Apr 24, 2018

Jangan Buru-Buru Menilai, Menghakimi Apa-Apa yang Kita Lihat

Sebelumnya saya sudah menulis artikel dengan judul "Untuk Menilai Sesuatu Jangan Buru-Buru, Tenangkan Diri, Nafsu dan Jiwa" silahkan baca disini. Isinya adalah jangan buru2 berkomentar apalagi menghakimi disebabkan melihat sesuatu.

Bisa jadi apa yang anda lihat berbeda dengan kenyataan. Jangan sampai karena terburu2 menyimpulkan menjadi asbab dosa.

Ini sering terjadi disekitar kita dimana banyak orang yang latah. Senang berkomentar untuk sesuatu yang belum pasti dan belum jelas.

Sehari setelah menulis artikel ini saya ditunjukkan kepada sebuah tulisan Ustadz Yusuf Mansur dalam akun instagramnya dimana beliau foto ketika sedang berada di pesawat. Kebetulan disebelahnya adalah perempuan.



Fokus followers malah bukan kepada nasehat ustadz YM namun lebih kepada gambar perempuan disebelah Ustadz. Ada yang nyinyir "Ustadz kok duduk sebelahan sama yang bukan mahromnya"


Jangan Buru-Buru Menilai, Menghakimi Apa-Apa yang Kita Lihat

Ini dia tulisan UYM

------------------------------

Terbang dulu yaaa... .
.
Puluhan tahun silam. Saya dawamin, biasain, baca shalawat. Spy jadi wali. Bisa terbang. Hehehehe. Yah, namanya juga bocah. Santri. Pergi, merem. Pas melek, nyampe. Sakti, kan? Ga nyangka. Bisa kesampean. Hehehehe. Jadi "wali". Hahahaha. Terbangnya, pake pesawat. Tidur. Bangun2, dah sampe. Hahahahahaha. Amazing dah doa itu. Top.
.
.
Diposting ulang neh...
.
.
Pada salah fokus. Hehehe. Ke perempuan. Itu kan pesawat. Hehehe. Mana bisa milih. Hehehe. .
.
Kalo soal perut, hehehehe. Doain dah. Itu jendol jaket. Tp doain biar sikspek.


Sumber: https://www.instagram.com/p/Bh6MDn8nkT9/?taken-by=yusufmansurnew

----------------------------------

Kemudian di tulisan yang lain Ustadz Yusuf Mansur menulis bb



https://www.instagram.com/p/Bh6Ou8Dnl3V/?taken-by=yusufmansurnew

Manusia itu cuma melihat dg mata yg terbatas, tp kemudian berani menuliskan apa yg diliat. Tanpa tau apa sbnrnya yg dilihat. .
.
Manusia itu, mendengar dg telinganya yg trbatas. Lalu kemudian sudah berani menilai, memberi komen, dan mengajak orang lain u/ mempercayai apa yang didengar. Padahal ga tau blas ttg kebenaran sesungguhnya dari dan ttg apa yg didengar.
.
.
Karena itu, mengapa Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar, menyuruh kita semua berbaik sangka. Bersabar. Dan meminta kita semua berdoa kepada Yang Maha Tahu.
.
.
Lihatlah baik2 dulu gambar ini. Saya, ga berani menulis, gerangan apa ini. Sungguh. Hebat sekali jika ada orang yg berani berpendapat ttg apa dan siapa, ttg bagaimana dan sesuatu, yg bnr2 blm dipahami. Tambah hebat lagi, jika apa yang ia tulis adalah sesuatu yang sifatnya ghibah dan fitnah. Berani sekali memesan tempat di neraka. Kita beristighfar kepada Allah.
.
.
Lihatlah gambar ini. Saya yakin. Kecuali yang bnr2 paham, relatif ga pada tau, ini kenapa dan bagaimana. Gambar ini multitafsir. Tapi seringnya kita kemudian menghakimi. Menulis sesuai kepahaman dan selera kita. Secara yg mengatakan udah paham pun, tetap tidak akan pernah paham juga scara hakikat.



Jgn lupa zikir sore. Salam hormat. Semoga Allah selalu membimbing di semua urusan. Aamiin

----------------------------------------

Memang benar, kita punya mata untuk melihat. Punya telinga untuk mendengar. Namun Jangan Buru-Buru Menilai, Menghakimi Apa-Apa yang Kita Lihat, jangan buru-buru menjudge apa-apa yang kita dengar.

Bisa jadi apa yang kita lihat dan kita dengar berbeda dengan kenyataan. Sangat bisa jadi kita salah tafsir, salah lihat. Sebab melihat itu hanya permukaan dari sebuah substansi.

Hati2 ya?

Jangan sampai kita dapat dosa dikarenakan mengatakan sesuatu yang salah, meskipun kita melihat dan mendengarnya.

Semoga saya dan kita semua terhindar dari kesalahan menilai dan menghakimi orang lain.. Aamiin

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment