May 13, 2018

Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan 3

Sebelumnya saya sudah membuat artikel dengan judul Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan BACA DISINI

Lalu artikel ke dua berjudul Kunci Kerezekian dan Kekayaan Terdahsyat adalah Sedekah Silahkan baca disini.

Jangan terkecoh gambar. Ini saya ambil dari google. Hehe

Sekarang bagian terakhir atau bagian ke 3 Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan, dimana pembahasan adalah versi saya sendiri. Jika setuju ayuk belajar, kalau tidak setuju abaikan saja.

Mengapa saya menulis dengan judul yang profokatif? Tujuannya biar banyak yang baca.. Hehe. Tapi diluar itu Insya Allah bermanfaat kok.


Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan 3



Harap dibaca dengan baik. Seperti yang sudah saya tulis dibagian 1 Maksud saya Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan adalah sbb
  • Kerezekian atau membuka peluang rezeki
  • Kekayaan atau cara meraih kekayaan dengan cepat
  • Pengasihan atau membuka peluang jodoh
  • Kekebalan atau menghindari penyakit bala dan bencana
  • Keturunan atau anak
  • Dan masih banyak yang lain

Adapun sandaran tulisan ini ada di artikel bagian 2 yang sudah harus anda baca sebelumnya dalam link yang sudah saya kasih diatas.

Simak kisah berikut ini:


Kisah Budi dan Ilmu Pesugihan

Budi hidup miskin. Kerjaannya hanya sales dengan gaji kecil. Bahkan beberapa waktu sebelumnya ia pernah jadi pengamen dan pedagang asongan.

Entah sudah berapa kali hinaan cacian dan direndahkan menjadi menu hidupnya. Entah berapa kali ia diusir dan diusir hanya karena ngamen atau dagang ngasong di tempat keramaian.

Setelah jadi sales Budi sukses mempersunting gadis pujaan. Ia menikah dengan keadaan apa adanya. Apalagi setelah punya anak yang butuh biaya.

Budi sering merenung sendirian di tengah gulita malam. Ia ingin hidupnya berubah tapi tidak tahu bagaimana caranya. Ia ingin membahagiakan keluarganya.

Setiap merenung, atau menyepi ia selalu bergumam dalam hatinya dan diucapkan oleh mulutnya, "Yaa Allah gimana ya caranya?"

Sengaja atau tidak sengaja sebenarnya Budi sudah berdoa. Malahan doa itu begitu terasa energi dan auranya. Dan doanya diulang2 terus dalam sebuah kalimat singkat, "Yaa Allah tolong"

Waktu terus berlalu.... dan selalu terjadi peristiwa2 aneh

Ketika Budi pengin nyolong adaaaa aja hambatannya. Ketika budi pengin nyopet adaaa aja penghalangnya. Seakan-akan perbuatan jahatnya memang dihalang-halangi kekuatan langit.

Malah beberapa kali Budi nyaris tewas jika sepersekian detik lebih lambat atau lebih cepat. Beberapa kali ia melihat kecelakaan persis didepan matanya. Kalau ia lebih cepat sedikit saja mungkin Budi juga ikut kelindas Bus.



Waktu berlalu bukannya hidup tambah baik, malah tambah memburuk. Meski memburuk Budi dipaksa untuk menerimanya dan tetap dipaksa keadaan harus jujur. Begitulah

Bukannya bisa menabung, adaaaa aja duitnya keluar buat banyak hal dimana kebanyakan untuk orang lain. yang nyumbang lah, yang inilah yang itulah.

Waktu berlalu kembali, ketika grafik kehidupan Budi mulai membaik. Dalam sebuah perenungan ia berpikir, kok semakin duit habis untuk orang lain malah datang lagi rezeki yang lebih besar ya? Ah entahlah.

Budi bukan orang pintar, bukan pula cerdas..

Namun takdir memaksanya menjadi ketua inilah ketua itulah. Padahal ia merasa tidak mampu. Tapi dari dulu begitu. Takdir seakan memaksa Budi supaya menjadi ini atau menjadi itu atau melakukan ini atau melakukan itu.

Keadaan ini memaksa Budi banyak mengeluarkan uangnya untuk ini dan itu. Untuk sosial. Memang untuk beberapa saat Budi kehabisan uang buat beli susu anaknya. Namun itu tidak lama sebab tiba2 muncul rezeki lain yang berkali lipat besarnya. Sekali lagi "Ah entahlah". Hidup harus dijalani.

Sampai kemudian Budi ingat dahulu kala pada saat hidupnya miskin bin sempit ia tidak sengaja mengadu dengan pengaduan yang syahdu, "Yaa Allah gimana ya caranya?" atau "Yaa Robb tolong kami"

Lalu Budi dipaksa jujur oleh keadaan, dipaksa banyak mengeluarkan uang untuk orang lain (sedekah). Meski berat ia harus melakukannya sampai akhirnya terbiasa. Ntar juga ada rezeki lain yang muncul.



Ahaaa.. Akhirnya Budi bisa menarik benang merah. Ini diaa

Doa dan sedekah.

Pada suatu waktu Budi harus menyumbangkan motornya. Ya sudahlah entar juga ada gantinya. Lalu emas, cincin, duit jutaan bahkan mobil. Bahkan ada momentum dimana budi sedekah gajinya, plus barang2 yang ada dirumahnya. Mulai dari titik nol. Budi barangkali sudah sampai pada tingkat sedekah ekstrim.

Mengapa Budi melakukannya?

Sebab (ditengah was-was dan rasa khawatir) Budi meyakini ntar juga ada rezeki lain yang datang bak gelombang.

Faktanya TIDAK demikian. Sebab yang datang tidak hanya rezeki tapi juga teman, keturunan, kekayaan, sumber rezeki passive income, jarang terkena penyakit dan masih banyak yang lainnya.

Pada akhirnya budi menganggukkan kepalanya. Ternyata bener apa yang sering disampaikan Kyai atau Ustadz. Sedekah tidak hanya memperlancar rezeki.

Sedekah bisa untuk pesugihan (dalam tanda kutip). Sedekah bisa untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan dan masih banyak yang lainnya

Malam itu Budi melihat bintang dilangit sambil tersenyum sebab memahami sebuah hikmah

---------------------------------------

Kisah diatas adalah kisah nyata yang diedit dan ditambahkan sedikit biar seru.. hehe

Pertanyaan:

Mengapa sedekah bisa jadi ilmu pesugihan? Sebab dengannya menjadi asbab memperlancar dan mempercepat datangnya rezeki

Mengapa sedekah bisa jadi ilmu pengasihan? Sebab dengannya menjadi wasilah bisa mempercepat jodoh

Mengapa sedekah bisa menjadi ilmu kekebalan? Sebab dengannya menjadi asbab terhindar dari penyakit bala dan bencana

Mengerti sekarang?

Kesimpulannya adalah: Ilmu hanya jadi ilmu jika tidak dicoba diterapkan. Ilmu akan menjadi hikmah jika diterapkan. Hikmah itulah buah dari ilmu.

Lebih baik dapat satu butiran hikmah daripada ribuan ilmu tanpa hikmah. Atau begini biar lebih josss. Simak Quotes saya ya?

Lebih baik punya seribu ilmu yang semuanya berbuah menjadi hikmah.

Naah keren khan?

Artikel ini dipersembahkan oleh: Rahasia Kunci Sukses

Baca serial Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan

Demikian Ilmu Sedekah Pesugihan untuk Kerezekian, Kekayaan, Pengasihan, Kekebalan dan Keturunan . Semoga bermanfaat. Next Insya Allah akan coba saya bahas "kok sedekah bisa memancing rezeki datang? Bukankah seharusnya malah sebaliknya?"

Pembahasan ini dilihat dari perspektif energi dalam dada. Energi hati. Kalau bahasa fisikanya energi skala mikrokosmos. Energi kuanta. Sedangkan energi kuanta menurut hukum fisika adalah bahan baku bagi penciptaan alam semesta. Ini menarik banget...

Jangan lupa share ke teman anda.

Wallahu A'lam

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment