Mar 27, 2018

Pola Pertolongan Allah Bagian 2, Keajaiban DOA

Silahkan dibaca dulu Pola Pertolongan Allah Bagian 1 Jangan Fokus Kepada Solusi DISINI. Lanjut ke Pola Pertolongan Allah Bagian 2, Keajaiban DOA. Materi ini saya ambil dari kuliah online Reza Novary.

Silahkan dibaca dan share kalau dirasa bermanfaat


--------------------------------------------'

Pola Pertolongan Allah Bagian 2, Keajaiban DOA



Sadar ga sih... Kalo sebenernya kawan-kawan ini sekarang sedang diperhatikan Allah, sedang dilihat Allah?

Bahwa kawan kawan Demi Allah dipilih oleh Allah

Jujur, masih banyak yang belom dapet hidayah seperti ini. Masih banyak yang belom bisa merasakan nikmat Tauhid ini.

Tapi beda dengan kawan sekalian, yang insyaa Allah nantinya pola ini akan membantu kawan-kawan lebih deket lagi ke Allah.

Kalopun nanti ada kemudahan, ada rezeki, ada kebahagiaan... Itu semata-mata Bonus dari Allah.

Yang terpenting dari PPA ini adalah kita yakin bahwa Allah itu ada. Kita semakin yakini, kita rasakan dan kita sadari bahwa Allah melihat kita.

(Moga2 jemari ini jadi saksi niat baik saya di Yaumil akhir kelak. Aamiin....)

Ada ribuan Kuliah-WA yang beredar di FB saat ini, tapi kenapa anda tergerak untuk masuk sini?

Jawabannya cuma satu, yaitu... Karena Allah izinkan kawan-kawan terhubung ke sini. Allah, Allah, Allah, dan hanya Allah!

Semua itu karena Allah yang menggerakanya.

Insyaa Allah kawan-kawan adalah orang yang terpilih dari 5000-an list pertemanan saya di FB.
Siapa tau, ini cara Allah berbicara pada kita agar saya dan kawan-kawan berusaha dekat padaNya untuk menghadirkan solusi.

Siapa tau group ini menjadi sebagai salah satu cara Allah berbicara pada kawan-kawan, dan dari sini pula Allah mulai menunjukan solusiNya untuk kita mengatasi permasalahan yang dihadapi.

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sayangi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendakiNya dan Allah lebih men getahui orang orang yang mau menerima petunjuk" (Qs -Al Qashash:56)

Saya juga ga akan bisa memberi petunjuk kepada kawan-kawan, sebagus apapun saya menulis. Kecuali Allah kehendaki.

Dulu, ketika di awal-awal waktu saya mengadakan Kuliah¬WA, saya tuh berkeras memikirkan... gimana saya bisa memahamkan para anggota group?

Padahal...?

Saya lupa... Yang bisa memahamkan itu hanya Allah. HANYA ALLAH.

Bagi yang punya group online maupun organisasi, jangan pernah sedikitpun terbersit di hati kalian bahwa kalianlah yang ngajarin dan kalianlah yang memberi ilmu ke mereka yang tergabung di grup/ organisasi tersebut.

Sebelum menyampaikan dan menpelajari materi, izin dulu ke Allah, minta dimudahkan agar apa yang teman-teman

sampaikan ke reseller, ke klien, ke keluarga, ke calon partner, ke orang tua dan bahkan ke calon mertua, bisa dipahami oleh mereka sehingga maksud kita tersampaikan.

Paham ya???

Ketika Kita keukeuh bahwa Kita yang bisa menyadarkan mereka, kita gregetan bahwa kita yang bisa memberi penjelasan pada mereka, yakin deh... 100% pesannya ga akan sampai!

Kita terlalu sering membicarakan-Nya, tapi jarang berbicara padaNya.



Mengenai judul yang satu ini, saya mulai dengan satu pertanyaan:

Di sini kalo misal saya tanya, siapa yang mau umroh? Saya yakin, rata-rata pasti akan tunjuk tangan.
Betul, ga?

Atau gini deh, misalnya saya pulang ke rumah dengan membawa dua Coklat di tangan saya. Terus... Pada saat sampe rumah, saya ngeliat anak saya dua-duanya lagi main PS.

Ketika sampe depan rumah, Saya teriak; "siapa yg mau coklat?"

Anak satu segera lari meninggalkan PS-nya (padahal lagi seru) kemudian menghampiri saya.

Sedangkan anak yang satu lagi, sambil tetap main PS cuma berkata... "mauuu. Taro aja coklatnya di meja."

Nah, kira-kira saya lebih sreg ngasih ke siapa? Ke anak yang mana? Ke anak yang berlari mendekat ke saya, ataukah ke anak yang bilang "mau" tapi tetep duduk asik main PS tadi?

Pastinya saya lebih memilih memberi Coklat pada anak yang antusias, kan?

Betul, ya?

Kawan kawan yg saya cintai karena Allah. Jangan-jangan... Doa kita selama ini seperti itu? Kita berdoa antara butuh ga butu h?

Sekarang... Yang tadi tunjuk tangan mau umroh, coba saya tanya; "Apakah teman-teman berdoa dengan antusias minta umroh setiap sholat? Ataukah cuma pengen aja tapi gak didasari niat?"

Banyak loh di private class PPA, yang pelatihanya aja belum selesai tapi doanya sudah dikabulkan.
Saya paling inget yang ini... Ada seorang akhwat yang ingin banget punya laptop. Ketika training, beliau hanya fokus antusias berdoa minta laptop.

Dan?

Maasyaa Allaah...

Ga lama kemudian, hapenya bunyi.

Tau ga teman teman apa isi pesan di hapenya? Iya, beliau mendapatkan laptop GRATIS!

Bagi Allah mudah banget mengabulkan segala keinginan kawan-kawan saat ini.

Mau meminta apapun, jika kitanya pantas menerima, saat itu juga pasti bisa!

Jangan pernah su'uz zhon (buruk sangka) terhadap doa yang dipanjatkan.

Bisa jadi ketika kawan-kawan minta umroh saat ini, pada dasarnya pengabulan Allah itu sudah bekerja.

Sekedar contoh:

Misal saya berdoa... Saya pengen banget PUNYA MOBIL!

Bisa jadi pada saat ini kita berdoa, mobilnya sendiri saat ini sedang berproses menuju kita. Semisal baru dibuat bannya, terus dirakit, lalu dianter ke sebuah showroom dan seterusnya.

Dan pada akhirnya... Kita dipertemukan dengan orang yang ternyata penjual mobil yang menghampiri dan menawarkan mobilnya pada kita.

Bisa dipahami ya?

Atau saya kasih contoh lagi, gini misalnya... Suatu malam, temen-temen laperrr! Ga kebayang mau makan apa?

Eeeh, pas lagi bingung... Tiba-tiba ada yang datang ngaterin nasi kotak! Alhamdulillaah, kan?

Sayangnya, terkadang dengan hal yang sekecil itu manusia merasa biasa saja dan ga bersyukur!

Berpikiran bahwa nasi kotak tersebut sampe ke kita karena kebetulan aja.

Astaghfirullaahal 'azhiim...

Padahal mah itu jaminan Allah akan rezeki kita.

Kalo kita bersyukur, bisa jadi ke depannya ketika kita baru memikirkan sedikit sesuatu yang lebih besar tiba-tiba Allah langsung hadirkan di depan kita.

Maasyaa Allah...

Sebenernya Allah tuh kalo mau bantu kita, misal melunasi hutang, maka jesss... Dengan sekejap mata, bisa loh. Tapi terkadang pikiran kita yang "menolaknya."

Sekali lagi...

Dalam belajar Tauhid PPA, yang kita perlukan hanya keyakinan. Titik!

Terus ga usah ikhtiar gitu, mas Reza?

Bukan gitu juga, tapi lebih ke... Gimana memfokuskan pikiran kita bahwa apapun yang kita usahakan hasilnya hanya Allah yang menentukan.

Balik lagi ke adab berdoa...

Berapa banyak dari kita yang hanya kenal Allah, tapi tidak memahami Allah?

Seakan akan ga yakin.

Berdoa terburu- buru, seakan-akan doa itu cuma basa-basi.

Berapa banyak yang dzikir astaghfirullaahal 'adziim diubah menjadi astajim astajim astajim?

Astaghfirullaahal 'azhiim...

Kalo kayak gitu, gimana kita mau mendapatkan miracle?

Seberapa banyak dari kita yang berdoa, tapi masih saja dikurangi dengan berpikir bahwa rezeki itu dari bos?

Seberapa banyak dari kita yang berdoa ingin bahagia, tetapi malah menyakini bahwa bahagia itu bila bisa beli ini beli itu.

Fokus ke Allah kawan-kawan, kuatlah fokus ke Allah. Mungkin saat ini kawan-kawan masih bingung? Silahkan berdoa... Mohon padaNya agar dipahamkan.

Saya juga berdoa... Semoga Allah memahamkan saya pada isi materi ini. Semoga Allah menganugerahkan pada kita miracle melalui wasilah tulisan saya ini (Aamiin Allahumma Aa mi in)
Silahkan berdoa ya, kawan-kawan. Minta pada Allah.

Pernah denger kan, Allah itu malu jika hambanya sudah mengangkat tangan dan berdoa sampai tanganya turun tapi Allah ga ngabulin?

Ya begitulah kawan-kawan.

Allah itu maha mengabulkan, tapi syaratnya kita harus tau adab berdoa.

Contoh;

Misal Anda datang menemui seorang presiden, dengan tujuan mau minta tolong agar di kampung Anda dibangun sebuah jembatan, oleh karena jembatan yang ada sudah mulai keropos cenderung rusak.

Kira-kira, cara kita menghadapinya gimana?

Baju biasa aja, atau baju terbaik?

Ngomongnya santun beraturan, ataukah buru- buru?

Proposalnya dibacain pelan-pelan, atau sekedar dibaca sekilas saja?

Apakah langsung datang dan langsung ngomong dengan nada buru-buru; "Pak tolong bantuin kampung saya bikin jembatan!"

Kalo yang Anda katakan dan lalukan terburu-buru kayak gitu, pastinya tau sendiri ya... Kira-kira permohonan pembangunan jembatan yang kita ajukan, akan dikabulkan atau tidak?

Mulai sekarang, yuk perbaiki doa kita!

Awali dengan pujian-pujian, suarakan dengan lembut dan pelan, berusaha sepenuh hati merendah serendah-rendahnya oleh karena kita sadar hanya Allah yang bisa menolong kita.

Ajak hati ketika berdoa, usahakan menangis mengakui dosa dan kesalahan, menunjukan diri kita lemah di hadapanNya.

Jangan sampai kita menangis ketika berdoa hanya di saat kita justru sudah mulai putus asa. Karena... Menangis di saat meminta, dan menangis di saat kita sudah kalah/mentok itu... Rasanya beda!

Berdoalah seperti curhat. Bayangkan dan rasakan Allah melihat kita. Bayangkan dan rasakan bahwa Allah dekat, sangat dekat, dekat sekali dengan kita!

Rasakan ketika kita berdoa dan kita merasakan "jatuh hati pada Allah", nikmat sekali kawan-kawan, nikmat!

Yuk, perbaiki dulu doa kita. Mulai hari ini sampai akhir hayat nanti kita berjanji akan sepenuh hati jika berdoa pada Allah.

Si la h ka n....

Al ha md u li lla h...

Sesi malam ini kita akhiri dulu ya.

Masih banyak banget yang perlu kita pahami bersama.

Ini belom masuk ke polanya, jadi harap bersabar. Karena materi sebelum pola adalah pondasi dasar agar ketika praktek pola sebenarnya. Supaya hati ini lebih siap dan lebih percaya akan adanya keajaiban.

Kalo ga mau dapet keajaiban dan lebih suka kerja keras, monggo ga dipaksa.

Insyaa Allah dilanjut besok.

Barangkali ada yang mau bertanya, silahkan. Kalo saya bisa, saya jawab. Kalo ga bisa, saya tanya dulu sama yang lebih ahli. Syukron. Wasalammu 'alaikum warahmatullaahi wa ba ra katu h.

------------------------------

BACA SAMBUNGAN BAGIAN 3 DISINI

Demikian Pola Pertolongan Allah Bagian 2, Keajaiban DOA. Semoga bermanfaat.

Wallahu A'lam

Salam
EAB






Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment