Apr 7, 2018

Jadilah Muslim Menyejukkan yang Pemaaf Jangan Kaku dan Keras

Tahu nggak bagaimana pendapat orang2 eropa terhadap islam? Kebanyakan mereka berpendapat bahwa islam itu kaku. Pemeluknya kasar-kasar dan mau menang sendiri. Dikit2 jihad dan maunya perang melulu.

Dan masih banyak cap negatif islam dari negara barat. Selain karena propaganda media memang sebagian muslim begitu. Mereka kaku dan mau menang sendiri. Terkesan kasar dan tidak mau mengalah. Sedikit saja perbedaan selamanya jadi musuh.

Padahal berbedaan itu cuman masalah khilafiah namun membuat sebuah jurang pemisah yang dalam. Orang NU tidak mau sholat dengan orang Muhammadiyah. Apalagi dengan jamaah kompor atau salafi wahabi.

Seharusnya khan muslim itu sejuk dipandang. Menyenangkan dan membuat hati orang lain merasa nyaman bukan malah terancam. Tanya kenapa?


BELAJAR DARI HABIB ALI ZAINAL BIN ABDURRAHMAN AL JUFRI



Diambil dari sumber wikipedia. Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman al-Jufri dilahirkan di kota Jeddah, Arab Saudi tepat sebelum fajar pada hari Jum'at, 16 April 1971 bertepatan 20 Safar 1391 H, dari orang tua yang masih keturunan Imam Hussein bin Ali ra.

Habib Ali al-Jufri mempunyai penampilan fisik yang menonjol: tampan, berkulit putih, tinggi, besar, berjenggot tebal dan rapi tanpa kumis, sehingga kehadirannya di suatu majelis sering menyita perhatian orang. Tetapi kelebihannya bukan itu, jika berbicara di forum, orang akan dibuat kagum dengan penguasaannya dalam ilmu Agama cukup luas dan mendalam serta kaitannya dengan masalah-masalah kontekstual di era modern.

Intonasi suaranya membuat orang tak ingin berhenti mengikuti pembicaraannya. Pada saat tertentu, suara dan ungkapan-ungkapannya menyejukkan hati pendengarnya. Tapi di saat yang lain, suaranya meninggi, menggelegar, bergetar, membuat mereka tertunduk, lalu mengoreksi diri sendiri.

Materi yang dibawakan bukan hanya mengandalkan retorika semata, melainkan penuh dengan pemahaman-pemahaman baru, sarat dengan informasi penting, dan ditopang argumentasi-argumentasi yang kukuh. Wajar ceramahnya mampu menyentuh kalbu dan membuat audiense seperti memperoleh tambahan ilmu dan wawasan baru, juga semangat dan tekad baru untuk mengoreksi diri sendiri dan membuat 'perubahan'.

Mungkin itu sebabnya, Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri menjadi sosok ulama dan da'i muda yang nama dan kiprahnya dikenal luas di berbagai negeri muslim, bahkan juga di dunia Barat

---------------------------------------

KISAH HABIB ALI DENGAN KURT WESTERGAARD



Kisah ini saya dapat dari sahabat. Terlepas dari isinya, ada pesan moral yang hendak saya sampaikan. Yakni jadilah muslim yang menyejukkan dan mudah memaafkan. Jangan jadi muslim yang kaku dan keras.

Kisah pertemuan Al Habib Ali bin Abdurrahman Al-Jufri dengan Kurt Westergaard (penggambar alias seniman karikatur Baginda Nabi Muhammad saw)

Hari itu, seorang dai muda dari tanah Hadhramaut, Yaman, yakni Al-Habib ‘Ali Zainal ‘Abidin bin ‘Abdurrahman Al-Jufri, sedang rihlah dakwah, bertandang ke Denmark, mengadakan pertemuan dengan seseorang yang amat dibenci kebanyakan Umat Islam saat itu, dialah Kurt Westergaard, penggambar karikatur Baginda Nabi Muhammad saw.

Setelah lama berbincang, Kurt tampak heran dengan sikap Habib ‘Ali Al-Jufri, seorang pemuda berjenggot lebat rapi menutupi leher, tak berkumis, memakai jubah dan imamah serta surban, wajahnya putih dan tampan, tinggi besar, berperawakan persis seperti orang yang dioloknya dengan karikatur, tidak keluar sedikitpun dari mulutnya kata-kata kasar sebagaimana sering dilontarkan ummat Islam lewat media.

“Tuan, apakah Anda tidak marah atas apa yang telah saya lakukan? Padahal orang muslim di luar sana tampak sangat ingin memancung saya…”, tanya Kurt.

“Jika Rasulullah, orang yang Anda olok-olok itu masih hidup dan menyaksikan apa yang Anda perbuat, saya yakin, beliau pun tidak akan marah. Saya paham, Anda berbuat hal itu karena Anda tidak mengenal pribadi Rasulullah, jika Anda mengenal akhlaq beliau yang teramat mulia, Anda pun tak akan pernah terpikir untuk melakukan hal itu.” Jawab Habib ‘Ali dengan senyumnya yang bercahaya.

------------------------------------------------

Yuk Jadilah Muslim Menyejukkan yang Pemaaf Jangan Kaku dan Keras. Sebab kalau kita kaku dan keras mana ada yang respek apalagi dapat hidayah. Adanya takut dan phobia.

Wallahu A'lam

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment