May 7, 2018

Menjawab Pertanyaan Calmit Apa Hukum PayTren?

Ketika ada calon mitra yang bertanya apa hukum paytren bagaimana cara menjawabnya? Caranya adalah jawab dengan kalem, tidak perlu berdebat. Kalau yakin paytren syar'i silahkan pake, kalau yakin haram tidak usah pake.

Saya pikir ini lebih simpel dan lebih solutif. Dari pada engkel2an yang ini haram yang ini halal. Nggak penting menang2an. Yang penting adalah menghargai perbedaan seraya sama2 membuka hati untuk belajar.


Lalu bagaimana Menjawab Pertanyaan Calmit Apa Hukum PayTren?

Silahkan jawab sesuai dengan kemampuan anda yang penting jangan sok keminter sebab saya dan kita semua bukan ahli fiqih.

Kalau mau copas jawaban saya silahkan


Menjawab Pertanyaan Calmit Apa Hukum PayTren?

"Bagaimana hukum PayTren? Halal atau haram?"

Jawab: Sebelum menjawab saya ingin sedikit bercerita bahwa perjalanan PayTren mendapatkan sertifikasi syariah dari DSN MUI melalui proses-proses yang panjang hampir 4 tahun. Ada perbaikan disana-sini sehingga sertifikasi tersebut keluar.

Oleh sebab itu lihatlah proses yang update dan terbaru jangan melihat masa lalu. Lihatlah yang sekarang..



Yang kedua mari kita coba melihat dari perspektif MISI dari PayTren Ustadz Yusuf Mansur. Tujuan besarnya adalah membangun ekonomi berjamaah. Berbuat nyata untuk Ekonomi syariah Indonesia. Tidak ngomong thok. Berjamaah membeli kembali Indonesia yang aset2nya sudah banyak dikuasai asing.

Lihatlah tujuan besarnya dan hargailah proses2nya. Sebab PayTren terus memperbaiki diri, dan terus memperkuat diri baik secara legal maupun syariah.

Alhamdulillah Agustus 2017 setelah melewati proses2 yang panjang PayTren sudah mendapatkan sertifikasi Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI. Sedangkan fatwa MUI yang selama ini menjadi rujukan hukum bagi muslim khususnya di Indonesia.

Memang ada beberapa yang memfatwakan haram, misalnya dari sahabat PSN (Persatuan Santri Nasional) dan atau Dr. Erwandi, sebab ada unsur Dhoror, Ghoror, fasad, Dzolim dll. Dan itu malah bagus untuk memperkaya keberagaman. Sebab perbedaan adalah sesuatu yang pasti adanya dan itu adalah rahmat.

Berpedaan pandangan adalah biasa, yang tidak boleh adalah berpecah belah gara-gara beda penafsiran. Apapun perbedaan tetap persatuan islam diatas segala-galanya.

Alhamdulillah selepas Kyai Ma'ruf Amin dan DSN MUI memberikat sertifikasi halal lalu mendapat banyak apresiasi dan dukungan dari banyak pihak. Misalnya Aa' Gym, Ust. Abdul Somad, Habib Novel, Gub dan Wagub DKI Jakarta, Buya Anwar, Joko Komara APLI, Ibu Khofifah, Ust. Solmed, Habib Rizieq dan masih banyak lagi yang lainnya.



Kesimpulannya adalah kalau anda yakin bahwa PayTren halalan thoyyiban silahkan daftar dan ikut berjuang bersama kami membangun ekonomi kerakyatan. Kalau antum berkeyakinan sebaliknya juga tidak apa-apa. Mari berjuang untuk Indonesia di bidang masing-masing. Wallahu A'lam

Anda yang mana? Yang mendukung perjuangan PayTren atau sebaliknya?

Kalau mendukung yuk pake PayTren sekarang juga. Siap??

-----------------------------

Begitulah kurang lebih Menjawab Pertanyaan Calmit Apa Hukum PayTren semoga bermanfaat. Silahkan boleh share ke teman anda.

Salam
EAB

NB: Buat anda yang belum pake paytren segera pake ya? Gabung dengan tim saya dan berjuang bersama kami untuk membangun ekonomi syariah Indonesia, isi form pendaftaran FREE member DISINI

Atau boleh WA admin di 088218128084. Silahkan yang mau saja. Yang belum mau tidak apa-apa.





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment