Apr 29, 2018

Hukum Menonton Televisi Pada Saat Puasa Ramadhan

Apa Hukum Menonton Televisi Pada Saat Puasa Ramadhan? Bagi sahabat yang punya pertanyaan ini silahkan baca ya?

Berikut jawaban yang saya nukil dari ebook atau buku 30 Fatwa Seputar Ramadhan ini karya Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh DR. Ali Jum’ah. Diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Somad LC MA

Untuk yang mau membaca secara keseluruhan silahkan download linknya DISINI



Hukum Menonton Televisi Pada Saat Puasa Ramadhan

Fatwa Syekh DR. Yusuf al-Qaradhawi.

Pertanyaan: Apa pendapat agama Islam tentang menonton TV bagi orang yang sedang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan? 

Jawaban:

Televisi adalah salah satu sarana, di dalamnya ada kebaikan dan hal yang tidak baik. Semua sarana mengandung hukum tujuan. Televisi sama seperti radio dan sarana informasi lainnya, di dalamnya ada yang baik dan ada yang tidak baik.

Seorang muslim mesti mengambil manfaat dari yang baik dan menjauhkan diri dari yang tidak baik, apakah ia dalam keadaan berpuasa atau pun tidak sedang berpuasa. Akan tetapi dalam keadaan berpuasa ia mesti lebih hati-hati, agar puasanya tidak rusak, agar pahalanya tidak hilang sia-sia dan tidak mendapatkan balasan dari Allah Swt.

Menonton TV, saya tidak katakan halal secara mutlak dan tidak pula haram secara mutlak. Akan tetapi mengikut apa yang ditonton, jika baik, maka boleh dilihat dan didengar, seperti acara-acara agama Islam, berita, acara-acara yang membawa kepada kebaikan. Jika tidak baik, seperti acara tarian yang tidak menutup aurat dan hal-hal seperti itu, maka haram untuk dilihat di setiap waktu, terlebih lagi di bulan Ramadhan.

Sebagian acara makruh ditonton, meskipun tidak sampai ke tingkat haram. Semua sarana yang menghalangi diri dari mengingat Allah Swt, maka haram hukumnya. Jika menonton TV, atau mendengar radio dan lain sebagainya dapat melalaikan dari suatu kewajiban yang diwajibkan Allah Swt, seperti shalat, maka dalam kondisi seperti ini hukumnya haram.

Semua perbuatan yang melalaikan shalat maka hukumnya haram. Ketika Allah Swt menyebutkan sebab diharamkannya khamar dan judi, Allah Swt sebutkan sebabnya:

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (Qs. Al-Ma’idah [5]: 91). 

Maka bagi semua pihak yang bertanggung jawab terhadap acara televisi agar bertakwa kepada Allah Swt tentang apa yang layak untuk dipersembahkan kepada khalayak ramai, khususnya di bulan Ramadhan, untuk menjaga kemuliaan bulan yang penuh berkah, menolong kaum muslimin untuk taat kepada Allah Swt dan menambah amal kebaikan, agar tidak memikul dosa mereka dan dosa para penonton, seperti yang difirmankan Allah Swt:

“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu”. (Qs. An-Nahl [16]: 25).

-------------------------------------



Demikian Hukum Menonton Televisi Pada Saat Puasa Ramadhan semoga bermanfaat.

Jawaban pertanyaan diatas saya copas dari ebook atau buku 30 Fatwa Seputar Ramadhan ini karya Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh DR. Ali Jum’ah. Diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Somad LC MA

Untuk yang mau membaca secara keseluruhan silahkan download linknya DISINI

Silahkan di download dan dibaca ya? Semoga bermanfaat

Semoga puasa ramadhan kita kali ini dan seterusnya diterima oleh Allah swt. Juga dengan amal-amal ibadah kita yang lain dibulan suci ini baik sholat kita, baca qur'an kita, dhuha dan tahajud kita, zikir kita dll. Aamiin





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment