Feb 14, 2018

Tips Mendidik Anak, Jangan Sering Marahi Anak Akibatnya Bisa Fatal

Buat orang tua yang galak, khususnya bagi kaum ibu2 yang suka memarahi anaknya gara2 hal yang sepele. Marahnya kadang sampai 1 jam.. hehe. ATau marah sebab anaknya nakal, bandel atau malas belajar?

Edisi Jalan2 Refreshing

Pesan saya jangan umbar kemarahanmu kepada anakmu. Darah dagingmu sendiri.

Padahal istri ane sering marahin bocah.. Hehe. Tapi sering saya nasehati kok. Gak baik marah2. Anak lebih berharga dari sekedar susu yang tumpah.

Tips Mendidik Anak, Jangan Sering Marahi Anak Akibatnya Bisa Fatal. Ia bisa jadi pendendam. DI sekolah ia bisa jadi sangata pendiam. Anak bisa memiliki rasa rendah diri.

Kreatifitasnya jadi menurun tajam. Sebab takut kalau melakukan ini dan itu bakalan salah dan dimarahi orang tuanya. Ia jadi bodoh, bebal dan pendendam

Berikut ada tulisan bagus nih



--------------------------------------------

Pesan Ibu Elly Risman Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional

Inilah pesan untuk para Orangtua didalam mendidik anak.

Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ? Beranikah Anda membentaknya sekali saja ? Pasti enggak, kan ?

Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.

Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ?

Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ?

Jiwa anakmu lebih mahal dari susu termahal yang ditumpahkannya.  Jaga lisanmu, duhai orangtua.
Jangan pernah engkau memarahi anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurutmu salah.

Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan. Otaknya belum mempunyai konsep itu.

Jaga Jiwa Anakmu. Lihatlah tatapan mata anakmu yang tidak berdosa itu ketika engkau marah-marah. Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan. Apakah ia mengerti ?

Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan.  setelah engkau pukul dan engkau marahi. Anakmu tetap memelukmu, masih ingin engkau belai. Bukankah inilah tanda si anak memaafkanmu?

Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, otak anakmu akan merekamnya dan akhirnya, cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.

Apa yang akan terjadi selanjutnya, duhai orangtua ? Anakmu akan tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’ dan ia pun akan membencimu sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersamamu.

Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam. Pernahkah engkau saksikan anak-anak yang ‘malas’ *merawat orangtuanya ketika tua ? Jangan salahkan anak-anaknya. Cobalah memahami apa yang sudah dilakukan oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka masih kecil.

Orangtua.., anakmu itu bukan kaset yang bisa kau rekam untuk kata-kata kasarmu. Bersabarlah. Jagalah kata-katamu agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.

Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.

Tapi pernahkan engkau berpikir bahwa kenakalannya mungkin adalah efek rusaknya jiwa anakmu karena kesalahanmu...

Kau pukul & kau cubit anakmu hanya karena melakukan hal-hal sepele. Kau hina dina anakmu hanya karena ia tidak mau melakukan hal-hal yang engkau perintahkan.

Cobalah duduk dan merenungi apa saja yang telah engkau lakukan kepada anakmu. Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?

Anakmu pasti menyadari dan tahu ketika kemarahan itu selalu hadir di depan matanya. Jiwanya pun menjadi memerah bagai bara api. Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik ?

Anak tidak hormat pada orangtua.
Anak menjadi musuh orangtua.
Anak menjadi sumber kekesalan orangtua.
Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.
Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua ?

Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal dari apa pun termahal yang ada di dunia. Jaga lisan dan perlakukanmu kepada anakmu

----------------------------------------

Sekali lagi saran saya terkait Tips Mendidik Anak, Jangan Sering Marahi Anak Akibatnya Bisa Fatal. Tolong catet ya? Anak kita lebih berharga daripada mulut ala comberan kita. Hehe.. Sip?





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment