Jul 25, 2018

Hukum Tabayyun dan Perlukah Tabayyun dan Klarifikasi? Ini Jawaban Ustadz Yusuf Mansur

Bagaimana menurut anda tentang Tabayyun? Apa sih hukum Tabayyun? Tabayun adalah meminta klarifikasi atas sebuah kasus atau hal tertentu kepada orang tertentu.

Saya sepakat dengan ustadz Yusuf Mansur. Ada kalanya tidak perlu Tabayun. Diluar konteks bahwa Tabayyun itu bagus. Sebab saya sering mengalaminya.

Terkait dengan posisi seseorang yang semakin tinggi dan semakin tenar biasanya makin banyak pula Tabayyun. Dikit2 minta klarifikasi. Dikit2 tabayyun. Energi kita malah habis buat menjawab klarifikasi.

Dalam sebuah statement Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, "Ada kalanya pertanyaan yang tidak perlu jawaban. Ada kalanya jawaban tidak bisa memuaskan pertanyaan". Kurang lebih begitu lah... Hehe

"Pak RT apa maksud Pak RT ngomong bahwa semua warga sama?"




"Pak RT kemarin jam 10 pergi kemana? Sebab saya lihat keluar rumah. Maaf hanya ingin tabayyun sebab ada yang bilang Pak RT Bolos"

"Pak RT kenapa program penghijauan dilaksanakan besok hari senin, khan gak libur?"

"Pak RT kemarin jalan sama perempuan itu siapa? Selingkuhan ya?"

"Pak RT kemarin makan2 sama beberapa bapak2? Itu uang kas atau uang pribadi?"

"Pak RT kalau gajian duitnya kemanain? Sebab kata beberapa warga dimakan sendiri?"

Aaarrrggh banyak banget permintaan tabayyunnya bikin pusing. Lama2 gue timpuk juga lo.. Hehe :)

Dan berjuta pertanyaan serta permintaan tabayyun dan klarifikasi yang bikin mumet. Malah ngabisin energi. Bukankah lebih baik bismillah jalan aja?


Hukum Tabayyun dan Perlukan Tabayyun dan Klarifikasi? Ini Jawaban Ustadz Yusuf Mansur

Berikut tulisan dalam Instagram Ustadz Yusuf Mansur (yang saya rapihkan) dalam link ini https://www.instagram.com/p/Bll2o6dnkK8/?hl=en&taken-by=yusufmansurnew


Tentang Tabayyun Ustadz Yusuf Mansur menulis sbb

Bukan ga boleh nanya. Tp jujurlah coba. Kita ini udah lbh dulu buruk sangkanya. Barangkali. Udah lbh dulu prasangkanya. Udah lbh dulu negatifnya. Udah lbh dulu menyatakan, "Ah saya kecewa ah."

Udah lbh dulu kesel. Udah lbh dulu sebel. Tabayyunnya kita didahului banyak kenegatifan. Ga ada enjoynya. Ga ada riangnya. Ga ada lepasnya. Ga ada positifnya. Perasaan kita, pikiran kita, tulisan kita, sikap kita, perbuatan kita, jadi banyak banget ditentukan oleh orang lain.

Sesuatu yg bahaya. Saya melihat, bahkan kalangan akademisi, kalangan orang pinter, kalangan orang berakal, udah banyak dijangkiti penyakit hati. Ga seneng baik sangka. Mudah buruk sangka gampang berprasangka.




Maapin jika saya salah. Tapi emang jangan ampe tebelenggu sama penyakit2 hati. Tar makin lama makin merasa triris, makin merasa sakit dan kecewa. Akhirnya bubarlah pertemanan, persahabatan, persaudaraan, yg mana inilah yang dikehendakk syetan.

Pantaslah jika orang2 tua kami menyuruh banyak2 istighfar. Banyak2 berzikir, minta perlindungan kepada Allah. Dari upaya syetan u/ membuat hati kita kotor. Tidak jarang pula yang jatuh pada perbuatan2 berikutnya, yakni bertindak atas buruk sangkanya. Sehingga misalkan, jatuh pada ghibah, namimah, jasus, dan bahkan fitnah. Sungguh mengerikan.

Apalagi jika kita dari pagi ke pagi, banyak amal salehnya. Angus bisa2. Lbh2 jika yang diomongin, jika yang dighibahi, jika yang difitnahi, adalah orang yg bnr2 buruk. Malah parah. Sbb keburukannya pindah ke kita. Hiiiii. Ngeri. Ampun dah. .

Kalo gitu, ga boleh nanya? Ga boleh tabayyun? Ga boleh klarifikasi? Secara itu juga perintah agama?

Gini. Rata2 kita bukan pengen tabayyun dan klarifikasi koq. Kita udah dikipasi dan terkipasi. Kita udah panas duluan. Kita udah seperti yg saya jelaskan. Akhirnya, hanya klarifikasi dan penjelasan yg memuaskan yg diterima.

Dan masuknya, udah ga asyik. Udah ga kalem. Udah ga cool. Udah ada nafsu di sana. Orang mah, santai bentar. Kalem bentar. Banyak nahan diri. Milih jd yg ga tau, lalu mendoakan, kadang lbh baik. Sambil diem2, pelan2, nyari tau dari sisi Allah. Tar Allah yang kasih tau.

-------------------------

Naah begitu kira-kira..

Sekarang coba cek dalam dada masing2 ketika pengin tabayyun tentang kasus tertentu. Apakah niat kita benar2 bersih atau hanya ingin bikin keruh?

Sekali lagi coba cek dalam dada masing-masing..




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment