Mar 2, 2018

Mengobati Bells Palsy atau Belpasi dengan Uap Air dan Mecobalamin 500, Testimoni 1

Apa itu bells palsy atau belpasi? Belpasi adalah muka mencong karena ada gangguan syaraf dibagian wajah. Bagi teman yang terkena bells palsy wajah sebelah tidak bisa digerakkan alias lumpuh. Lalu bagaimana mengobatinya?

Sebelumnya sobat bisa baca artikel saya Terapi Rahasia Menyembuhkan Bell Palsy/ Muka Mencong DISINI

Seperti apakah bentuk bells palsy? Kurang lebih seperti gambar dibawah ini



Saya pernah menderita bells palsy atau muka mencong beberapa tahun yang lalu. Setelah bangun tidur lalu mandi, kok mata ini pedes banget? Kok mata tidak bisa dipejamkan? Selepas mandi saya terkejut bukan main sebab wajah sudah mencong.

Mata juga tidak bisa dipejamkan. Wajah sebelah tidak bisa digerakkan. Saya pikir saya kena stroke\, makanya deg2an. Segera saya buka2 google dan baru tahu kalau ini adalah belpasi.

Secepatnya pula saya cari sumber sana sini bagaimana menyembuhkan belpasi Alhamdulillah sembuh total dalam 10 hari.

Bagaimanakah caranya?

Sebelum saya cerita baca ilmu seputar belpasi sbb



-----------------------------------

Menurut web alodokter ditulis sbb

Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang yang bersifat sementara. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat “melorot”. Meski belum diketahui penyebab pastinya, Bell’s palsy lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV.

Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak kepada indera perasa dan cara tubuh Anda menghasilkan air mata dan ludah. Bell’s palsy datang secara tiba-tiba dan umumnya kondisi ini akan membaik dalam hitungan minggu.

Pada kebanyakan kasus Bell’s palsy, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah bisa pulih sepenuhnya. Jika Anda mengalami kelumpuhan di salah satu sisi wajah, segera temui dokter untuk memahami kondisi yang terjadi sekaligus mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Gejala Bell’s Palsy

Bell’s palsy memiliki gejala yang berbeda-beda pada sebagian orang. Kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah bisa dijelaskan sebagai kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) atau sebagai kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali). Mulut serta kelopak mata juga akan terpengaruh akibat Bell’s palsy, kedua bagian ini akan kesulitan untuk dibuka dan ditutup.

Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Kondisi ini tidak berdampak kepada kinerja otak atau bagian tubuh lainnya. Apabila kelumpuhan di salah satu sisi wajah Anda disertai dengan kelumpuhan atau kelemahan pada bagian tubuh lain, segera periksakan ke dokter.

Penyebab Terjadinya Bell’s Palsy

Bell’s palsy terjadi saat persarafan yang mengontrol otot-otot di wajah teriritasi atau tertekan. Penyebab iritasi saraf ini masih belum diketahui secara jelas, namun beberapa jenis infeksi virus diduga menjadi penyebab kondisi ini, antara lain: virus herpes simpleks (HSV), virus varicella-zoster, virus epstein barr, cytomegalovirus, penyakit sifilis, dan penyakit Lyme.
Diagnosis Bell’s Palsy

Untuk memastikan diagnosis Bell’s palsy, dokter akan menanyakan riwayat gejala yang Anda alami. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui fungsi saraf wajah. Apabila gejala yang dialami tidak jelas, Anda mungkin disarankan untuk melakukan beberapa tes, seperti elektromiografi, MRI, atau CT scan.

Mengobati Bell’s Palsy

Untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada saraf wajah, prednisolone atau prednison (kelompok obat kortikosteroid) bisa digunakan. Sedangkan untuk mencegah munculnya masalah pada mata yang tidak bisa menutup, Anda mungkin memerlukan obat tetes mata. Sedangkan untuk menutup mata, Anda membutuhkan isolasi.

Bell’s palsy bisa kembali pulih sepenuhnya pada 70 persen pasien yang mengalaminya. Pada sebagian besar orang yang menderita Bell’s palsy, gejala mulai membaik setelah dua atau tiga minggu. Tapi untuk bisa pulih sepenuhnya akan membutuhkan sekitar sembilan bulan. Lama masa pemulihan tergantung pada tingkat kerusakan saraf yang diderita.

Komplikasi Bell’s Palsy

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat Bell’s palsy:
  • Gangguan pada mata.
  • Kesulitan makan, minum, dan bicara.
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot secara terus-menerus.
  • Otot wajah berkedut.
  • Kemampuan indera perasa menurun.

Khususnya pada Bell’s palsy yang terkait dengan faktor keturunan, ada kemungkinan kondisi ini akan terulang kembali di masa mendatang.

Jika ada seseorang mengalami kelumpuhan wajah secara tiba-tiba, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit bagian IGD yang terdekat. Menurut studi, pengobatan Bell’s palsy akan sangat efektif jika dilakukan dalam 3 hari pertama setelah gejala awal muncul.

Meski tanpa pengobatan khusus, biasanya kasus Bell’s palsy dapat kembali pulih sepenuhnya. Pengobatan yang dilakukan biasanya diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah munculnya komplikasi akibat Bell’s palsy.

Penanganan pada Bell’s Palsy



Bagaimana pengobatan menurut ilmu medis? Menurut alodokter ditulis sbb

Berikut ini beberapa pengobatan dan penanganan yang dilakukan untuk Bell’s palsy.
Prednisolone. Obat ini sangat disarankan sebagai pengobatan Bell’s palsy yang paling efektif. Sebaiknya obat ini diberikan 72 jam sejak gejala awal muncul. Obat ini akan diresepkan selama 10 hari dan dikonsumsi sehari dua kali. Cari tahu lebih banyak tentang prednisolone.

Antivirus. Hingga kini, peran obat-obatan antivirus masih menjadi perdebatan. Namun demikian, dokter mungkin akan meresepkan antivirus atau antivirus yang dikombinasikan dengan prednison pada pasien dengan kelemahan saraf wajah yang cukup parah.

Perawatan mata.
Penderita Bell’s palsy akan kesulitan untuk menutup mata. Hal ini bisa menyebabkan air mata menguap, sehingga mata menjadi lebih kering dan lebih rentan terkena infeksi. Air mata berperan penting untuk melindungi dan menjaga mata bebas dari kotoran dan bakteri. Dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk siang hari dan obat oles mata pada malam hari.

Fisioterapi. Ahli fisioterapi akan mengajari Anda beberapa latihan yang bisa memperkuat otot-otot wajah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dan jangkauan gerakan. Prosedur ini sangat membantu dalam kasus-kasus Bell’s palsy, meski tidak semua orang sesuai dengan prosedur ini.

Suntikan Botox. Khususnya pada penderita Bell’s palsy kronis atau jangka panjang, suntik botox bisa diberikan untuk mengobati wajah yang terpengaruh maupun yang tidak terpengaruh. Suntikan ini berfungsi untuk melemaskan otot wajah yang mengencang atau mengurangi gerakan otot yang tidak diinginkan. Suntikan ini juga berfungsi untuk menyeimbangkan gerakan wajah, mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan saat makan, dan meningkatkan penampilan wajah secara keseluruhan. Suntik botox umumnya perlu diulangi tiap empat bulan sekali.

Operasi plastik. Dokter bedah akan membantu mengatasi kelemahan atau kelumpuhan pada wajah Anda. Meski prosedur operasi tidak bisa mengembalikan fungsi saraf seperti semula, tapi bisa melindungi mata dan memperbaiki penampilan wajah, serta meningkatkan fungsi wajah yang lemah. Prosedur operasi plastik dilakukan untuk memperbaiki fungsi kelopak mata, memperbaiki posisi mulut, membantu dalam bicara, makan, dan minum, serta memperbaiki keseimbangan bentuk wajah.

Pengobatan lainnya. Teknik relaksasi dan akupuntur dikatakan bisa membantu mempercepat pemulihan dari kondisi Bell’s palsy dan mengembalikan fungsi saraf wajah.

------------------------------

Demikian artikel Mengobati Bells Palsy atau Belpasi dengan Uap Air dan Mecobalamin 500, Testimoni 1. Semoga bermanfaat







Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment