Jun 18, 2018

Bacaan Zikir Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah Bagian 1

Ada beberapa tarekat yang mashur di Indonesia misalnya Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah dan tarekat/ thoriqot Nahsabandiyah. Tarekat bisa diartikan adalah jalan untuk mendekat kepada_Nya

Jalan mendekatkan diri kepada Allah Dalam bahasa arab Taqarrub ilallah.

Tarekat adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada_Nya

Ada 4 tingkatan yang diharapkan dialami oleh mursyid atau peserta tarekat yakni
  1. Syariat (Syariat islam) 
  2. Tarekat (Jalan/ wasilah)
  3. Hakikat (Memahami makna)
  4. Ma'rifat (mengenal DIA)

Dan setiap pelaku tarekat akan mengalami sensasi spiritual atau pengalaman rohani yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatan yang sudah dialaminya sendiri.

Beberapa kalangan mengatakan bahwa aliran tarekat adalah Bid'ah. Namun setelah mengetahui bacaannya ternyata isinya adalah Zikir-zikir yang mashur kita dengar. Misalnya zikir Laa ilaaha illallah atau zikir Allah dengan bilangan tertentu.

Dan kita semua pasti setuju bahwasanya zikir diatas adalah bagus. Makin banyak dibaca makin baik adanya.




Pengalaman Ikut Tarekat

Sebelum membahas tentang Bacaan Zikir Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah saya akan membahas tentang pengalaman ikut/ baiat tarekat Assattariyah/ sathoriyah wa sadziliyah.

Allah swt berfirman

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS Al A'raf: 205)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al Maidah: 35)

Dalam sebuah hadist disebutkan

Man laa Syaikhun Mursyidun lahu fa Mursyidu hu ‘sy-syaithaan artinva, ‘Barangsiapa tidak memiliki guru yang berderajat Mursyid, maka ia dibimbing oleh setan’ (Abu Yazid Al-Busthami dalam LIMTI, 1985: 112).

Referensi disini

Allah swt berfirman

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]

Dalam rangka melaksanakan perintah_Nya yakni berzikir dan bersholawat dan juga untuk menggugurkan belajar tanpa guru maka saya memutuskan untuk ikut Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah sebagai sebuah jalan/ wasilah untuk mendekatkan diri kepada_Nya atau taqorrub Ilallah.



Saya memutuskan mengikuti tarekat Assathariyah/ sathoriyah di pesantren Imam Puro atau Imam Maghfuro ngemplak purworejo.

Berangkat pada minggu 17 Juni 2018 bersama salah satu alumni tharekat sattariyah yang sekaligus ayah saya sendiri Bapak Aslim Busro dan juga emak dan saudara2 saya untuk di baiat. Berangkat jam 6 pagi dan sampai di tempat pukul 7 pagi dan langsung disambut baik oleh Kyai disana.


Setelah ngobrol2 sebentar dengan Kyai keturunan Imam Maghfuro lalu saya dan adik saya yang akan ikut tarekat diajak masuk ke sebuah ruangan kurang lebih ukuran 3x3 meter.

Kami diminta memegang tali sebagai filosofi bahwa ilmu itu sambung menyambung dari guru kepada murid sehingga sampai kepada Rosulullah saw.

Kemudian Kyai juga memegang tali yang sama sambil menjelaskan makna tarekat. Lalu dilanjut dengan mengajari kami bacaan tarekat sattariyah sadziliyah.

Kurang lebih 30 menit mengajari kami Bacaan Zikir Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah kemudian ditutup doa. Lanjut dengan pertanyaan-pertanyaan.

Setelah itu kami dibekali dengan 3 kitab sebagai bahan bacaan. Kitab yang pertama adalah kitab Manakib Kyai Raden Imampuro. Yang kedua kitab Majmu' Musta'mal juz 2 dan yang ketiga adalah kitab Majmu' Musta'mal juz 3.




Jam 9.30 baiat selesai, kemudian kami undur diri. Itulah sekelumit pengalaman saya ikut tarekat. Doain semoga istikomah dan bisa mencapai level Ma'rifat. Aamiin

Demikian Bacaan Zikir Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah Bagian 1. Untuk artikel Bacaan Zikir Tarekat/ Thoriqot Assattariyah Assadziliyah silahkan baca bagian 2 KLIK DISINI

Wallaahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment