May 27, 2018

Sesungguhnya Aku diutus untuk Menyempurnakan Akhlak

Pernah mendengar hadist yang maknanya adalah Rosulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak? Pastinya pernah. Lalu Akhlak yang baik itu seperti apa? Nah kita akan bahas secara singkat.

Jikalau kita mengamati syariat agama kita ini, dari amalan yang paling kecil hingga yang paling besar, niscaya kita akan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa setiap ajaran yang diajarkan, bertujuan mewujudkan kemuliaan akhlak dan kesucian jiwa


Rosulullah saw bersabda

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.” (HR. Ahmad)

Allah swt berfirman

“Dan sungguh-sungguh engkau berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al Qalam: 4)

Aisyah ra. memberikan gambaran yang sangat jelas akan akhlak beliau dengan mengatakan:

“Akhlak beliau adalah Al Quran.”

Dalam hadist yang lain disebutkan

“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ahmad, Al Hakim dll)

Sumber saya copas dari sini




3 Kriteria Akhlak yang Sempurna/ Baik

Baru saja saya mendengarkan tausiyah di masjid tempat saya berjamaah. Tausiyah subuh. Ustadz mengatakan bahwa Akhlak lebih tinggi atau lebih utama daripada ilmu.

Artinya orang berakhlak baik lebih utama dan lebih dicintai daripada ahli ilmu. Begitu kira2 yang mengindikasikan betapa kemuliaan akhlak benar2 menjadi faktor utama dan pondasi pada diri seorang mukmin.

Dalam sebuah ceramahnya Aa' Gym (kalau tidak salah) memberikan 3 kriteria akhlak yang baik dan sempurna sbb

1. Tidak merugikan orang lain

Tidak merugikan orang lain. Tidak menjadi beban orang lain. Tidak memusuhi orang lain baik dalam kehidupan pekerjaan maupun kehidupan bertetangga

2. Menyenangkan orang lain

Senyum ketika bertemu orang lain. Memberi salah. Memuji dan menghargai orang lain baik teman pekerjaan, tetangga dll

3. Bermanfaat untuk orang lain



Orang yang akhlaknya baik dan sempurna adalah mereka yang paling memberikan manfaat kepada orang lain. Paling banyak manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Tidak peduli seberapa tinggi ilmu kita, seberapa dalil yang bisa anda hapalkan, sebab ujung2nya tetangga anda, teman anda dan orang lain melihat seberapa besar manfaat yang anda berikan.

Orang lain lebih menghargai anda ketika banyak manfaat yang diberikan. Dan orang lain tidak peduli bahkan tidak akan respek kepada anda ketika anda banyak ilmu, banyak dalil namun minim manfaat.

Oleh karena itu yuk tebar manfaat yang besar kepada orang lain sebagai bagian dari akhlak yang baik dan sempurna.

Semoga kita semua bisa menjadi manusia dengan akhlak yang baik dan sempurna, pun ilmunya juga sempurna. Aamin

Demikian artikel berjudul "Sesungguhnya Aku diutus untuk Menyempurnakan Akhlak", semoga bermanfaat

Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment