Apr 22, 2018

Untuk Menilai Sesuatu Jangan Buru-Buru, Tenangkan Diri, Nafsu dan Jiwa

Saya dan kita2 cenderung menilai segala sesuatu dari penampakan mata. Ketika mata memandang itulah penilaian. Padahal pandangan mata sama sekali tidak bisa menjamin kebenaran.

Atau kita percaya kepada apa yang didengar. Padahal apa yang didengar sama sekali tidak bisa menjamin kebenaran.

Biar mudah memahami coba lihat gambar ini


Coba lihat gambar diatas. Jawab dengan cepet cepet..

Kalau kita melihat sekilas dan menjawab dengan terburu-buru bisa jadi jawaban kita keliru. "Itu kapal". Padahal bisa jadi yang menggambar gambar diatas bermaksud lain

Contoh satu lagi coba lihat gambar dibawah lalu sebutkan itu gambar apa?


"Pasti gambar layangan ji?"

Iya betul menurut pandangan antum. Tapi bisa jadi bukan begitu menurut yang gambar. Kalau anda ngotot bahwa itu gambar layangan bisa jadi menyinggung yang lain. sebab itu bukan gambar layangan misalnya.

Contoh satu lagi deh. Coba lihat gambar dibawah ini ada berapa balok kayu?


Ada yang jawab 4 ada juga yang jawab 3. Semua jawaban betul menurut paradigma masing2. Yang pasti jangan ngotot bahwa jawaban anda benar sementara yang lain salah. Jangan.. Nanti bisa menimbulkan perselisihan dan pertengkaran.

Sekali lagi jangan merasa benar dan menanyalahkan orang lain. Nanti teman jadi acuh, sahabat jadi musuh. Nanti tetangga jadi jauh, saudara jadi jauh



Kalemers.. Sambil memahami ada apa dibalik kejadian



Untuk Menilai Sesuatu Jangan Buru-Buru, Tenangkan Diri, Nafsu dan Jiwa

Maksud saya adalah, ketika kita melihat sebuah kasus tertentu jangan buru-buru berkomentar. Bisa jadi komentar anda salah. dan atau celakanya komentar anda membuat pihak dan golongan lain merasa terganggu atau tersinggung.


Tutup kedua mata

Pahami makna, pahami makna dan pahami makna.

Kalau kita mengandalkan panca indera lalu buru-buru menyimpulkan maka kesimpulan anda kemungkinan besar salah. Oleh sebab itu tenang sejenak.

Cobalah memahami ada apa dibalik sebuah peristiwa. Tutup kedua mata, kunci telinga lalu cobalah melihat dengan mata yang lain. Cobalah mendengar dengan telinga yang lain.

Karena setiap kejadian ada makna, ada substansi. Ada maksud tujuan dan ada hikmah dibalik peristiwa. Substansi itulah yang perlu kita cari dan gali sehingga menemukan mutiara hikmah.

Oleh karena itu sekarang TAHAN DIRI.. Tahan nafsu agar tidak buru-buru menyimpulkan sebuah kejadian. Sekarang cobalah belajar untuk tidak tergesa-gesa menuduh. Jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari.

Tenangkan diri, tenangkan nafsu dan jiwa..

Belajarlah menjadi bijak

Semoga saya dan kita semua menjadi lebih bijak didalam menilai segala sesuatu. Aamiin

Met Rehat
Terbaik untuk anda semua

Salam
EAB




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment