Mar 7, 2018

KOMITMEN!! Satu-Satunya Kunci Kesuksesan dan Kebahagiaan

Berikut ini artikel berjudul "KOMITMEN!! Satu-Satunya Kunci Kesuksesan dan Kebahagiaan". Artikel yang saya tulis mengalir apa adanya tanpa revisi. Sebab isinya pengalaman sendiri. Mudah2an bisa dipahami hehe. Cek it dot

Oh iya lupa.. Tulisan ini adalah pemikiran dan pendapat saya. Anda boleh untuk setuju ataupun tidak. Jika setuju yuk lakukan. Gak setuju lupakan

Saat masih kecil dahulu kala saya menilai kebahagiaan adalah ketika kita bersama dengan orang-orang yang membahagiakan. Kesuksesan itu didapat ketika kita bersama dengan orang sukses. Dan saat itu saya berharap bahwa orang tua saya kaya, sukses dan terhormat.

Namun apa yang menjadi bayangan kebahagiaan dan kesuksesan berbanding terbalik. Orang tua saya adalah petani. Beliau tidak punya mobil, hanya sawah sepetak.

Artikel ini terinspirasi dari 9 wasiat adhin busro

Beliau tidak punya status yang tinggi dan dihormati orang lain. Hanya petani biasa seperti tetangga lainnya. Tidak ada yang lebih dari segi status sosial.

Lalu dalam kesendirian saya mulai protes dengan keadaan
  1. Mengapa saya lahir dari orang tua yang tidak kaya
  2. Mengapa wajah saya jelek
  3. Mengapa tidak ada yang menghargai saya
  4. Mengapa dan mengapa lainnya

Perasaan merasa serba kekurangan terus menghantui selama bertahun-tahun yang menyebabkan hidup semakin tertekan. Sampai akhirnya dalam alam bawa sadar saya menyimpulkan
  1. Bahwa saya memang ditakdirkan hidup apa adanya
  2. Bahwa saya memang ditakdirkan berwajah pas-pasan
  3. Bahwa saya memang tidak berhak kaya dan sukses
  4. Bahkan saya tidak layak berbahagia
  5. Saya tidak layak kaya, dan bermakna


Perasaan tertekan ini, dan juga keyakinan alam bawah sadar semakin membuat hidup menjadi berat. Keyakinan bahwa saya tidak layak sukses ternyata benar2 menemukan jalannya.

Hidup menjadi berbanding terbalik dengan khayalan. Dalam hari berteriak "Saya ingin kayaaaaaa". Namun kenyataan sebaliknya


Seiring waktu berjalan, seiring dengan umur yang semakin bertambah, masa remaja, masa muda. Sampai klimaksnya umur 20 sampai 30an.

Karena saya meyakini hidup bakalan susah, maka itulah yang terjadi. Hidup saya susah. Mantan tukang ngamen. Mantan pedagang asongan. Mantan kuli.

karena saya meyakini tidak layak berbahagia maka saya susah bahagia. Yang ada selalu merasa direndahkan. Mudah emosi lalu berkelahi. Bonjrot sana sini, moncrot sana sini. Alhamdulillah sampai sekarang masih hidup.. Aamiin

Karena dalam alam bawah sadar saya meyakini bahwa takdir hidup adalah miskin, maka memang menjadi miskin beneran.

Sehingga hutang mulai muncul. Semakin lama semakin menumpuk. Hidup semakin berat, ditambah hari2 setelah pernikahan. Stress menjadi hidangan disetiap pagi dan petang.

Itu dulu...

Mulai umur 28nan kalau tidak salah paradigma saya berubah. Bahwa kesuksesan itu bukan kepada siapa kita tinggal. Bahwa kebahagiaan itu bukan dipicu oleh materi dan fisik. Kebahagiaan muncul dari dalam jiwa.

Pada saat kondisinya benar2 dibawah barulah saya menyadari bahwa tiada gunanya mengeluh. Tak ada gunanya menangis didepan orang dan meminta belas kasihan. Gak ada gunanya menyalahkan orang lain dan apapun.

Yang bisa merubah hidup kita adalah DIRI KITA SENDIri bukan orang lain.

Yang diperlukan untuk sukses adalah KOMITMEN untuk sukses. Komitmen dan kerja keras. Komitmen untuk mau belajar darimanapun dan kapanpun. Komitmen untuk disiplin dalam segala hal.

KOMITMEN dan KOMITMEN

Saat itu saya jadi ingat ceramah seorang kyai yang pointnya adalah, "Allah tidak akan merubah suatu kaum sehingga kaum itu mau BERUBAH"

Maka mulai saat itulah saya berdiri kembali dengan sebuah komitmen untuk mau berubah. Mencoba tegak kembali meski dengan sisa-sisa kekuatan.
  • Mencoba menerima keadaan apa adanya
  • Mencoba menerima hari itu kelaparan tidak makan
  • Mencoba menerima harus tidur di terminal
  • Mencoba belajar menerima ketika harus diusir dari kontrakan
  • Mencoba belajar menerima ketika harus dipukuli orang

Sebab itu semua SALAHKU bukan salah orang lain apalagi salah orang tua. SALAHKU yang tidak mau bekerja keras dalam sebuah KOMITMEN. Malah suka menyalahkan orang lain, cuaca, keturunan, pendidikan dan semuanya

Yang harus aku lakukan adalah MENERIMA untuk kemudian mencoba menata ulang. Mencoba belajar sesuatu yang dahulu enggan dipelajari, yakni kerasnya kehidupan.

Alhamdulillah karena komitmen
  • Bekerja keras
  • Belajar kapanpun dimanapun
  • Belajar dari pengalaman
  • Menjalin silaturahmi
  • Memperbanyak kenalan



Dan lain2 pelan2 hidup saya berubah. Memang tidak secepat bayangan dalam doa. Sebab ketika berdoa bayangannya esok langsung terkabul. Ternyata tidak demikian.

Komitmen terhadap Tuhan dan diri sendiri ternyata membutuhkan waktu. Butuh proses yang lumayan panjang.

3 tahun setelahnya Alhamdulillah hidup mulai berubah. Hutang sudah lunas. Penghasilan sudah cukup untuk membeli ini dan itu.

5 tahun setelahnya Alhamdulillah keadaan semakin membaik. Perlahan2 kebahagiaan mulai mengalir. Kesyukuran mulai hadir dalam hati. Sebab terbayang masa lalu sampai saat ini. Bahwa segala dinamika kehidupan memiliki sebuah hikmah.

Meskipun tahun ke 6 keadaan minus kembali, zero kembali namun tidak membuat saya berontak. Saya hadapi dengan tegar. KOMITMEN untuk menanggung resiko apapun akibat segala pilihan memicu saya tetap tegar.

Nyatanya hanya butuh setahun saja hidup normal kembali. Bahkan kebahagiaan hadir berlipat2 diiringi dengan kesuksesan yang hadir dari segala sisi dan segala sudut.

membuncah, melimpah dan berkah Insya Allah

------------------------------

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah hidupmu adalah hidupmu bukan hidup orang lain. DIA Yang Maha Besar tidak akan memberikan beban diatas kemampuanmu.

Yang anda perlukan adalah panggul beban itu, jangan minta kepada Yang Maha Besar untuk membuangnya. Panggullah sebab dengannya menjadikan anda semakin kuat dan bertambah kuat.

Hadapi apapun yang ada dan yang hadir saat ini meskipun pahit. Telan meskipun getir. Lalu mulailah BERKOMITMEN untuk merubah nasib diri anda sendiri.

Dan jangan sekali-kali mengeluh. Sebab mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah apapun. jangan malas. Jangan menyandarkan kepada khayalan beralibi doa. Sebab sekarang ini doa banyak dijadikan alibi buat malas-malasan

Buat anda semua
  • Bekerjalah dengan keras jangan loyo. 8 Jam buat tidur sudah lebih dari cukup, sisanya untuk kerja berbingkai doa
  • Jadilah pribadi pembelajar yang haus akan ilmu
  • Jadikan pengalaman hidup sebagai guru yang terbaik. jangan ulang kesalahan kedua kali
  • Jangan pernah mengeluh apalagi putus asa. Maju terus dan ambil resiko apapun jika itu dirasa bisa merubah nasibmu
  • Belajarlah fleksible dalam berteman, tambah kenalan baru

Dan KOMITMENLAH untuk merubah diri anda sendiri. Pastikan setahun yang akan datang akan menjadi pribadi yang benar2 berbeda.

Atau kalau tidak...

10 tahun kedepanpun hidup anda akan sama saja. 

Wallahu A'lam
Salam
Eyang Adhin






Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment