Mar 3, 2018

Serial Melunasi Hutang 2, Diantara Ketakutan akan Kehilangan dan Harapan

Di artikel sebelumnya kita telah menulis tentang Serial Melunasi Hutang, Menangis Karena Hutang atau Karena Allah?. Lanjut ke bagian 2 Serial Melunasi Hutang dengan tema, Diantara Ketakutan akan Kehilangan dan Harapan

Takut dan harap.. Takut sebab kita manusia yang tidak mengetahui masa depan meskipun sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan berharap.. Berharap apa dan kepada siapa?


Kalau kita muslim tentu saja berharap kepada Yang Maha Menggenggam Ruang dan Waktu. Berharap supaya hutang lunas dan hidup sukses bahagia dunia akherat.

Inilah sebenarnya ibadah.. Sebab diantara takut dan harap ada setitik keyakinan. Setitik keyakinan inilah power atau energy yang bernilai ibadah jika disandarkan kepada Allah swt.

Artikel serial melunasi hutang ini dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses


baca ulasan dibawah ini yang saya copas dari teman grup

--------------------------------------------------



#HutangLunas_AwakWaras (2)
NGAPAIN TAKUT, PASTI BISA !

TERKADANG apa yang kita takutkan, tidak seusai dengan kenyataan yang akan terjadi di depan.

Melihat masa depan, ibarat sebuah mimpi. Bisa jadi kenyataan, bisa jadi hanya bayangan.

Semula takut rumah disita Bank. Eehh nggak tahunya malah punya Bank.

Semula takut jabatan diambil orang. Eehh nggak tahunya kariernya makin menjulang.

Semula takut harta melayang. Eehh nggak tahunya sawah ladang makin menjuntang.

Makanya, Ngapain Takut ? Bersama ALLAH SWT Pasti Bisa !

Mengapa bisa demikian ? Bisa jadi, di tengah KETAKUTAN, muncul dorongan HARAPAN yang luar biasa dalam diri kita.

Harapan untuk berjuang. Harapan untuk menyelesaikan hutang. Harapan untuk menjadi pemenang.

Ketika Takut atau Khauf dan Roja atau Harapan, kembali mengingat kebesaran ALLAH SWT semata, itulah ibadah yang sangat agung.

Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya.

Bagaimana tidak, sebab dengan Khauf, akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan.

Sementara Roja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya 'Azza wa Jalla.

Pendek kata dengan Khauf dan Roja` seorang mukmin adalah akan selalu ingat bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya.

Dengan demikia seseorang akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan.

Musibah apapun yang menimpa diri kita, merupakan bentuk kasih sayang ALLAH SWT agar setiap hamba kembali mengingat-NYA.

Entah mengalami gagal bayar hutang, jabatan melayang, atau harta menghilang.

Justru, kita diingatkan oleh ALLAH SWT agar kembali mendekat kepada-NYA.

Mungkin selama ini, ketika kita sukses membangun bisnis seringkali lupa bahwa semua itu lantaran kebesaran ALLAH SWT. Bukan atas kehebatan diri kita.

Ingatlah, bahwa unsur materi-materi di luar, selain ALLAH SWT, tidak ada yang memberikan cinta tulus dan sejati kepada diri kita.

Perbankan itu ibarat gadis cantik yang memiliki sifat materialistik. Ada Uang Abang Kusayang, Tak Ada Uang Abang Kutendang.

Ketika posisi kredit di bank kolektibilitasnya (Call 1) lancar, maka Bank akan selalu sayang kepada Debitur.



Sebaliknya, ketika gagal bayar, siap-siaplah ditendang. Itulah sistem Perbankan.

Berbeda dengan ALLAH SWT, Pemilik Bank Dunia dan Langit. Saat kita mengalami kesempitan akan selalu ditolong.

Meskipun tak terhitung kita selalu mengkhianati ALLAH SWT. Pemilik Jagad Raya ini selalu memaafkan hambanya yang TAUBAT.

"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut (Khauf) akan (adzab) ALLAH SWT, Tuhan mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat ALLAH, Tuhan mereka.”

“Dan bagi orang-orang yang tidak menyekutukan ALLAH SWT dengan sesuatu apapun.”

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada ALLAH SWT.”

“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." (Al-Qur’an Surah Al-Mukminun Ayat 57 -61)

Sayidatuna ‘Aisyah ra pernah bertanya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, “Ya Rasulullah SAW, apakah mereka itu orang-orang yang meminum khamr, berzina, dan mencuri ?”

Rosulullah SAW menjawab, "Bukan ! Wahai putri Ash-Shiddiq. Justru mereka adalah orang-orang yang melakukan Shoum, Sholat, dan Bershodaqah, dan mereka khawatir tidak akan diterima amalannya ?”

“Mereka itulah orang-orang yang bergegas dalam kebaikan." (Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi dari 'Sayidatuna Aisyah ra)

"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas." (Al-Qur’an Surah Al-Anbiya' Ayat 90)

"Sesungguhnya mereka itu tidak lain syaitan-syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy).”

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Al-Qur’an Surah Ali Imran Ayat 175)

Apabila Khauf kepada ALLAH SWT berkurang dalam diri seorang hamba, maka ini sebagai tanda mulai berkurangnya pengetahuan dirinya terhadap Rabb-nya.

Sebab orang yang paling tahu tentang ALLAH SWT adalah orang yang paling takut kepada-Nya.

Rasa Khauf akan muncul dengan sebab beberapa hal, di antaranya pengetahuan seorang hamba akan pelanggarannya.

Termasuk dosa-dosa yang telah dilakukan selama ini. Serta termasuk juga kejelekan-kejelekannya.

Kemudian pembenarannya akan ancaman ALLAH SWT, bahwa Dzat yanga Maha Agung akan menyiapkan siksa atas segala kemaksiatan.

Selain mengetahui akan adanya kemungkinan penghalang antara dirinya dan taubatnya. (bersambung)

--------------------------------------------

Artikel ini bersambung, BACA SAMBUNGANNYA DISINI

Mantap sekali tulisan diatas. Semoga kita bisa memahami makna dan substansinya.

Demikian artikel Serial Melunasi Hutang 2, Diantara Ketakutan akan Kehilangan dan Harapan. Jikalau dirasa bermanfaat silahkan share. Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment