Mar 5, 2018

Serial Melunasi Hutang 5, Tangguhlah Kemudian Lakukan Amalan Melunasi Hutang Ini

Berkali2 saya menulis dalam artikel dengan tema melunasi hutang yang pertama dilakukan adalah MENERIMA konsekwensinya meskipun sulit. Hadapi sebab semua beban berat karena hutang juga salah kita kok?

Kenapa salah kita?

Jawabannya adalah Kenapa antum harus hutang? Khan hutang harus dibayar apapun alasannya.


"Kepepet kebutuhan mas ji. Anak sekolah, bisnis bangkrut, dapur terancam tidak ngebul"

Oke deh. Sebab harus bayar sekolah anak, kalau tidak anak kita dikeluarkan. Emang yakin kalau telat bayar anak sekolah pasti dikeluarkan?

Emang yakin banget kalau berhutang bisa menjadi asbab bisnis kita bangkit lagi? Emang optimis dan yakin kalau hutang dapur kita bakalan ngebul kayak sepur?

Sebenarnya Tuhan kita Allah apa hutang sih ya? Sebegitu hebat dan powerfullnya hutang bisa membuat anak kita tidak dikeluarkan, bisa membuat bisnis kita bangkit, bisa membuat dapur kita ngebul.

Hayooo

Tapi baiklah, alasan diatas bisa diterima. Apalagi sudah kadung yang terjadi adalah hutang menumpuk dan ditagih terus sama kolektor.



Karena sudah kejadian mari belajar tangguh. Mari belajar menerima dulu meski getir. Untuk kemudian kita berikhtiar dengan melakukan amalan melunasi hutang.

Sebelum membaca serial melunasi hutang 3 baca dulu seri 1 dan 2. Serial Melunasi Hutang, Menangis Karena Hutang atau Karena Allah? BACA DISINI. Serial Melunasi Hutang 2, Diantara Ketakutan akan Kehilangan dan Harapan BACA DISINI.

Serial Melunasi Hutang 3, Antara Harta Sejati dan Harta Palsu, yang Manakah Anda? BACA DISINI

Sementara Serial Melunasi Hutang 4, Jujur Saja Apa Adanya Jangan Kata "Insya Allah" Jadi Alasan bisa anda BACA DISINI.

Yuk kita mulai, "Serial Melunasi Hutang 5, Tangguhlah Kemudian Lakukan Amalan Melunasi Hutang Ini".
Baca tulisan sahabat saya berikut ini

NB: Artikel ini dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses

-----------------------------------------

#HutangLunas_AwakWaras (5)
OTOT KAWAT BALUNG WESI

RADEN Arya Gatotkaca, satriya ing Arimbiatmaja. Kacarita, Otot Kawat Balung Wesi.

Sumsum gegana, dengkul paron, daging kencana, kulit tembaga, pupu mriem, driji gunting, sikut palu.

Ora tedhas tapak paluning pande sisaning gurinda. Ngganggo caping basunanda, kotang antakusuma.

Yen udan ora kudanan, yen panas ora kepanasen. Bisa mletik tanpa suthang, bisa mabur tanpa elar.

Terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia adalah, Raden Arya Gatotkaca, satria dari Arimbiatmaja. Tersebutlah dalam cerita, Otot Kawat Tulang Besi.

Sumsum awan, lutut (dari atau seperti) baja penempa besi, daging emas, kulit tembaga, paha meriam, jari tangan gunting, sikut palu (godam).

Kebal terhadap semua pukulan, tendangan, dan senjata yang terbuat dari besi atau baja.

Mengenakan caping basunanda, kostum (penutup tubuh) antakusuma. Jika hujan tidak kehujanan, jika panas tidak kepanasan.

Bisa melesat tanpa kaki, bisa terbang tanpa sayap. Gatotkaca adalah putera kedua dari Wrekudara (Bima).

Ibunya adalah Dewi Arimbi, seorang raksasa di Kerajaan Pringgondani.

Ketika lahir, Gatotkaca berwujud raksasa, bernama Putut Tutuka.

Si bayi juga langsung bikin geger karena tali pusarnya tidak bisa dipotong dengan senjata tajam apapun.

Gatotkaca, setelah gede, diangkat sebagai Raja di Pringgondani.

Analogi Kisah Gatotkaca ini mungkin bisa kita jadikan penyemangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Tetaplah maju terus pantang mundur di kala bisnis jatuh. Jadilah seperti Gatotkaca, yang memiliki mental super power.

Dalam bisnis, jatuh bangun adalah hal yang biasa. Ibarat roda berputar, kadang di atas, kadang di bawah.

Maka itu saat posisi menanjak, tidak terlalu pongah. Sebaliknya, saat mengalami bangkrut tidak mudah putus asa.

Dikejar hutang, hadapi dengan ksatria. Kuatkan otot keberanian, seperti Gatotkaca. Kita harus memiliki Otot Kawat Balung Wesi, tak kan pantang mundur.

Katakan dengan gagah berani : “Hai Hutang ! Kejarlah Daku, Kau Kutrangkap.”

Tak ada gunanya dihadapan penagih hutang, menangis-nangis, menumpahkan seluruh air mata.

Atau memohon agar hutang ditangguhkan pembayarannya. Semua tak berguna. Hutang jangan dipikir, tapi dibayar. Titik



Berhutang sebenarnya bukan fitrah kita. Semua orang maunya kebutuhan terpenuhi tanpa berhutang.

Namun apapun alasannya, hakekat berhutang, adalah lantaran dipepet KEBUTUHAN. Apakah mau beli mobil, motor, mesin cuci, atau Ha Pe terbaru.

Persoalan tagih menagih hutang, muncul sebagai akibat, dari suatu sebab yang mendahuluinya.

Awalnya antara penghutang dan pemberi hutang, sama-sama ingin untung. Baik secara financial maupun material.

Namun kenapa kemudian keduabelah pihak terjebak diatas ring tinju kelas amatir, adu otot leher ketika angsuran macet ?

Mungkin sama-sama kepepet. Peminjam kepepet nggak punya duit. Penagih kepepet aturan prestasi kerja lembaganya.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana agar diri kita memiliki OTOT KAWAT BALUNG WESI untuk menghadapi penagih HUTANG ?


Mengapa penyelesaian HUTANG dibutuhkan kekuatan super ? Apa metodologi TAKHLUKKAN HUTANG ?

Berikut beberapa Tips yang mungkin bisa menjadi bahan pengetahuan, khususnya kawan-kawan yang saat ini sedang mengalami kesulitan membayar hutang.

Pertama, segera lakukan Sholat Sunnah Taubatan Nashuha, minimal dua rakaat, pada dua per tiga malam.

Menangis kepada ALLAH SWT dan berjanji tidak akan berbuat dzolim. Kemudian pasrah total kepada ALLAH SWT, dan menyerahkan sepenuh-Nya.

Apapun yang diputuskan ALLAH SWT, itu yang terbaik. Lepaskan seluruh beban pikiran, meski sangat sulit.

Teruslah berikhtiar. Setiap kesulitan, pasti ada jalan keluar. Upayakan pelihara wudhlu setiap saat.

Kemudian, bila panjenngan tidak keberatan setiap habis Sholat Shubuh dan ‘Asyar istiqomah membaca Surah Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas.

Masing-masing Surah dibaca minimal 33 x, dan Sholawat Nabi SAW (Bacaan Sholawat dalam at-Takhiyat Akhir) 11 x.

Membaca Istighfar minimal 3313 x dan Laa Haula Walaaquwwata Illa Billahill ‘Aliyyil Aadziim ... 111 x setiap hari.

Kemudian Hasbunallah Waniknal Wakil, Nikmal Maulaa Wanikman Nasyiir ... 71 x dan Laa Ilaaha Ilallah Muhammad Rasulullah ... 99 x.

Ditutup do’a : “Wayarzuqhu min haitsu laa yahtasibu waman yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhu innallaha baalighu amrihi qad ja’alalahu likulli syai-in qadran.”

“Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘idan liawwalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raaziqiina.”

“Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal buhkl, wa a’udzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijaal.”

(Ya ALLAH SWT, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah. Dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan)

(Dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung pada-Mu dari belenggu hutang dan tekanan manusia)

Dalam satu riwayat Hadits Imam Bukhari dan Muslim dalam Kitab Nashoihul Ibad dikisahkan, Nabi Muhammad Rasulullah SAW, masuk masjid  bertemu salah seorang sahabat Anshar bernama Abu Umamah.

Rasulullah SAW kemudian bertanya kepadanya : "Wahai Abu Umamah, mengapa Anda seorang diri didalam masjid, padahal sekarang bukan waktunya Sholat Fardlu ?"

Abu Umamah menjawab : "Wahai Rasulullah SAW, saat ini saya sedang ditimpa kesusahan dan banyak dililit hutang."

Lalu Rasulullah SAW. Bersabda : "Bacalah doa  ‘Allahumma inni a’udzubika imbal hammi .... dan seterusnya’ setiap pagi dan sore.”

“Maka ALLAH SWT akan memberikan kemudahan bagimu." (bersambung)

------------------------------

Artikel ini bersambung. BACA SAMBUNGANNYA DISINI

Demikian artikel "Serial Melunasi Hutang 5, Tangguhlah Kemudian Lakukan Amalan Melunasi Hutang Ini". Siapa tahu bermanfaat

Kalau dirasa bermanfaat silahkan boleh copas atau share. Wallahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment