Mar 6, 2018

Menikmati Apa yang Kita Benci Itulah Kunci Kerukunan dan Kebahagiaan

Belajar menerima kesalahan orang lain. Atau belajar menikmati sesuatu yang tidak suka. Atau menikmati pemberian orang lain padahal kita tidak suka. Ini bukan sesuatu yang mudah. Bukan hanya teori namun butuh pembuktian.

Entah sudah berapa banyak kata2 bijak, dan atau orang2 bijak yang menulis. Dan selalu menulis kata2 bijak.


Paling tidak bisa menjadi sumber pengetahuan kita. Namun yang paling penting adalah membuktikan diri bahwa kita adalah orang yang tenggang rasa, tepo sliro.

Menikmati Apa yang Kita Benci Itulah Kunci Kerukunan dan Kebahgiaan. Sekali lagi tenggang rasa dan tepo sliro

Belajar menerima perbedaan sebagai sebuha rahmat. Bahkan menikmati perbedaan tersebut. Belajar menerima sesuatu yang tidak kita suka dan menikmatinya

Contoh kecil

Anak anda atau istri anda makan nasi sama ayam, namun tidak habis. Cobalah memakan sisa2 anakmu. Sebab mubazir kalau tidak dihabiskan.

Istrimu memasak masakan yang tidak enak. Cobalah memakannya dan pujilah masakannya.

Sekali lagi belajarlah menelan apa2 yang tidak suka, belajar menerima perbedaan dan menikmatinya. Insya Allah kerukunan akan selalu terjaga.

Cobalah dari lingkungan keluarga dulu sebelum keluar.

Ada tulisa bagus nih dari sahabat yang barangkali anda pernah membacanya. Saya share ulang supaya kita semua mendapatkan manfaatnya. Baca ya?



----------------------------------

TELUR DADAR GOSONG

Setiap hari, ibu selalu menyediakan kami  sarapan dan makan malam.

Suatu malam,  ibu menghidangkan masakan sayur lodeh dan telur dadar yg gosong di depan meja ayah.

Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah dari sajian ibu.

Ternyata yg dilakukan ayah adalah menyantap makanan yg disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tdk ingat apa yg dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya  menikmati lauk telor dadar yg gosong.

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah krn telor dadar yg gosong itu.

Satu hal yg tdk pernah saya lupakan adalah apa yg ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka telor dadar yg gosong”.

Sebelum tidur, saya pergi utk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar² menyukai telor dadar gosong?

Ayah memeluk saya erat dg kedua lengannya yg kekar dan berkata, “Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar² lelah.

Jadi dg memakan telor dadar gosong tdk akan menyakiti siapapun".

Tahukah kamu nak, yg menyakiti hati seseorang itu adalah

KATA KATA KASAR,...!!!

Lalu ayah melanjutkan, "kamu tahu, hidup itu penuh dg hal² dan orang² yg tdk sempurna"

Ayah juga bukan orang yg terbaik dlm segala hal.

Dg demikian yg ayah lakukan adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih utk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting utk mewujudkan hubungan yg sehat dan harmonis.

Hidup ini terlalu pendek utk diisi dg penyesalan dan kebencian.

Cintai mereka yg memperlakukanmu dg baik dan sayangi yg lainnya...".

Ingatlah pada pepatah, Jika kamu tdk memiliki apa yg kamu sukai, maka sukailah apa yg kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....

Jalani hidup ini dg keinsafan nurani.

Jangan terlalu perhitungan.

Jangan hanya mau menang sεndiri.

Jangan suka menyakiti sesama

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

Belajarlah, lepaskan beban  hidup dg ceria.

Tak ada yg tak bisa diikhlaskan....

Tak ada sakit hati yg tak bisa dimaafkan...

Tak ada dendam yg tak bisa terhapus...

Sahabat dan saudaraku....

Sudahkah kita bersyukur ?

Tetap semangat-tetap sabar-tetap tersenyum,....

Semoga kita jadi orang  yg berqualitas. Hari ini .. Besok.. Lusa dst...Penuh dng Senyum Kegembiraan. Sukses  Lancar dlm segala .Aamiin..

----------------------------------------

Demikian artikel "Menikmati Apa yang Kita Benci Itulah Kunci Kerukunan dan Kebahgiaan' Smeoga bermanfaat. Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment