Apr 12, 2018

Gimana Sih Biar Bisa Sukses, Kaya, Lunas Hutang dan Hidup Lebih Bahagia?

Gimana Sih Biar Bisa Sukses, Kaya, Lunas Hutang dan Hidup Lebih Bahagia? Ada yang tahu? Jikalau pertanyaan ini diberikan kepada orang yang berbeda maka jawabannya juga akan berbeda. Ada 1001 jawaban.

Jika pertanyaan ini diberikan kepada seorang Ustadz maka sarannya perbaiki ibadah. Banyakin istighfar. Sholat dhuha, tahajud, baca Al Waqiah, baca doa lunas hutang, puasa senin kamis, zikir dll.

Padahal kalau ditelusuri lebih jauh, sang ustadz saja belum sukses. Belum kaya. Lalu apakah salah meminta nasehat Ustadz atau Kyai?

Tentu saja tidak salah. Sebab mereka adalah gudangnya Ilmu. Mereka sudah tidak begitu berpikir mempunyai emas segunung uhud. Beda dengan kita yang setiap hari mikirnya duiit melulu.. hehe


Kalau pertanyaan ini diberikan kepada motivator maka biasanya nasehatnya adalah tetap jaga semangat. tetap yakin bahwa kalau mereka bisa kaya, sukses, lunas hutang dan bahagia maka kita juga bisa. Mereka makan nasi kita juga makan nasi. Pasti bisa

Kalau kita bertanya kepada pengusaha maka jawabannya akan berbeda. jadilah tangguh misalnya. Kegagalan sudah biasa. Yang terpenting adalah tetap berdiri ketika gagal.

Kalau pertanyaan ini diberikan kepada orang yang berbeda maka jawabannya juga berbeda. Kalau pertanyaan ini diberikan kepada anda, jawabannya juga berbeda.

Tergantung bidang keilmuwan

Tergantung paradigma dan keyakinan

Tergantung pendidikan



Kalau anda tergantung apa? Apakah tergantung bacaan atau apa yang dibaca? Atau jawabannya ikut2an ustadz? Padahal anda sendiri juga belum sukses? Hehe..

"Kalau pertanyaan ini diberikan kepada Mas Adhin bagaimana jawabannya?"

Jawabannya ada di blog ini. Silahkan baca-baca ya?

Cuman terkait dengan tema ustadz dan kyai tadi, untuk saat ini saya agak jarang2 menjawab dengan dalil-dalil. Sebab saya bukan pakarnya.

Untuk saat ini, entah mengapa, saya malah agak males kalau harus menjawab dari sudut pandang spiritual. Entahlah...

Padahal kalau bicara substansi maka jawaban spiritual seharusnya lebih mengena. Cuma biasanya kita tahunya hanya kulitnya saja jauh dari makna.

Atau mungkin saya banyak menemukan orang2 yang bersandar kepada jawaban spiritual biasanya mereka MALAS. Mereka memang mengangkat kedua tangannya, sambil menengadah. Namun habis itu mereka enggan bergerak.

Atau banyak juga yang mengandalkan doa. "Udahlah doa aja, ntar juga sukses". Secara substansi itu benar, namun secara penerapan saya menemukan banyak yang salah kaprah.

Doa jadi alibi kemalasan. Doa jadi alasan enggan berusaha dengan maksimal. Doa jadi tempat berkeluh kesah dan menyalahkan keadaan. Entahlah... :) Yang jelas saya banyak menemukan orang seperti ini.

Lalu ketika mereka sudah ibadah, sudah mengangkat kedua tangan, sudah berdoa, sudah ini sudah itu namun nasib tidak jua berubah, hutang makin numpuk, hidup tidak jua sukses lalu menyalahkan amalannya. Menyalahkan ustadz dan kyai, menyalahkan blog ini. Dan parahnya menyalahkan Tuhan. Ini khan gak bener.

"Udahlah doa aja terus, ntar juga sukses kok"

Kalau paradigma anda doa hanya sebatas mengangkat kedua tangan lalu selesai maka 10 tahun kemudian sama saja. 20 tahun kemudian anda tetap hanya menengadahkan kedua tangan tanpa hasil.

Sebab apa? Sebab doa adalah energy yang paling powerfull khususnya bagi muslim. Kalau doa anda tidak menggerakkan, dan atau tidak memicu anda bergerak maka alamat doa tinggallah doa. Doa yang hanya sampai kerongkongan saja.

-----------------------------------

Makanya saya mengurangi banget jawaban spiritual dari pertanyaan Gimana Sih Biar Bisa Sukses, Kaya, Lunas Hutang dan Hidup Lebih Bahagia. Sebab disamping saya bukan ustadz, pun saya juga belum sukses.. Hihihi

Cuma kalau masalah materi Insya Allah cukup. Alhamdulillah haadza min fadli robbik. Sehari sejuta bahkan lebih sudah biasa. Kalau ukuran kesuksesan adalah prestasi dan status sosial, maka saya sudah mendapatkan. Sori agak sombong dikit.. :) Buat motivasi saja.. :)

Cuman khan ukuran kesuksesan tidak selalu materi dan status sosial saja. Ada banyak hal yang lain.

"Terus gimana caranya Ji?"

Ya itu tadi. Saya tidak tahu persis apa jawabannya. Ikuti saja dulu saran guru anda, atau ustadz anda, atau motivator anda. Coba ikuti dulu. Atau cara yang paling bagus adalah mengikuti jalan orang2 yang sudah sukses dan bermakna. Ikuti mereka...

Coba juga nonton video motivasi merry riana berikut ini. Disini ada jawaban versi motivator sekaligus orang muda yang sudah sukses secara materi.



"Saya sudah selesai nonton Ji, terus gimana lanjutannya? Gimana Sih Biar Bisa Sukses, Kaya, Lunas Hutang dan Hidup Lebih Bahagia?"

Hadeeh, anda ini maunya serba cepat, serba instan. Gak mau ngikutin proses. Baiklah kalau antum memaksa.. Hehe. Kalau saya sendiri ini yang saya lakukan selama ini



Saya berdoa

Doa itu meminta kepada Yang Maha Kuasa. Sebelum meminta pastikan dulu perbaiki amal ibadah. Kalau saya banyak2 istighfar sehari bisa 500 kali. Silahkan versi anda sendiri sesuai dengan dimana anda ngaji.

Sebab saya tidak mau bicara banyak tentang hal ini. Ntar dikira sok alim.. Hehe. Yang jelas pastikan doa anda menggerakkan. Pastikan doa anda mampu memicu jiwa dan raga untuk bergerak menjemput kesuksesan.

Saya berpikir

Saya juga berpikir keras dan belajar keras bagaimana supaya bisa sukses kaya dan bermakna. Saya belajar dimanapun kapanpun dan dengan siapapun. Saya banyak mengeluarkan uang untuk investasi leher keatas.

Buku selemari penuh, seminar-seminar, workhsop, kursus dll pernah saya ikuti yang menghabiskan puluhan juta rupiah. Semua sudah pernah saya lakukan.

Saya bergerak

Saya tidak menjadikan alibi DOA untuk jadi pemalas. Saya bergerak dan terus bergerak. Berusaha dan terus berusaha. Sebab saya meyakini Tuhan sudah mengabulkan doa saya diruang dan waktu yang masih rahasia. Tugas saya adalah bergerak menjemputnya.

Saya bekerja keras dan cerdas. Bekerja lebih lama dari orang kantoran, sekaligus belajar. Bekerja dan belajar menjadi satu.

Saya belajar berani

Bukan berarti saya tidak punya rasa takut. Saya takut ketika hendak resign dulu. Saya takut ketika hendak membuka bisnis dan mengeluarkan modal puluhan juta. Saya takut ketika harus menyedekahkan satu2nya harta tersisa.

Namun meski saya takut saya tetap memberanikan diri untuk mengambil keputusan penting dalam hidup. Saya tahu ada resiko, namun saya meyakini resiko terbesar adalah tidak mau mengambil resiko.

Saya belajar tidak mengeluh

Jangan dipikir saya tidak pernah gagal. Bahkan saya pernah berada di lembah terdalam. Jadi pengangguran, hutang ratusan juta. Hari ini makan besok tidak tahu apakah masih bisa makan apa tidak.

Saya 12 kali mengalami kegagalan, namun saya terus berusaha bangkit. Proses2 mengharu biru sudah pernah saya lewati yang mana mungkin saja tidak banyak yang bisa melewatinya. Proses2 kegagalan inilah yang saya tulis dalam bundel panduan rahasia kunci sukses.

Intinya adalah saya berusaha memaksimalkan potensi diri semaksimal mungkin. Apa yang sudah Tuhan berikan yakni dalam bentuk akal pikiran, tubuh dan hati saya maksimalkan. Barangkali inilah cara kita bersyukur sebab sudah dikaruniai oleh akal pikiran dan hati.

Celakanya meski kita sudah maksimal dan atau beberapa tahun memaksimalkan diri, tetap saja kesuksesan seperti yang kita gambarkan tidak juga menjadi nyata. Namun saya tidak menyerah. Saya terus dan terus bergerak. terus dan terus belajar.

Sampai kapan? Sampai kegagalan itu bosan nempel :)

Jika anda melakukannya seperti saya Insya Allah hasilnya juga sama bahkan lebih. Anda pasti sukses. Hutang anda pasti lunas. Dan anda akan hidup bahagia.

Sebab saya meyakini itu..

Jika saat ini anda belum sukses dan bermakna, artinya anda belum melakukan apa yang saya lakukan. Anda belum memaksimalkan potensi diri. Anda belum bergerak dan bekerja keras sebagai bagian dari kepantasan kesuksesan.

Atau bisa jadi anda masih berproses. hanya masalah waktu saja. Insya Allah jika usaha maksimal sudah kita lakukan paling lambat 3 tahun grafik hidup sudah mulai berubah.

Itu saran saya. Jika anda mau melakukannya silahkan. Yuk bareng2 saya terus memaksimalkan potensi diri. Tidak ada kata berhenti sampai Tuhan memanggil pulang. Saya juga tidak akan berhenti untuk terus belajar dan terus bergerak. Sehingga mudah2an prestasi demi prestasi bisa terukir disisa waktu hidup ini. Aamiin

Namun kalau anda tidak mau melakukannya juga tidak apa-apa. Sebab cara dan tips sukses masing2 orang berbeda-beda. Apapun itu doa saya untuk kesuksesan anda dan keluarga dunia akherat.

Wallahu A'lam
Met rehat
Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment