Apr 29, 2018

Apa Hukum Kumur-Kumur dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Puasa

Apa Apa Hukum Kumur-Kumur dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Puasa? Jika anda ada pertanyaan seperti ini wajib baca jawabannya ya?

Berikut jawaban yang saya nukil dari ebook atau buku 30 Fatwa Seputar Ramadhan ini karya Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh DR. Ali Jum’ah. Diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Somad LC MA


Untuk yang mau membaca secara keseluruhan silahkan download linknya DISINI


Apa Hukum Kumur-Kumur dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Puasa

Kumur-Kumur dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Berpuasa. Fatwa Syekh DR. Yusuf al-Qaradhawi.

Pertanyaan: Ada yang mengatakan bahwa kumur-kumur atau Istinsyaq dalam Wudhu’ berpengaruh terhadap sahnya puasa, sejauh mana kebenaran pendapat ini? 

Jawaban: Kumur-kumur dan Istinsyaq dalam wudhu’ adalah sunnat menurut Mazhab Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i. Wajib menurut Mazhab Imam Ahmad yang menganggapnya sebagai bagian dari membasuh wajah yang merupakan perintah.

Apakah sunnat atau wajib, tidak selayaknya ditinggalkan ketika berwudhu’, apakah ketika berpuasa atau pun ketika tidak berpuasa. Bagi muslim ketika sedang berpuasa agar tidak terlalu berlebihan dalam berkumur-kumur dan Istinsyaq, tidak seperti saat tidak berpuasa.

Dalam hadits disebutkan

“Apabila engkau istinsyaq maka lebihkanlah, kecuali jika engkau berpuasa”. (HR. Asy-Syafi’i, Ahmad, imam yang empat dan al-Baihaqi). 

Jika seorang yang berpuasa berkumur-kumur atau melakukan istinsyaq ketika berwudhu’, lalu air termasuk ke kerongkongannya tanpa sengaja dan tidak karena sikap berlebihan, maka puasanya tetap sah, sama seperti masuknya debu jalanan atau butiran tepung atau lalat terbang dan masuk ke kerongkongannya, karena semua itu kekeliruan yang tidak dianggap. Meskipun sebagian imam berbeda pendapat dengan ini. Kumur-kumur yang bukan karena berwudhu’ juga tidak mempengaruhi sahnya puasa, selama air tidak sampai ke dalam perut. Wallahu a’lam.

---------------------------------



Demikian jawaban dari pertanyaan Apa Hukum Kumur-Kumur dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Puasa

Jawaban pertanyaan diatas saya copas dari ebook atau buku 30 Fatwa Seputar Ramadhan ini karya Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh DR. Ali Jum’ah. Diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Somad LC MA

Untuk yang mau membaca secara keseluruhan silahkan download linknya DISINI

Silahkan di download dan dibaca ya? Semoga bermanfaat

Semoga puasa ramadhan kita kali ini dan seterusnya diterima oleh Allah swt. Juga dengan amal-amal ibadah kita yang lain dibulan suci ini baik sholat kita, baca qur'an kita, dhuha dan tahajud kita, zikir kita dll. Aamiin


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment