Aug 1, 2018

Ikut Tarekat Syattariyah atau Naqsabandiyah?

Mau Ikut Tarekat Syattariyah atau Naqsabandiyah? Atau mungkin Samaniyah atau yang lain? Nah mungkin anda bingung tentang hal ini. Baca artikel ini ya?


Sebelumnya saya sudah menulis tentang tarekat Syattariyah Sadziliyah dalam 2 artikel sbb

Saya barusan cek email adhinbusro@gmail.com ada pertanyaan dari sahabat sbb

-------------------------------

Assaamu'alaikum Wr. Wb. Doa saya semoga Mas Adhin tetap dalam lindungan Allah SWT. sukses dalam hidup dan kehidupan dunia dan akhirat.

Saya sudah baca dengan cermat email yang Mas kirimkan kepada saya, dan saya ingin mengajukan pertanyaan :

1. apakah thorikat Satariah ada di wilayah Rokan Hilir, Riau.. ?, saya sudah coba bertanya kepada saudara-saudara yang mengamalkan thorikat, kebanyakan mereka mengamalkan thorikat naqsabandiyah, thoriqat samaniyah, yang thorikat Satariyah belum ketemu,

2. seandainya didaerah saya (di Riau dan sekitarnya) tidak ada, apakah baitnya harus datang ke Ponpes Imampuro Ngemplak Purworejo ?

3. apakah baitnya bisa jarak jauh ?

Atas jawaban dan tanggapan Mas Adhin Busro, diucapakn terimakasih.

Wassaam,
Hamba Allah Rokan Hilir Riau


-----------------------------

Jawab:

Aamiiin. Alhamdulillah sudah didoakan. Doa kembali kepada yang mendoakan. Aamiin

Rokan Hilir Riau bukanya daerah tinggal dari Ustadz Abdul Somad LC MA ya? Waw... Keren. Saya mengidolakan beliau yang sangat luas ilmunya.

Beliau Ustadz Abdul Somad LC MA adalah seorang NU dengan Madzab Syafii yang sangat menghargai adanya perbedaan.

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, apa sih tarekat dan apa isi/ amalan yang dibaca?

Ternyata isinya adalah zikir-zikir, tahlil, tasbih dan sholawat dll. Masing2 tarekat zikirnya sama namun dengan jumlah hitungan yang berbeda-beda.

Misalnya Tarekat Syattariyah zikir "Laailaaha illa Allah". Konon zikir dari tarekat Naqsabandiyah juga membaca tahlil, cuman dipendekin jadi "Allah Allah Allah". Atau "hu hu hu". Hu yang artinya adalah DIA Allah.

Kalau Tarekat Syattariyah Sadziliyah membaca tahlil 50 kali atau 100 kali misalnya. Begituuuuuu terus setiap hari. Namun untuk tarekat Naqsabandiyah (konon) dibaca setiap hari, tetapi ada waktu khusus dimana membacanya ribuan kali.

Biasanya di masjid setiap habis bakda sholat jumat zikir berjamaah membaca tahlil ribuan kali, dimana biasanya Kyainya menutup sebagian ruangan masjid agar zikirnya tidak terganggu.

"Apakah bisa ikut Tarekat tanpa melalui Guru?"

Setahu saya tidak bisa. Tarekat harus melalui wasilah guru. Wajib ada guru yang membaiat. Yaitu Kyai yang sudah dipasrahi untuk membaiat mursyid yang biasanya tersebar di seantero kota di Indonesia.

Sekali lagi ikut Tarekat harus melalui Guru atau Kyai, meskipun nampak hanya formalitas saja. Melalui Guru/ Kyai supaya jelas urutan2nya, sebab tarekat itu diturunkan (konon) dari Nabi saw, Imam Ali ra, Hasan dan Husein ra dan seterusnya sampai Guru dan sampai ke saya..

Jadi sambung menyambung

"Apakah bisa jarak jauh?"

Kayak tenaga dalam ya? Hehe.. Saya tidak tahu tentang hal ini. Tapi menurut saya tidak bisa. Harus bin wajib ketemu guru. Kecuali guru tersebut mengijinkan ijazah jarak jauh. Lewat video call misalnya. Atau lewat telpon.

"Lebih baik mana Tarekat Syattariyah atau Naqsabandiyah atau Samaniyah?"

Menurut saya pribadi semua bagus kok. Jika Bapak tinggal di Rokan Hilir Riau dimana disana masyhur dengan Naqsabandiyah maka ikutilah yang masyhur atau umum. Ntar kalau anda beda sendiri malah dijauhi :)

Ikutilah Tarekat Naqsabandiyah saja jika memang didaerah anda kebanyakan ikut tarekat tersebut.

Sebab apa?

Sebab sekali lagi isi dan substansi tarekat itu sama yakni ZIKIR.

-------------------

Kalau saya ikut tarekat Syattariyah sebab didaerah saya kebanyakan adalah tarekat Syattariyah. Ditambah lagi bapak saya adalah Badal atau perwakilah dari tarekat Syattariyah didaerah saya.

Artinya siapa yang mau ikutan tarekat Syattariyah didaerah saya biasanya ditemani bapak saya untuk ke Ponpes Kyai Imam Maghfuro Ngemplak Purworejo Jateng.

Begitu...

Demikian jawaban Ikut Tarekat Syattariyah atau Naqsabandiyah?. Semoga bermanfaat.




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment