May 15, 2018

Ustadz Abdul Somad Membolehkan B0m Bunuh Diri, Benarkah?

Akhir2 ini viral video Ustadz Abdul Somad yang membolehkan b0m bunuh diri di Palestina. Banyak pihak yang memanfaatkan potongan2 video untuk sebuah kepentingan.

Hal ini berantai dengan kejadian bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya. Tentu saja kita sebagai muslim mengutuk dengan keras kejadian ini dan meminta polisi mengusut tuntas DALANG dibalik kejadian terorisme ini.

Ustadz Abdul Somad Membolehkan B0m Bunuh Diri, Benarkah? Simak sampai selesai artikel ini

Berikut saya copas dari sumber https://www.facebook.com/UstadzAbdulSomad/

BENARKAH UAS MEMBOLEHKAN BOM BUNUH DIRI? Simak penjelasan berikut ini dengan baik.



Dalam 2 hari ini video saya menjawab pertanyaan di Masjid Raya An-Nur Riau lebih kurang 2 tahun yang lalu di viralkan lagi, tapi video itu dipotong. Pertanyaan jamaah pakai kertas "Apa pendapat Ustad tentang bom bunuh diri di Palestina?"

Kelak semua lisan dan tulisan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ini videonya



Berikut pendapat/ statement dari : Drs. Saifullah, M. Us yang juga saya ambil dari Facebook UAS

Drs. Saifullah, M. Us adalah Dosen Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Banyak tuduhan sesat kepada Ustadz Abdus Shomad. Ada yang mengatakan bahwa ceramah beliau secara psikologis memicu tindakan terorisme. Tuduhan tak berdasar ini jelas muncul dari sebagian orang yang tak menyukai beliau. Argumentum ad hominem, dalil logika, menyerang pribadi, ceramah lepas kepada penyudutan kasus yang tak terkait.

Kasus bom gereja di Surabaya tak terkait sedikitpun dengan beliau. Ceramah beliau adalah dalil umum tentang tersudutnya kaum muslimin ketika terkepung dalam peperangan, sehingga keberanian menerjang barisan musuh, untuk menceraiberaikan kepungan wajib dilakukan. Tujuannya untuk menyelamatkan kaum muslimin yang secara darurat terkepung.

Sekarang kaum muslimin Indonesia tidak sedang berperang atau terkepung. Kasus bom Surabaya adalah murni terorisme, yang secara diametral bertentangan dengan Islam, bahkan dengan ceramah Ustadz Abdus Shomad. Orang yang menghubungkannya jelas sesat secara logika, psikologis dan pasti tak mengerti dengan kelembutan dan dakwah Islam. Wallahu a'lam bisshawab.



-----------------------------------

Dipersembahkan untuk ummat oleh Tafaqquh Study Club, silakan share agar Sahabat yang lain mendapatkan manfaat dari siaran ini.

Follow Akun Resmi:

- Youtube: Tafaqquh Video
- Instagram: @ustadzabdulsomad @tafaqquhonline
- Bukalapak: Toko Buku Tafaqquh
- Twitter: @tafaqquhonline

Ikuti Update Berita Palestina Di:

🌍 www.sahabatalaqsha.com
🐤 Twitter @sahabatalaqsha
📷 Instagram @sahabatalaqsha
📱 Telegram @sahabatalaqsha

-------------------------------------------------

Ustadz Abdul Somad Membolehkan Bom Bunuh Diri, Benarkah?

Tentu saja tidak benar, apalagi di negara kita ini. Video viral yang menyiratkan UAS membolehkan adalah video yang dipotong-potong oleh oknum untuk tujuan tertentu.



Sebab sekarang adalah momentum terbaik untuk memudarkan cahaya dakwah UAS. Momentum setelah kerusuhan mako brimob dan juga bom gereja di surabaya adalah wadah empuk untuk menghancurkan nama islam.

Apalagi setelah kejadian bom surabaya ada video tersebar tentang pengusiran wanita bercadar yang sedang naik angkutan umum. Juga seorang santri yang diintimidasi didepan senjata api sebab membawa tas dan dus berisi pakaian yang dikira bom.

Ini adalah makar untuk ummat islam. Ini untuk tujuan Islamophobia yang nyata.


Oleh sebab itu di situasi panas ini tetap berpikir jernih, tetap kalem. Jangan mudah terpancing. Jangan mudah diadu domba. Jangan mudah tergiring opini menyesatkan.

Jangan mudah BC berita HOAX dan memecah belah ummat. Ingat tangan kita akan diminta pertanggungjawaban kelak di akherat.

Tetap tenang dan berpikir jernih. Rapatkan shaff dan persatuan umat dan rakyat antar beragama.

Mari membangun NKRI. Jangan sampai makar asing sukses mengadu domba.

Yuk sama2 berdoa agar ummat islam di Indonesia di lindungi oleh Allah swt. Dan juga doa untuk muslim seluruh dunia.

Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment