendalikan ekonomi hanya kaum kapitalis saja. Atau asing saja. Sementara umat islam tidak boleh. Jangan seperti itu.

Kita belajar FIKIH JIHAD supaya tahu makna jihad yang sebenarnya. Supaya pemahaman jihad atau perjuangan dalam islam yang kita pahami tidak dalam arti sempit. Supaya kemudian kita punya semangat menggelora untuk berjuang dan berjihad dengan harta dan jiwa untuk kemuliaan agama.

Kita belajar FIKIH POLITIK supaya tahu dan memahami tentang politik islam yang benar. Supaya kita tahu cara memilih pemimpin yang benar. Bagaimana 4 kriteria pemimpin yang harus diketahui. Dan juga agar mendewasakan kita dalam berpolitik. Supaya luas pemahamannya sehingga tidak berpolitik sempit.

Jangan sampai kita sesama muslim berantem karena perbedaan pandangan pilitik. Karena ada yang bilang tabu ada yang bilang boleh. Mari kita sama2 belajar 7 FIKIH Islam seraya membuka hati. Sekali lagi sama-sama belajar.

Kalaupun tetap berbeda ya sudah gpp. Tetap belajar dan tetap bersatu padu. Tetap menjujung tinggi persatuan islam. Jangan yang ini A yang itu B kemudian berantem. Lalu lupa musuh kita sebenarnya yaitu makar2 asing.

Tetap persatuan diatas perbedaan.

Sepakat ya?


Rekomendasi Belajar Fikih

Ahli fikih saat ini adalah Ustadz Abdul Somad. Silahkan belajar dari ebook atau video2 yang di share di youtube. Misalnya sbb


Aplikasi Kajian Ilmiah Islam Fiqih Ustadz Abdul Somad LC.MA KLIK DISINI

Download Gratis 99 Tanya Jawab Seputar Sholat Ustadz Abdul Somad LC MA KLIK DISINI

Video Memahami Perbedaan Fiqih Umat Islam - Ustadz Abdul Somad, Lc. MA KLIK DISINI

Video Ustadz Abdul Somad - Macam-macam Fiqih ? KLIK DISINI

Dan lain2 silahkan bisa ditonton.

Dan yang terbaik adalah belajar fikih dengan guru dan kyai anda di pesantren atau di halawah atau di grup pengajian anda. Biar ketika ada pertanyaan ada juga yang menjawabnya.

Demikian artikel dengan judul Muslim Bicara Ekonomi Politik dan Jihad, Haram Tabu atau Boleh? semoga bermanfaat. Semoga menjadi jawaban anda yang mencari artikel dengan kata kunci macam macam fikih islam, fikih dalam islam, fikih ekonomi, fikih politik, fikih jihad

Ini hanya pendapat pribadi yang bisa saja salah

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment