Mar 9, 2018

Belajar Tafakur Alam Belajar dari Burung dan Lebah yang Menakjubkan

Saya suka belajar dari alam. Saya suka menyatu dengan alam sambil mengamati kebesaran Tuhan. Sudah beberapa tahun aktifitas ini saya lakukan sebagai bagian dari muhasabah diri. Tafakur alam.

Saya biasanya melakukan tafakur alam misalnya
  • Ngopi sambil melihat langit
  • Rebahan malam hari melihat bintang2
  • Ke lapangan mengamati hewan dan padang rumput
  • Menyiram bunga sambil mengamati bunga2 yang mekar
  • Dan masih banyak lagi


Saya belajar dari tanaman dan hewan. Belajar dari bunga2 yang sedang mekar. Mencoba menyerap ada pesan apa dibalik bintang.

Atau mencoba mengamati capung dan burung. Mencoba mengamati lebah. Ini disebut tafakur alam. Ada ayatnya khan? Ada yang hapal?

Bisa ditiru kok. Ini bagus buat manajemen hati dan jiwa. Buat menghidupkan hati yang lama mati.. Hehe. Siapa tahu dapat Ilham, dapat cahaya petunjuk. Wiiih keren


Naah ada tulisan sahabat mengenai burung dan lebah nih. Siapa tahu menginspirasi

-------------------------------------------

Saat terbang dengan pesawat, kadang saya berpikir soal teknologi pesawat yang kononnya terinspirasi dari cara terbangnya burung. Saya pun bertanya-tanya, bagaimana dengan kupu-kupu, lalat, atau lebah? Menginspirasi apa?

Seperti yang kita tahu, lebah bisa terbang. Namun, ternyata sayap lebah terlalu kecil untuk mengepak ke atas dan bawah, apalagi untuk mengangkat tubuhnya agar bisa melayang-layang layaknya burung.

Sebaliknya, lebah mengepakkan sayapnya maju-mundur dan membuat 'badai kecil' untuk bisa mengangkat tubuhnya.

Bentuk lebah memang tidak aerodinamis, tetapi ketangguhannya mengendalikan terjangan angin cukup baik, sehingga bisa melayang-layang bahkan terbang.

Professor Srinivasan, Brain Institute di University of Queensland, menemukan bahwa lebah madu tidak bertabrakan ketika terbang di udara saat dia melihat lebah lain memilih jalur kanan atau jalur kiri.



Professor Srinivasan sebelumnya sudah meneliti burung-burung dan menemukan bahwa burung-burung juga tidak bertabrakan di udara. Tapi itu karena mereka semuanya bergerak ke arah kanan. Anehnya lebah, berbelok ke kanan atau ke kiri, namun tetap saja aman dari tabrakan.

Selain itu, lebah pun dapat membedakan antara lubang kecil dan besar, yang mana mereka cenderung memilih lubang yang lebih besar (demi mengurangi potensi bahaya terbentur dan terperangkap), saat terbang sekalipun. Satu lagi. Lebah juga tahu jarak yang terdekat.

Bagi saya, ini menarik. Kalau cara terbangnya burung telah menginspirasi hadirnya teknologi bernama pesawat, saya yakin kelak cara terbangnya lebah akan menginspirasi hadirnya satu penemuan yang hebat. Apalagi kata lebah telah diabadikan sebagai nama surah di Kitab Suci. Tentu ini bukan kebetulan, bukan sembarangan.

Semoga menginspirasi!

---------------------------------

Sekarang ini saya malah sedang mengamati sel. Sel yang selalu membelah diri. Dari satu menjadi 2, sampai menjadi milyaran dan trilyunan. lalu jadilah burung. Jadilah lebah, jadilah tanaman. Dan jadilah manusia.

Bahkan jadilah alam semesta. Subhanallah dah

Nanti kapan2 kita bahas yah?

Demikian artikel Belajar Tafakur Alam Belajar dari Burung dan Lebah yang Menakjubkan. Kalau bermanfaat silahkan share.

Wallaahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment