Mar 3, 2018

Serial Melunasi Hutang, Menangis Karena Hutang atau Karena Allah?

Ada serial artikel melunasi hutang yang saya dapatkan dari teman di grup. Artikel ini saya share ulang karena setelah saya baca isinya bagus. Inilah Serial Melunasi Hutang, Menangis Karena Hutang atau Karena Allah?

MENANGIS ITU WAJAR, MAKA MENANGISLAH


Menangis adalah sesuatu yang alami dan wajar bagi manusia. Menurut saya menangis karena kehilangan itu juga wajar, asal tidak berlebihan. Termasuk menangis karena hutang.

Namun perlu dimengerti bahwa apa yang kita tangisi bukan sesuatu yang abadi. Apa yang kita tangisi hanya titipan. Semu dan fatamorgana.

Karena seharusnya kita lebih menangis sebab dosa2 kita sehingga diazab dengan hutang. Harusnya seperti itu.

Baca artikel serial hutang bagian satu ini ya? Artikle melunasi hutang dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses

-----------------------------------------

#HutangLunas_AwakWaras (1)
ALA ROTI MARIE

Iming-iming
Aku Duwe Roti
Roti Marie
Rasane Kok Legi
Sopo Biso
Nangis Karo Ngguyu
Tak Opahi
Roti Marie Telu



SIAPA yang tidak kenal Biskuit Marie ? Para bayi Angkatan Tahun 90’an, banyak yang familier dengan biskuit legendaris satu ini.

Biskuit bundar gepeng dengan teksturnya yang lembut, gampang lumer bila kena air.

Makanya para ibu zaman dulu biasanya bikin bubur pake biskuit Marie. Cukup dikasih air hangat, biskuitnya lumer, diaduk-aduk, lalu jadilah bubur.

Instan dan murah meriah. Para bayi junior yang belum punya gigi, lebih gampang makannya. Pokoknya tinggal diemut. Kenyang deh !??

Biskuit Marie pertama kali dibuat di London tahun 1874. Waktu itu biskuit marie dibuat oleh sebuah bakery di London, namanya Peak Freans Bakery.

Biskuit Marie dibuat untuk memperingati pernikahan bangsawan Rusia, Maria Alexandrovna, yang dinikahi bangsawan Inggris dari Edinburgh.

Untuk menghormati sang bangsawan, nama sang bangsawan pun dicap di atas biskuit, makanya diberi nama biskuit Maria.

Sejak saat itu biskuit maria menyebar ke seluruh dataran Eropa, terutama di negara Spanyol.

Produksi massal biskuit maria dilakukan di Spanyol karena saat itu Spanyol lagi kelebihan produksi gandum.

Orang Spanyol mengenang biskuit maria sebagai simbol pemulihan ekonomi pasca perang sipil.

Tidak hanya Eropa, biskuit maria juga menyebar ke seluruh dunia. Kawasan Asia termasuk Indonesia, biskuit Maria lebih dikenal sebagai Biskuit Marie.

Penyebaran Biskuit Marie dikemas dalam beberapa Merk, antara lain ada ATB, Khong Guan, Regal, dan Roma.

Yang paling mahal adalah yang Regal. Sedangkan ATB adalah yang murah meriah.


Idiom Roti Marie, zaman old menjadi popular era tahun antara 1980 - 1990 silam.

Hingga menjadi sapaan popular untuk menghibur bayi, SOPO BISO, NANGIS KARO NGGUYU. TAK OPAHI ROTI MARIE TELU !

Mungkin setelah tiga atau empat puluh tahun kemudian, diantara kita ada yang saat ini menglami menangis (Sopo Biso Nangis).

Atau mungkin ada yang mengalami tertawa (Sopo Biso Ngguyu).

Menangis, lantaran mengalami kegoncangan mendapat musibah. Atau tertawa lantaran mendapat suatu kebahagiaan.

Menangis adalah aktivitas fisik manusia, bahkan sebelum bisa melakukan apa-apa manusia sudah pandai menangis.

Ada yang menangis dan sedih karena ditinggal seorang yang amat dicintai dan dikasihi.

Ada lagi yang bersedih ketika tidak bisa menggapai asa dan citanya.

Ada juga yang menangis karena tak kuasa menahan himpitan hidup.

Pun ada yang menangis, mendapat tekanan diuber (dikejar) para penagih hutang. Atau menghadapi ancaman rumah disita bank.

Semua orang pasti pernah menitikan air mata, walau mungkin setiap orang juga memiliki alasan yang berbeda.

Menangis adalah akibat bukan sebab. Orang yang terlalu sedih akan menangis, terlalu bahagia juga bisa menangis.

Bayi yang ngompol akan menangis. Anak kecil diganggu temannya juga akan menangis.

Guru yang menghadapi murid yang sebegitu bebalnya, mungkin juga menangis. Orang tua yang ditinggal mati orang-orang terdekatnya juga akan menangis.

Menangis adalah aktifitas semua manusia dan semua umur.  Pasti semua orang pernah mengalami yang namanya menangis.

Yang menjadi pertanyaan : Ada dimana posisi TANGISAN kita ? Takut debt collector atau penagih hutang ?



Takut rumah di sita bank ? Takut kehilangan harta ? Takut kehilangan pekerjaan ? Takut kehilangan jabatan ?

Takut dipenjara KPK ? Takut diperiksa Jaksa ? Takut PHK ? Takut dibully tetangga ? Takut kehilangan istri tercinta ?

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada ALLAH SWT sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan ALLAH SWT tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam”.

(Hadits Riwayat at-Tirmidzi, no. 1633, 2311; an-Nasaa‘i 6/12; Ahmad 2/505; al-Haakim 4/260; al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 14/264)

(Syaikh Salîm al-Hilaali hafizhahullaah mengatakan, “Shahîh lighairihi”. Lihat penjelasannya dalam kitab Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdhus Shâlihîn 1/517; no. 448)

Mengapa kita tidak takut kepada ALLAH SWT ? Justru kita takut kepada para penagih hutang ? Takut kepada Bank ?

Takut rumah, tanah, dan sawah melayang ? Takut jabatan di ambil orang ? Takut tak punya uang ?

Pernahkah kita menangis, dalam keadaan sendirian, karena takut siksa ALLAH Azza Wa Jalla ?

Tidakkah kita takut bahwa pada saatnya diri kita akan disita ALLAH SWT ?

Tidakkah kita menyadari, cepat atau lambat semua yang didunia meninggalkan kita ?

Ketahuilah, bahwa menangis karena takut kepada ALLAH SWT lebih berrarti dari seluruh isi bumi dan langit.

Takut kepada ALLAH SWT lantaran menyadari bahwa diri kita berlumuran dosa lebih mulia dibanding sekadar kehilangan harta benda.

Perkara hutang, berapa pun jumlahnya, berapapun nilainya, dan berapapun besarnya, bukanlah hal yang sulit bagi ALLAH SWT untuk menyelesaikannya.

Bagi ALLAH SWT solusi penyelesaian hutang, bak banyak jalan menuju Roma.

Menangislah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat di hadapan ALLAH SWT. Mohon ampunlah kepada ALLAH SWT atas kealpaan diri kita, ketika mendapat kenikmatan modal kerja dari Bank.

“Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu. Sesungguhnya kegoncangan hari Kiamat itu
adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).”

“(Ingatlah), pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, semua wanita yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, dan semua wanita yang hamil gugur kandungan.”

“Kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi adzab ALLAH SWT itu sangat keras.” (Al-Qur’an Surah al-Hajj /Ayat 1 - 2)

Saudaraku yang saat ini tengah ketakutan di-UBER HUTANG, marilah kita bersama-sama bersimpuh dihadapan ALLAH SWT, pada setiap dua pertiga malam.

Bartaubatlah dan menangislah atas perbuatan dzholim kita kepada-NYA. Mendekatlah kepada-NYA. Serahkan kepada-NYA.

Istaghfiru robbakum innahu kaana ghoffaaro : Astaghfirullah-hal ‘Adziim !

Habiskanlah dua pertiga malam kita untuk berdzikir kepada ALLAH SWT, dengan beristighfar sebanyak-banyaknya (Minimal 3333 x).

Insyallah Hutang Lunas, Awak Waras. Tak Opahi Roti Marie Telu.

Mendapat hadiah Roti Marie Tiga. Iman, Islam, Ikhsan ! Aamiin Yaa Mujibassailin. (bersambung)

---------------------------------------

Baca SAMBUNGAN SERIAL MELUNASI HUTANG DISINI

Wallahu A'lam

Demikian artikel Serial Melunasi Hutang, Menangis Karena Hutang atau Karena Allah?. Kalau dirasa bermanfaat silahkan share.




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment