Apr 10, 2018

Kisah, Hukum Menolong Orang Lain dengan Uang Pinjaman

Ada satu Kisah nih. Yakni seseorang yang tidak tegaan dan suka membantu orang lain tapi duit yang dipakai untuk membantu orang lain dari meminjam. Bagaimana, Hukum Menolong Orang Lain dengan Uang Pinjaman?

Jawabannya saya tidak tahu. Asli saya tidak berani bicara hukum.. Sebab saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Mungkin pertanyaan ini mirip dengan hukum bersedekah dengan uang pinjaman. Menurut sumber era muslim BOLEH dan malah bagus. Sebab kita dianjurkan bersedekah baik di waktu lapang ataupun sempit. Silahkan baca sumbernya DISINI

Langsung saja ke kisahnya yang saya copas dari email yang dikirimkan ke saya sbb

-------------------------------------


saya dapat email bapak darisearch google..

semenjak awal pernikahan saya dengan suami, tidak pernah teransparan tentang keuangan, di karenakan suami terlalu pelit dengan kebutuhan rumah tangga ..

kebetulan sya tinggal bareng dengan mertua, setiap yang saya berikan untuk kebutuhan sehari hari dan mertua suami tidak pernah tau, saya seorang yang tidak tegaan di dalam keluarga .. setiap orang tua butuh dan mertua butuh saya selalu berusaha, kalopun saya tidak ada, saya pinjam ke sana kesini . sampai pinjam ke rentenir yang terus berbunga bunga ..

awalnya saya bisa dan sanggup bayar, tapi di akhir akhir ini  saya merasa tidak adil, karena semua masalah ini saya hadapi sendiri , beberapa hari lalu saya cerita tentang masalah ini ke suami, tapi suami tidak ada solusi, melainkan tetep sya yang harus bertanggung jawab atas semua kesalahan saya

 .. saya bener bener gatau mesti gimana lagi , karena gaji saya dan pembyaran hutang setiap bulan saya lebih besar untuk pembayaran hutang saya .. saya sangat sedih sekali..

saya hanya minta bantuan amalan dzikir kepada bapak, agar saya dapat pencerahan rejeki dari allah swt ..

------------------------------------------




Jawab: Waalaikumsalam wrwb. Mari kita doakan semoga masalah ybs bisa segera teratasi. Semoga Allah membuka solusi Aamiin.

Terkait dengan hutang riba yang membuat stress luar biasa maka saran saya diusahakan jangan hutang riba. Apalagi menyangkut dengan rentenir.

"Bagaimana kalau hutang Bank? Apakah riba?"

Banyak ulama yang mengatakan riba, meski ada beberapa yang tidak. Dan saya sendiri jujur masih menggunakan jasa bank. Sebab saya masih punya ATM Bank Konvensional. Sebab saya berpendapat bahwa jika Bank konvensional itu riba maka tidak akan ada yang bisa lepas dari riba di Indonesia.

Sebab apa? Sebab semua perputaran uang pasti melewati bank. Artinya gagdet yang anda pakai buat membaca artikel ini terkait dengan siklus keuangan yang melewati bank. Pasti dan tidak bisa tidak.

Sangat bagus jika kita menghindari riba namun menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana menghilangkan siklus riba di negara kita. Bagaimana caranya? Caranya adalah mengganti system. Naaah ini perlu perjuangan yang panjang.

Dan saya bersama jutaan rakyat lainnya ikut berjuang untuk membangun ekonomi syariah Indonesia bersama PayTren Ustadz Yusuf Mansur. Yang mau berjuang bersama saya dan UYM isi form pendaftarannya ya? KLIK DISINI

"Mas saya nggak tegaan. Saya sering minjemin orang meski itu dengan duit pinjaman"

Seperti sumber DISINI Hukum Menolong Orang Lain dengan Uang Pinjaman boleh. Menolong orang lain anggap saja sedekah dan hukumnya baik. Baca sumbernya ya?

Saya orangnya juga nggak tegaan. Dan sudah tak terhitung bagaimana saya meminjamkan ke orang lain karena nggak tega. Banyak diantaranya pinjaman saya tidak dikembalikan, dan itu sudah biasa. Pas minjam menghiba-hiba pas ditagih malah dia lebih galak dari saya.. Hehehe

Yang jadi masalah adalah duit pinjaman berasal dari rentenir. Naah ini yang mencekik kita ketika bunga lebih besar dari pinjaman. Menurut saya ini terlalu sembrono. Anda terlalu berani minjam rentenir, padahal tahu bunganya tak tanggung tanggung.

Sekarang baru kerasa khan? Kita tercekik ketika bunga pinjaman rentenir makin lama makin membengkak sehingga dari gaji tidak cukup untuk menutupnya.

Saran saya begini

Coba tengok ke belakang apa niat anda membantu orang lain baik mertua atau orang tua. Apakah ikhlas ingin membantu mereka? Benar2 karena keikhlasan?

Atau karena nggak enak sama mertua. Atau biar mendapatkan pujian dari mertua? Sebab tidak enak kalau dibilang menantu miskin atau menantu yang gak tahu diri?

Sekali lagi coba merenung lagi.

Kalau jawaban dari perenungan anda ternyata ada niat selain dari ikhlas membantu mertua, maka saran saya buanyak2 istighfar. Kemudian perbaharui niat membantu mertua dan sesama.

Banyak2 istighfar, banyak2 minta ampun sama Allah swt. Istigfar sebanyak-banyaknya sambil belajar menerima konsekwensi dari kecerobohan kita. Belajar menerima dengan ikhlas segala akibat dosa-dosa kita. Pedih dan perih memang, namun seperti itulah kenyataan yang wajib kita hadapi sinambi istighfar.

Percayalah saatnya nanti solusi akan datang. Dengan syarat kita menerima takdir sambil istigfar untuk kemudian berjanji tidak akan melakukan lagi. Berjanji untuk belajar ikhlas didalam memberi. Berjanji tidak akan menunggu pujian mahluk dll.

Yang sabar ya?

Semoga sukses. Wallahu A'lam

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment