Jul 2, 2018

Mengapa Orang Cenderung Melihat Satu Kesalahan Orang Lain Dibanding Ribuan Kebaikan?

Mengapa Orang Cenderung Melihat Satu Kesalahan Orang Lain Dibanding Ribuan Kebaikan? Mengapa hayo? Sebab memang kecenderungan manusia seperti itu.

Misalnya dalam analogi kisah fikis ini

Ada seseorang memberikan pencerahan yang isinya bagus banget. Lalu ditengah jalan lidahnya keselip dan melakukan satu kesalahan. Apa yang anda lakukan?

Bagi sebagian orang lebih suka protes dengan satu kesalahan diatas. Kemudian mengaburkan dan melupakan isi pencerahan.

Contoh lain

Anda bertetangga dengan si A sudah puluhan tahun. Disatu waktu anda tidak sengaja menabrak anak si A sehingga tangannya terkilir. Apa yang anda lakukan?

Bagi sebagian orang akan mempermasalahkannya bahkan meributkan. Sehingga antar tetangga saling mendiamkan atau bahkan membenci. Padahal anda sudah hidup berdampingan secara baik selama puluhan tahun namun rusak gara2 satu kesalahan.

Lihat analogi dalam gambar dibawah ini,


Apa yang anda lihat?

Kebanyakan melihat satu titik berwarna merah...

Padahal warna putih jauuuuh lebih banyak dari warna merah.

Satu titik lebih terlihat daripada warna dominan

Begitulah kita, saya dan anda....

Kita cenderung lebih fokus melihat satu kesalahan orang lain daripada ribuan kebaikan yang sudah pernah dilakukannya.

Kita lihai mencari, melihat, menemukan dan mempermasalahkan setitik (*yang dianggap*) cacat lalu mengabaikan isi dan substansi.

Karena nila setitik, rusak susu segalon :)



Kuy...

Kuy belajar memaafkan dan menyimpan kekurangan orang lain, untuk kemudian melihat sisi kebaikan yang ada dalam dirinya.

Coz no badis perfek.. Nggak ada manusia yang sempurna, termasuk anda.

Gut nait
EAB

Note:

Lalu Mengapa Orang Cenderung Melihat Satu Kesalahan Orang Lain Dibanding Ribuan Kebaikan? Apa jawabannya?

Jawabannya ada pada diri anda. Anda melakukan hal demikian atau tidak?

Semoga tidak.. Aamiin




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment