Mar 4, 2018

Serial Melunasi Hutang 3, Antara Harta Sejati dan Harta Palsu, yang Manakah Anda?

Sebelum membaca serial melunasi hutang 3 baca dulu seri 1 dan 2. Serial Melunasi Hutang, Menangis Karena Hutang atau Karena Allah? BACA DISINI. Serial Melunasi Hutang 2, Diantara Ketakutan akan Kehilangan dan Harapan BACA DISINI.

Sekarang kita membahas Serial Melunasi Hutang 3, Antara Harta Sejati dan Harta Palsu, yang Manakah Anda?


Emang ada harta sejati dan harta palsu. Paling tidak menurut artikel dibawah ini ADA. Harta sejati adalah harta yang dikumpulkan dan didistribusikan untuk manfaat sesama. Sementara harta palsu adalah harta benda yang dipakai untuk memuaskan nafsu.

Harta palsu inilah yang seringkali menjadi sumber HUTANG. Kita suka berhutang hanya untuk memuaskan nafsu, makanya tak heran endingnya adalah penderitaan.

Artikel serial melunasi hutang ini dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses

Langsung saja kita baca artikel dari sahabat berikut ini


Serial Melunasi Hutang 3, Antara Harta Sejati dan Harta Palsu, yang Manakah Anda?

Yuk dibaca bareng2



--------------------------------------------

#HutangLunas_AwakWaras (3)
SIR PONG DELE KOPONG

NIAT baik tak selamanya berujung baik. Terkadang hasilnya sangat memprihatinkan dan mengecewakan.

Tujuan Khaoirunnas an-fauhum linnas (Bermanfaat bagi banyak orang), ibarat pungguk menggapai rembulan.

Mengapa keinginan yang mulia ini justru berbalik arah, pada akhirnya tak pernah terwujud ?

Apa ada yang salah ? Ataukah niat awalnya tidak didasari dengan ketulusan semata karena ALAH SWT ?

Bisa jadi niat yang baik, ingin memberi manfaat kepada orang banyak, masih tercampur dengan kepentingan pribadi.

Misalnya saja, bila bisnis yang dikembangkan benar-benar terealisasikan membawa banyak manfaat.

Namun tanpa sadar hati kita disusupi sifat serakah. Tendang sana, tendang sini. Sikut sana, sikut sini.

Kita lupa, niat awal tujuan bisnis untuk kemashlahatan. Mengapa dalam menggapai tujuan tak sesuai tuntunan Agama ?

Itulah sifat alamiah MANUSIA. Saat jatuh, selalu mengingat ALLAH SWT. Saat bergelimang harta, melanggar peraturan ALLAH SWT.

Manusia banyak yang lalai karena kesibukannya saling berlomba meraih dunia.

Ada yang rakus akan kedudukan atau kekuasaan. Ada juga yang saling menyombongkan diri dengan harta dan anaknya.


Mereka barulah berhenti ketika sampai di liang lahat. Padahal semua nikmat kelak akan ditanya.

Sayang manusia hanya mendapat Sir Sir Pong Dele Bolong ! Tumpukan harta hanyalah KOPONG (Tak ada berisi).

Terjebak oleh Bunga Bank. Tak bisa mengendalikan Bunga Bank. Tak mampu mengelola Bunga Bank.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.”

“Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.”

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (Al-Qur’an Surah At-Takatsur Ayat 1-8)

Mari kita renungkan bersama pesan dari Raden Paku alias Prabu Satmata alias Sultan Abdul Faqih alias Raden 'Ainul Yaqin alias Joko Samudro.

Ulama kelahiran Blambangan tahun 1442 yang dikenal dengan nama Sunan Giri Gresik.

Melalui massage (pesan) berupa Tembang Cublak Cublak Suweng, beliau ingin mengingatkan kepada anak-anak yang ingin menjadi pengusaha.

Lagu dolanan anak berupa syair sanepo (lambang) ini, sarat makna dan penuh nilai keutamaan kehidupan.



Cublak-cublak Suweng
Suwenge Teng Gelenter
Mambu Ketundhung Gudel
Pak Empo Lera-lere
Sopo Ngguyu Ndhelikake
Sir-sir Pong Dele Kopong
Sir-sir Pong Dele Kopong
Sir-sir Pong Dele Kopong

Cublak Suweng artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa.

Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.

Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu.

Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan.

Bisnis yang dijalankan tidak mengenal halal dan haram. Yang penting untung, urusan barokah atau tidak, nggak peduli. ZAKAT yang menjadi ranah RUKUN ISLAM malahan terabaikan.

Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Ketika mengalami gagal bayar dan menghadapi Lelang Bank, seperti orang bodoh.

Bahkan mirip orang tua ompong yang kebingungan. Kayak Pak Empo lela lelo, saking bingungnya.

Meskipun assetnya terlihat melimpah. Pabrik dan tanah dimana-mana. Ternyata itu harta palsu.

Bukan HARTA SEJATI. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah menemukan Tempat Harta Sejati.

Dia adalah orang yang tersenyum, sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup. Lantaran menemukan kebahagiaan sejati.

Sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah. Sekalipun mengalami musibah, seluruh asset di-beslah (disita).

Justru ia bersyukur bahwa ALLAH SWT masih memberinya IMAN< ISLAM dan IKHSAN dalam dirinya.

Ia tersadar, seberapapun harta yang dimiliki pada akhirnya juga akan ditinggalkan. Harta hanyalah titipan ALLAH SWT.

Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong.

Maknanya tujuan hidup adalah untuk mencari Cublak-cublak Suweng atau sebuah kebahagiaan sejati.

Maka itu ia rela melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri.

Tersenyum sumeleh. Rendah hati. Tidak meremehkan peraturan ALLAH SWT, berupa RUKUN ISLAM.

Senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir atau hati nuraninya. Mencari kebahagiaan sejati tidak menuruti hawa nafsunya.

Tetapi semuanya kembali ke dalam hati nurani, sehingga harta kebahagiaan itu bisa meluber melimpah menjadi berkah. (bersambung)

---------------------------------

Artikel ini bersambung. BACA SAMBUNGANNYA DISINI

Demikian artikel Serial Melunasi Hutang 3, Antara Harta Sejati dan Harta Palsu, yang Manakah Anda? Kalau dirasa bermanfaat silahkan share. Untuk semua artikel saya Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment