Feb 10, 2018

Kisah Testimoni Hidup Hancur Karena Riba dan Bagaimana Solusinya

Ada kisah yang inspiratif nih dari Bapak Hafid Soetawijaya yang mana riba telah menghancurkan hidupnya. Namun setelah benar-benar bertaubat, dalam jangka waktu 2 tahun hidupnya membaik.

Kisah ini saya ambil dari komentar di salah satu artikel dengan judul Doa Khusuk, Cara Supaya Hutang Ratusan Juta Lunas. Silahkan yang mau lihat komentar beliau dan juga mau baca artikelnya bisa klik disini


Bagaimana kisahnya lepas dari riba kemudian hidup berubah membaik? Cek it dot

------------------------------------


Nama sy Hafid Soetawidjaya. Jika diijinkan, sy ingin berbagi ilmu ttg bagaimana perjuangan sy bisa lepas dari jeratan riba yang menyesakkan dada.

Pada awal tahun 2010 saya resign dari sebuah perusahaan pelayaran dengan jabatan Manager keuangan. Saya mendirikan perusaahaan Trading Metal dan Baja di daerah dekat Bekasi.

Omzet perusahaan metal dan baja sy diawal berdiri hanya sekitar 500jt-1 M saja. Kemudian mengajukan pinjaman bank senilai 5 M dengan jaminan gudang. Dan menggunakan sistem factoring. Dari sana omset naik sampai bisa mencapai 7 M perbulan pada saat peak performance.

Dalam kondisi puncak saya mempunyai rumah di Bekasi di kawasan elit senilai 2.3 M. Rumah di perumahan sedang berkembang di daerah Bekasi 1 rumah seharga 450 juta. Mobil 2 buah grand livina dan Toyota Rush.

Rumah kos 12 pintu dengan bangunan 2 lantai senilai 600 jutaan.
Tapi saya terjerat utang riba lainnya, cicilan utang pribadi perbulan sekitar 30 jutaan. Sukses yg sy capai, ternyata semu belaka.

Dan benar saja, bisnis bergantung pada utang ternyata sangat berat. Total hutang perusahaan plus denda mencapai nilai 11M. Cicilan perbulan perusahaan rata-rata 1.3 M perbulan sudah termasuk bunga dan dendanya.

Pada kwartal ke 2 tahun 2013 perusahaan mulai mengalami kemerosotan omset dan akhirnya ditutup awal tahun 2014. Setelah penutupan saya meninggalkan banyak utang. Baik utang jaminan, Kartu kredit, KTA dan teman bahkan rentenir dari 2,8 M hingga menjadi 3.46 M hanya karena gali lobang tutup lobang nyesek luar biasa!!

Dalam kekalutan yg luar biasa berat, saya berazam utk taubat riba total di pertengahan 2014, Semua asset dijual dan kami mengontrak. Itupun masih meninggalkan sisa utang hampir 700 juta.

Dalam kondisi tsb, masih ada sedikit sisa uang dari penjualan aset yang saya gunakan untuk ngontrak rumah dan mulai rintis usaha lainnya. Dengan izin Allah dalam tempo 2+ tahun seluruh utang lunas yaitu di akhir tahun 2016.

Dari pengalaman pahit ini saya, dipertemukan dgn banyak orang baik yg bisa sukses membangun usahanya tanpa Riba. Dari mereka lah sy mendapatkan pola pelunasan utang yang Alhamdulillah ilmunya juga bisa dimanfaatkan utk membangun bisnis tanpa riba.

Alhamdulillah, penghasilan bersih bulanan kami jauh lebih baik dari penghasilan kami ketika beriba. Siapa yg bisa menyangka? Kami pun tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini.
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)
Untukmu saudara2 yang masih berjuang bebas dari riba. Selamat berjuang kawan. Never give up. Ingat janji Allah itu pasti. Pasti akan menjadi manis pada akhirnya. Bangkit dari keterpurukan dan ayo berusaha dengan maksimal lagi. Hasilnya serahkan semua pada Allah.
Man jadda wajada...

Demi hidup yang lebih baik lagi maka tinggalkan segala bentuk riba dalam hidup kita.
Update your life

Jogjakarta, 8 februari 2018
https://hafidsoetawijaya.blogspot.co.id/ hafid.soetawidjaya@gmail.com



-------------------------------------

Kisah dan testimoni yang inspiratif dari Pak Hafid. Saya juga ada kisah dan testimoni pribadi yang sudah saya bukukan dalam bentuk ebook. Kalau mau silahkan intip dulu webnya DISINI


HIKMAH DIBALIK KISAH

Begitulah Kisah Testimoni Bapak Hafid Hidup Hancur Karena Riba dan Bagaimana Solusinya. Solusinya adalah berhenti dari riba meskipun harus ngontrak.

Silahkan bagi teman2 yang terjerat hutang riba dimana makin lama makin menggulung segeralah bertaubat. Harapannya mudah2an hidup anda tidak berat lagi. Hidup tenang tanpa riba. Begitu kira-kira

Riba yang dimaksud kisah diatas seperti apa sih?

Yang dimaksud adalah transaksi uang dengan uang yang berbunga-bunga. Itulah riba. Misalnya pinjam uang dibank untuk modal usaha.

Uang dengan uang itu riba. Kalau uang dengan barang bukan riba. Tapi jual beli. Begitulah kurang lebih apa kata Ustadz Abdul Somad LC MA.


SO WHATS NEXT?

Saya bukan ahli fiqih, boro-boro dah.. Makanya saya tidak bisa dan tidak berani membahas tentang riba. Sebab kalau dibahas secara mendetil ternyata membahas riba bukan sebuah tema sederhana. Saya pernah ikut ceramah UYM tentang hal ini ternyata rumit dah.

Pointnya adalah saya menghargai siapa saja yang ingin dan berkomitmen mau lepas dari jeratan hutang bank konvensional. I Appreciate.

Namun saya tidak berani menyalahkan siapapun yang masih punya hubungan dengan Bank Konvensional. Sebab secara system ekonomi negara kita masih menggunakan system perbankan konvensional.

Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa niat HIJRAH adalah sesuatu yang akan membuka jalan kemenangan dan kebahagiaan. Hijrah dari keburukan kepada kebaikan adalah sebuah proses yang endingnya adalah kesuksesan.

Dan kisah diatas sebenarnya adalah tentang HIJRAH. Atau dipaksa hijrah oleh keadaan. Oleh karena itu jangan sampai anda dipaksa hijrah, sebab rasanya sakit bin pedih.

Paling tidak mulailah bertafakur dan berpikir serta berniat untuk HIJRAH. Jangan sampai terbuai oleh kesenangan yang semu, sebab jika kesenangan itu dihasilkan dari perbuatan2 buruk maka itu semua hanya ISTIDRAJ.

Akan ada saatnya kenikmatan itu ditarik berangsur-angsur dan menyakitkan.

Semoga kisah diatas menginspirasi kita semua. Wallaahu A'lam

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment