Apr 3, 2018

Pola Pertolongan Allah Bag. 4, Ujian Bisa Jadi Adzab

Pola Pertolongan Allah, sudah pernah dengar? Kalau sudah maka artikel ini mudah2an bisa menambah wawasan kita semua. Kalau belum baca sampai habis ya?

Pola Pertolongan Allah Bagian 1 Jangan Fokus Kepada Solusi silahkan BACA DISINI. Pola Pertolongan Allah Bagian 2, Keajaiban DOA silahkan baca DISINI. Sekarang bagian 3 tentang konsep ujian baca disini


Kalau saya sendiri ada 9 wasiat Adhin Busro yang merupakan bagian dari bundle Rahasia Kunci Sukses. Silahkan baca sales letternya DISINI

Materi ini saya ambil dari kuliah online Reza Novary, silahkan share kalau dirasa bermanfaat

---------------------------------

Pola Pertolongan Allah Bag. 4, Ujian Bisa Jadi Adzab



Baik kawan-kawanku yang dicintai Allah...

Kita lanjut lagi ya pembahasan tentang PPA ini.

Setelah dua materi lalu membahas tentang doa... (basic dasar PPA), kali ini kita pun kita akan membahas doa, tapi dari sudut pandang yang berbeda.

Kita melihat doa dari sudut pandang Adzab

Jika akar masalah Anda adalah 'adzab', maka tidak ada cara lain bagi kawan-kawan selain taubatan nasuha dulu.

Kenapa?

Karena bisajadi do-doa kita yang selama ini tidak terkabul, itu karena terhalang oleh dosa kita sendiri.
Sebenarnya kita sendiri yang bikin hidup kita susah, bukan Allah.

Coba ingat-ingat ketika kawan-kawan kena masalah, baru dapet musibah... Apa yang dirasakan?

Deg-degan!
Panik! Sedih! Takut! Khawatir!
Was-was alias cemas!

Dan segala rasa gak enak berbaur jadi satu. Bener, kan? Betuuuul!

Kenapa kawan-kawan merasa seperti itu?

Karena ketika datang masalah, kawan-kawan fokusnya hanya ke masalah dan tidak berusaha melihat jalan keluar!

Sebagai perumpamaan, kita ambil contoh cara kerja dan fungsi wipper mobil.

Misalnya kawan-kawan sedang berkendara, tiba-tiba hujan lebat dan dan wipper mobil Anda rusak!

Kira-kira... Apakah jalanan yang akan Anda lalui untuk sampai ke tempat tujuan, kelihatan ga?

Terus... Saat itu kira-kira perasaan Anda gimana? Pastinya langsung...

Takut, was-was, juga deg-degan, kan?

Nah, pertanyaannya... "Apa yang sebenarnya membuat Anda was-was?"

Jawa bnya...

Karena jalanan di depan ga kelihatan!
Karena takut nabrak, mas!
Takut masuk jurang, mas!

Kenapa?

Karena jalan yang akan dilalui berubah buram, ga kelihatan! Tapi badan jalannya masih ada, kan?

Iya, ada!

Tapi itu tadi... Gak nampak! Gak kelihatan dengan jelas! Kenapa?

Karena kaca mobil jadi buram tertutupi cucuran air hujan, dan pandangan jadi terhalang akibat wipper mobil rusak.

Nah... Begitulah, kawan kawan.

Sama halnya ketika kita ada masalah dan kesulitan.

Sebenernya bukan gak ada jalan keluar, tetapi karena kita tidak tau apa dan bagaimana cara mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Jalan dan cara untuk keluar dari masalah itu sebenernya ada dan banyak (bukankah Allah selalu mendatangkan solusi di setiap masalah?)

Betul, kitanya aja yang gak tau. Hanya Allah yang Mahatau!

Kenapa kita ga bisa ngeliat jalan keluar dari kungkungan masalah?

Karena lebatnya dosa-dosa kita!. Astaghfirullaah...

Maka mulai sekarang, aktifkanlah 'wipper'kita, 'wipper' kawan-kawan semua!



Basahi lisan kawan-kawan dengan istighfar sepenuh hati, benar-benar mohon ampun dan minta maaf pada Allah!

Di saat berkendara... Istighfar.
Di saat nyuapin anak... Istighfar!
Di saat main Facebook... Istighfar!
Di saat kepasar... Istighfar!
Di saat pergi ke tempat rekreasi... Istighfar!

Dawamkan, kawan-kawan. Awalnya memang susah, tapi kalo sudah biasa 3-4 hari konsisten istighfar maka akan jadi kebiasaan dan rasanya jadi aneh kalo ga istighfar.

Masih ga percaya fadillah istighfar?

Ini ayatnya;

"Maka aku katakan pada mereka: beristigfarlah! Sesungguhnya Dia maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta, dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan sungai-sungai. (Qs: Nuh 10-12)

Kawan-kawan, ini real solusi dari Allah! Nyambung ya sama materi kemaren.

Intinya... Kita dekati Allah. Kalo lagi banyak dosa, segra minta ampun supaya dosa kita tidak menghalangi kita untuk dekat sama Allah.

Kalo sudah dekat ke Allah, sudah tau maunya Allah... Maka insya Allah Allah kabulkan doa kita, Allah beri apa yang kita minta padaNya. Dan itu bukanlah hal yang mustahil bagi Allah.

Istighfarlah dengan penuh penghayatan. Istighfarlah dengan penuh kesungguhan. Bukan istighfar astajim astajim astajim! Tapi istighfar; Astaghfirullaahal 'azhiim...

Itu firman Allah, kawan-kawan. Gak ada keraguan sedikitpun.

Kita harus sepenuh hati, 'jangan mengharap miracle dari istighfar, tapi mohonlah ampunan dan cinta Allah melalui istighfar.'

Kalo udah di ampuni, kemudian dicintai oleh Allah, maka... (Kata Allah); "apapun yang hambaKu inginkan pasti Ku kabul!

Dengan istighfar ini juga masalah keuangan kita pasti beres! (Lihat arti ayatNya)

Yang belom punya anak, insyaa Allah segera punya anak. (lihat arti ayatNya)

Yang mau bebas hutang, juga bisa! Ini ayat Qur'an loh, kita harus yakin!

Sebab kalo ga yakin... Maka pengabulanNya atas doa dan permohonan kita akan jauuhhhh.

Kawan-kawan tau gak?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ketika Allah memberi kita masalah, sebenernya 'bukan untuk kita segera mencari solusinya', yang diinginkan Allah adalah kita kembali padaNya dahulu, mengingatNya dahulu, mendekat padaNya dahulu, berdekatan denganNya dahulu!

Ga percaya?

Ini ayatnya;

Hai orang orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (semurni murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam syurga yang dibawahnya mengalir sungai sungai. (Qs At-Tahrim 8)

Artinya apa? Apa maksudnya?

Maksudnya tuh... Allah manggil kita!;

Wahai orang yang punya hutang Milyaran, Aku bisa lunasin!

Wahai orang-orang yang hubungan keluarganya lagi rusak, bisa Aku perbaiki!

Wahai orang-orang yang kondisi. financialnya lagi bermasalah, percayalah Aku bisa pulihkan!

Bayangin kawan-kawan...

Ketika kita lagi banyak dosa, Allah malah manggil kita untuk mendekat padaNya, terus disuruh tobat, kemudian Allah hilangin masalah kita, Allah benerin!

Jlebb!!!

Bertaubatlah kepada Allah dengan taubatannasuha (semurni murninya taubat), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam syurgaNya. (Aamiin Allahumma Aamiin...)

Sini kamu taubat padaKu, biar aku yg beresin semua masalahmu!

Kamu fokus saja menyesali semua kesalahanmu dan perbaiki diri, biar Aku yang bertanggung jawab. Aku yang akan menghidupimu dan memberimu nikmat hingga Akhirat!

(Maasya Allaah... )

Tuh gimana ga enak, coba?

Ini harus dipahami baik baik ya kawan-kawan, bukan cuma dipaham-pahami atau diikhlas-ikhlaskan, tapi paham beneran dan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.

Setiap ada masalah, tenang dulu dan fokus pada Allah. Rasakan dan temukan apa pesan cintaNya.

Dan ketika ke pahaman sudah muncul, insya Allah bi idznillah kita akan tenang tanpa perlu "positif thinking."

Balik lagi ke awal...

Apa sih sebenernya penyebab masalah itu?

Jawa ban nya...

Penyebab munculnya/ timbulnya masalah itu ada dua, yaitu:
1. Adzab
2. Ujian.



Umpama disuruh milih, ketika kawan-kawan ada masalah... Kawan-kawan maunya dibilang dapet apa? Dapet adzab atau dapet ujian?

Rata-rata kita pasti maunya bilang... ujian! iya, kan?

Kalo kang Rezha Rendy bilang, jangan mau kedua-keduanya. Kalo kita maunya dibilang lagi diuji, nanti kita ke-Ge-eRan gak merasa punya salah dan tidak mau introspeksi diri.

"Eeeh... Gue lagi diuji nih...!"

Ntar Allah jawab; "iiih PeDe!" abis maksiat, terus bilang dapet ujian?

Begitulah kalo ketika dapet masalah seseorang malah kege-eran merasa diuji, maka jadinya tinggi hati dan bukan memuhasabah diri/ bukan introspeksi diri.

Namun juga ketika dapet masalah, jangan mau pula dibilang dapet adzab. Kenapa?

Karena orang seperti itu akan sulit move on! Sehari-harinya pasti akan menyesali masalah yang terjadi, merasa hina sendiri, mengurung diri sendiri, dan lainlain yang akibatnya malah memperburuk keadaan, menambah rumit permasalahan. (Na'uudzubillaah tsumma na'uudzubillaahi min dzalik)

Terus... Apa gimana dong, mas? Gimana caranya menyikapi masalah?

Harusnya dianggap apa tuh masalah?

Kalo kita lagi dapet masalah, anggap aja kita lagi dicintai oleh Allah.

Loh..., kok? Kalo Allah cinta, kenapa Allah malah menghukum saya dengan masalah?

Nah itu dia... Allah "menghukum" kita agar kita introspeksi diri, memuhasabah diri... Mending dihukum di dunia masih bisa taubat. Coba kalo dihukumnya di akhirat?

Kita udah gak bisa ngapa-nga pain lagi! Sekedar contoh...

Misal anak kita lagi main PS, sampe lupa waktu sholat.

Kalo kita sayang sama mereka sudah seharusnya kita mengingatkan. Kalo masih bandel, yah... Jewer!
Udah dijewer tu anak masih nekad juga? Yaaa... Kita sita aja PS-nya, dan lain-lain sampai dia nurut.

Betul?

Kalo kaya gitu, tanda cinta apa tanda benci?

Daripada ketika mereka ga sholat, terus kita diemin... lama- lama bagi mereka sholat bukan menjadi suatu yang wajib, yang pada akhirnya mereka akan lalai dan tidak selamat di akhirat. Mau punya "anak bandel" kayak gitu?

Bisa dirasakan, ya?

Jadi, mulai sekarang, kalo ngeliat orang lain dapat masalah, jangan kita "judge" mereka sebagai orang hina ato mereka rendah. Justru seharusnya kita ambil hikmah/ pesan cintaNya.

Oh... Ternyata mereka lagi disayang Allah, lagi disuruh taubat... Supaya dosanya abis di dunia, di akhirat tinggal masuk syurgaNya aja.

Begitupun dengan masalah yang terjadi pada kita, maslah yang dialami diri sendiri, selalu fokus ambil pesan cintaNya, ya kawan-kawan.

O iya... Jangan juga merasa senang ketika kita maksiat tapi kok hidup penuh kelimpahan... Harta banyak, bisnis lancar.... Hati-hati kawan, itu sebenernya Allah akan menghukum kita dengan 'siksa' yang lebih pedih! Kelumpahan itu istidrajnamanya!

Contohnya gini...

Misal kawan-kawan saya kasih uang 50 ribu.

Seneng, ga?

Seneng dooong, pastinya!

Lantas si uang 50 ribu tadi saya ambil lagi. Rasanya gimana? Pasti agak kecewa, kan?

Tapi paling kecewanya sebentar doang, karena uangnya cuma 50 ribu.

Nah... Setelah si uang 50 ribu saya ambik dan Anda kecewa,

Sekarang saya kasih lagi tuh 100 ribu ditambah 1 juta, dtambah lagi 100 juta, teruuuuus saya kasih 1 milyar!

Gimana tuh rasanya? Seneng banget, kan?

Uuuh... Bukan seneng-seneng lagi, mas, pastinya buahagia pake buangettt!

Tapi... Di saat Anda lagi bahagia-bahagianya, tiba-tiba seketika uangnya saya ambil lagi semuanya!

Pokoknya tu uang saya rampassss dari tangan Anda!

Kebayang gak seberapa kecawanya?

Sakit hati diambil uang milyaran dibanding sakit hati diambil uang 50 ribu, sakitnya sama gak?

Begitulah kawan, janganlah iri sama orang yang berkecukupan, bisnisnya jalan, tapi dia gak sholat dan juga gak rajin ibadah.

Sekali lagi... jangan iri ya, kawan-kawan. Karena sesungguhnya itu seperti perumpamaan di atas. Orang tersebut lagi dibuai... diangkatan tinggi-tinggi dan pada akhirnya dijatuhkan!

Na'uudzubillaahi min dzaalik! Wallahu a'lam bishowab

--------------------------------------

Demikian Pola Pertolongan Allah Bag. 4, Ujian Bisa Jadi Adzab, kalau dirasa bermanfaat silahkan share. Wallahu A'lam

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment