Mar 12, 2018

Mental Orang Miskin Memilih Membeli dari Orang Lain daripada Keluarga

Ditempat saya nih.. Tempat saya lho ya? Kalau ada barang yang lebih murah 500 perak, maka orang ditempat saya lebih memilih membelinya. Dan ini wajar dong? Sebab lebih murah.

Ketika tetangga kita jualan lebih mahal 500 rupiah kita rela menuju warung yang lain meskipun jaraknya jauh. Meskipun harus stater motor. Padahal berapa bensin yang habis bolak-balik? Berapa waktu yang terbuang?


Mental Orang Miskin Memilih Membeli dari Orang Lain daripada Keluarga atau tetangga dekatnya.

Tetangga macam apa sih kamu hahh?

Ceritanya agak baper nih.. Hehe. Sebab dulu saya pernah jadi semi agen. Gara2 lebih mahal dikit, tetangga pada milih beli keluar. Padahal tetangga lho? Kalau ada apa-apa emangnya pemilik warung yang jauh di sono yang pertama kali bantu?

Jelas tidak

Yang pertama kali bantu adalah tetangga kita.




Tapi itu dulu saat saya buka semi agen. Kalau sekarang warga ditempat saya udah kompak. Jangankan lebih mahal 500 rupiah, lebih mahal 5.000 rupiahpun tetap beli ke tetangga. Meski sekali-sekali karena gak enak.. heheheheheh

Ah sudahlah

Baca artikel dibawah ini ya?

Artikel dari sahabat

----------------------------------------------

♡Jack Ma: Kalau Disuruh Memilih, Anda Akan Membeli Barang Dari "Teman Dekat, Keluarga, atau Orang Asing?" Singkat Tapi Dijamin Bakal Bikin Pikiranmu Terbuka!

Seseorang ingin membeli ban dan ia mendapatkan beberapa informasi harga:
  • Harga teman dekat:850 dolar 
  • Harga keluarga: 830 dolar 
  • Harga orang asing: 780 dolar 

Kalau kalian jadi orang itu, kalian akan beli ban dari orang mana?

Akhirnya orang itu memilh membeli ban dari orang asing dengan harga 780 dolar

Padahal orang itu tidak tahu bahwa teman dekatnya cuma ambil untung 20 dolar.

Bahkan keluarganya tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil.

Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 580 dolar!

Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu.  Itu bukan karena barangnya palsu, melainkan kamunya saja yang terlalu serakah.

Bukan karena kenalan dekatmu mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buatmu.



Mungkin Anda sudah sering mendengar nasihat dari Jack Ma (CEO Alibaba) berikut:
"Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa-pun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir, Anda sedang mencari untung dari uang mereka. Dan semurah apapun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak akan menghargainya."
Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu, dan tenaga Anda. Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka.

Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya? Bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia?

Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.

Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya? Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung bussiness associate mereka, menjaga kepentingan satu sama lain, maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi.

Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda. Dan lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.

Sederhananya, kamu akan mulai menjadi kaya ketika kamu memahaminya

-------------------------------------------

Naah sekarang sobat harus mulai berubah. Beli dari tetangga anda meski agak mahalan dikit. Bukan masalah mahal atau tidak mahal tapi lebih kepada mendukung perjuangan ekonomi tetangga kita.

Demikian artikel "Mental Orang Miskin Memilih Membeli dari Orang Lain daripada Keluarga" siapa tahu ada manfaatnya





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment