Jun 28, 2018

Tidak Ada Gunanya Hanya Mengangkat Kedua Tangan dan Berdoa, Lho Kok?

Tidak Ada Gunanya Hanya Mengangkat Kedua Tangan dan Berdoa, lho kok? Kok tidak ada gunanya kalau hanya mengangkat kedua tangan?

Sebab kalau hanya mengangkat kedua tangan saja, maka bayi pun bisa.. Bahkan hewan pun bisa..


Baca sampai habis ya? Biar tidak salah paham.

Saat ini sedang ramai piala dunia 2018. Saat artikel ini ditulis Jerman yang merupakan juara bertahan tersingkir dengan skor 2-0 dikalahkan oleh Korea Selatan.

Disisi lain Mesir dimana ada Mo Salah dikalahkan secara beruntun oleh Uruguay dan Rusia dengan skor yang meyakinkan. Demikian pula arab saudi.

Tunisia juga demikian, tersingkir dari penyisihan grup.. Nasib sama dialami oleh Maroko, dan beberapa negara yang mayoritas islam lainnya pada berguguran.

Sementara negara lain yang mayoritas kristen misalnya, berjaya.




Pertanyaannya adalah...

Apakah pemain mesir, arab saudi, maroko, tunisia dll tidak berdoa sebelum bertanding sehingga menang? Ternyata jawabannya mereka sudah berdoa dengan sangat khusuk menginginkan kemenangan.

Tidak hanya pemain namun juga official bahkan seluruh negeri semua berdoa dengan harap-harap cemas, berharap kemenangan dan melenggang ke babak selanjutnya.

Tetapi mengapa tetap saja kalah? Bahkan dari dahulu masuk ke piala dunia negara2 mayoritas islam belum memberikan prestasi yang membanggakan. Kalau tidak gagal masuk ke piala dunia, paling banter hanya masuk babak kualifikasi. Gagal di fase grup.

Ternyata jawabannya adalah tidak ada gunanya berdoa mengangkat kedua tangan kalau hanya sebatas itu. Mengangkat kedua tangan baru awal...

Maksudnya adalah, kalau berkaca kepada piala dunia, maka doa saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan skill individu, kolektifitas tim, pengalaman dan mental juara.

Kalau dalam bahasa saya begini..

Doa mengangkat kedua tangan itu baru awal. Doa yang khusuk hanyalah langkah awal mendownload keyakinan tertinggi.

Kalau dengan berdoa mengangkat kedua tangan namun keyakinannya lemah maka anda gagal mendownload keyakinan. Sebagai akibatnya maka anda tetap saja kalah bersaing.

Bagi mereka yang bisa dan sukses mendownload keyakinan, maka step berikutnya adalah memanfaatkan energi keyakinan tersebut.

Orang yang yakin pasti bergerak menjemput keyakinannya. Kalau tidak bergerak, dan asal yakin itu disebut dengan berkhayal.

Sekali lagi orang yang mempunyai energi keyakinan dalam dada pasti akan bergerak menjemput impiannya. Semakin yakin semakin aktif bergerak, belajar, berproses.

Celakanya dalam proses2 tersebut akan mengalami jatuh bangun. Kekalahan demi kekalahan yang membuat pribadi2 goncang, "Jangan2 doa saya tidak menjadi kenyataan?"

Disinilah diuji siapa yang benar2 yakin dan siapa yang keyakinannya pudar.

Ketika keyakinannya (yakin kepada Allah swt) tidak pernah pudar meski jatuh bangun maka endingnya adalah kemenangan sebagai bagian dari janji Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ini juga terjadi pada hidup saya dan anda..

Siapa yang ingin sukses, makmur, kaya, banyak sedekah, banyak waktu luang, banyak cinta dan kebahagiaan?

Secara default semua manusia pasti tunjuk jari cung. Semua manusia pasti menginginkan dan mendoakannya siang dan malam seraya mengangkat kedua tangan.

Pertanyannya adalah..

Mengapa tidak kaya kaya juga?

Mengapa tidak makmur dan sukses?

Mengapa belum berhasil padahal sudah berjuang bertahun-tahun?

Mengapa tidak kunjung punya waktu luang?

Mengapa?

Jawabannya ada 2

Yang pertama keyakinan anda tidak cukup membuat anda terus bergerak, ngotot, belajar, berproses dll. Keyakinan anda tidak cukup membuat anda menjadi pribadi yang tangguh, tegar, tahan banting dan semcamanya.

Anda mudah kalah. Mudah pudar dan putus asa. Keyakinan anda lemah.. Payah

Yang kedua mungkin anda masih menyisakan keyakinan, meskipun saat ini sedang hancur. Anda masih tetap berdiri tegak. Masih belum menyerah. Tidak akan menyerah sampai kapanpun. Maka mungkin kesuksesan anda masih berproses. Kesuksesan anda sudah ada dimasa depan. Tinggal menunggu waktu saja.




What next?

Akan lebih baik meyakini bahwa keyakinan kita lemah, sehingga mau terus belajar. Kita terlalu lemah dan mudah putus asa. Kita penakut dan mudah menyerah. Makanya kesuksesan terasa semakin menjauh.

Katanya yakin alias beriman kepada Tuhan Yang Maha Kaya. Kalau memang yakin buktikan kengototan anda mengejar doa. Buktikan ketangguhan anda, keberanian anda.

Supaya apa? Supaya kita tidak banyak beralasan dan beralibi seperti ini

"Rezeki sudah ada yang ngatur"

"Kalau sudah rezeki gak akan kemana"

"Ikhlas saja, memang bukan jatah kita"

Dan statement yang mirip dengan hal diatas yang mana kelihatannya bagus dan memang bagus. Namun jangan sampai statement diatas hanyalah alibi dan alasan ketidak mampuan kita. Jangan dijadikan alasan KEMALASAN kita.

jangan dijadikan alasan. Sebab sebenarnya kita memang kalah, pecundang.

Statement diatas semua tahu, tidak perlu dikatakan dan diucapkan. Yang perlu dilakukan adalah berjuang menjemput doa sampai menjadi nyata apapun halangan dan rintangannya.

Buktikan bahwa DOA adalah senjata paling pamungkas bagi muslim dengan cara mewujudkannya Insya Allah.

Innallaaha Ma'ana.

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment