Mar 8, 2018

Terjebak Hutang Bank dan Kartu Kredit, Bagaimana DOA dan Solusinya?

Ada pertanyaan dari sahabat blog terkait dengan artikel mengenai hutang dan melunasi hutang di blog ini. Sebab ybs sedang terjebak hutang ratusan juta dan juga terjebak kartu kredit. Waduuuh gimana rasanya ya?

Setelah terjebak beban berat ini lalu ybs ingin bertaubat dan memulai dari 0 lagi

Sumber gambar google

Artikel serial melunasi hutang dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses

Ini dia curcollannya

--------------------------

Ass. Wr. Wb, Selamat Pagi, Bapak Adhin

Perkenalkan nama saya Fulan, umur 27 Tahun. saya sudah membaca artikel mengenai hutang dari www.adhinbusro.com terima kasih atas informasi nya yang sangat bermanfaat.

sebelumnya maaf atas ketidaksopanan saya untuk mempertanyakan hal ini. saat ini saya sedang terjebak hutang ratusan juta rupiah di 8 bank konvensional pada kartu kredit dan KTA. setiap hari saya tidak tenang karena saya menjadi buronan bank melalui kolektornya.

sejujurnya saya ingin taubat dari riba, saya ingin memulai semua nya dari 0.tapi saya bingung harus mulai dari mana. sebab asset pun saya tidak punya sama sekali. gaji pun sebagai pekerja tidak cukup untuk melunasi hutang tersebut.

sekirannya adakah solusi yang baik untuk saya ?sebab saya takut sebelum saya bisa melunasi hutang tersebut saya sudah di panggil Allah.

Salam,

------------------------------



Jawab: Semoga masalah bapak diatas segera tersolusikan. Semoga Allah membukakan jalan pertolongan. Aamiin


Terjebak Hutang Bank dan Kartu Kredit, Bagaimana DOA dan Solusinya?



Tentu saja berat banget rasanya. Masih mudah umur 27 tahun sudah terjebak hutang ratusan juta dan juga ada jebakan kartu kredit.

Walaupun sebenarnya menurut saya bukan JEBAKAN hutang dan KK, tapi lebih kepada jebakan nafsu. Nafsu dalam dirilah yang menjebak kita. Artinya kalau kita mau mengakui sebenarnya itu salah kita juga.

Oleh karena itu yang pertama adalah TERIMA dengan banyak2 ISTIGHFAR

Kemudian biasanya kita ingin bertaubat dan memulai lagi hidup dari 0. Ini komitmen yang bagus dan perlu dicontoh.

Jangan sampai seperti saya, yang mana dahulunya cuman taubat sambal. Sudah beberapa kali taubat sambal. Giliran terancam bangkrut taubat. Lalu ketika bisnis tidak jadi bangkrut KUMAT LAGI. Begitu seterusnya

Itulah nafsu.. Mau menang sendiri.

Dan pada saat seinchi lagi terkena kasus dan mau masuk penjara taubat lagi. Alhamdulillah ada momentum dimana semoga taubatnya memang nasuha. Taubat yang bener.

"Mas Adhin meragukan taubat saya ya?"

Itu adalah komitmen anda. Kalau saya sendiri YA. Saya meragukan taubat anda.. Hehe. Kalau memang anda bertaubat dengan sungguh2 yang pertama adalah TERIMA aja konsekwensinya.

Terima aja pahit2nya, getir2nya. Terima aja keadaan gak ada uang sama sekali, perut kelaparan dll. Terima aja ketika dibentak dihina dan direndahkan baik oleh kolektor atau oleh tetangga anda. Emang itu anda dah. layak untuk dihina.. Hehe

"Lho kok gitu Mas?"

La iya. Khan mau taubat nasuha. Jangan dikira setelah berikrar taubat langsung ada solusi. Langsung hutang lunas dll? Tidak demikian adanya. Harus merasakan dulu KONSEKWESI akibat dosa2 kita.

Mau setahun dua tahun dalam keadaan perih ya terima aja. Sebab PASTI akan ada momentumnya ketika Allah memberikan pertolongan_Nya dengan syarat dan ketentuan. Syaratnya adalah LULUS UJIAN Pertaubatan.

"Doa melunasi hutang segunung apa mas?"

Kalau doa entar dulu. Yang penting pahami tulisan saya diatas dulu. Kalau sudah paham baru deh kita bahas tentang doa.

Misalnya "Allaahummakfinii bihalaalika 'an haroomik. Wa aghninii bifadhlika 'amman siwaak"

Atau Coba buka2 blog ini tentang lafadz doa. Atau bisa buka2 Google Image disini

Silahkan bapak ibu bisa baca tulisan saya ini



KOMITMEN dan KOMITMEN

Saat itu saya jadi ingat ceramah seorang kyai yang pointnya adalah, "Allah tidak akan merubah suatu kaum sehingga kaum itu mau BERUBAH"

Maka mulai saat itulah saya berdiri kembali dengan sebuah komitmen untuk mau berubah. Mencoba tegak kembali meski dengan sisa-sisa kekuatan.
  • Mencoba menerima keadaan apa adanya
  • Mencoba menerima hari itu kelaparan tidak makan
  • Mencoba menerima harus tidur di terminal
  • Mencoba belajar menerima ketika harus diusir dari kontrakan
  • Mencoba belajar menerima ketika harus dipukuli orang

Sebab itu semua SALAHKU bukan salah orang lain apalagi salah orang tua. SALAHKU yang tidak mau bekerja keras dalam sebuah KOMITMEN. Malah suka menyalahkan orang lain, cuaca, keturunan, pendidikan dan semuanya

Yang harus aku lakukan adalah MENERIMA untuk kemudian mencoba menata ulang. Mencoba belajar sesuatu yang dahulu enggan dipelajari, yakni kerasnya kehidupan.

LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN BACA DISINI

------------------------------------

Naaah itu tadi artikel singkat tentang "Terjebak Hutang Bank dan Kartu Kredit, Bagaimana DOA dan Solusinya?" Semoga bermanfaat.

Kalau dirasa bermanfaat silahkan share






Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment