Feb 27, 2018

Insya Allah atau In Shaa Allah, Mana Yang Benar?

Saya pernah di protes sebab menulis nama gelar Rosulullah Shollallaahu 'alaihi wasallam tidak lengkap. Hanya pakai saw. Atau ketika mengucapkan salam "Assalamualaikum" tidak lengkap. Hanya assalamkm wrwb.

Bahkan di akun Instagramnya Ustadz Yusuf Mansur juga di protes sama followersnya sebab menulis Ass wrwb. Sebab katanya artinya pantat.


Terakhir saya juga di komplain sebab menulis "Insya Allah" bukan InshaaAllah.

"Nggak marah ji?"

Gak. Gak ada waktu marah atau baper. Saya terlalu sibuk untuk mengurusi hal2 kecil dan remeh temeh seperti diatas.., Hhee

"Lalu mana yang benar ji? Insya Allah atau In Shaa Allah?"

Gak tahu saya mas, makanya saya ambil dari statement dan pendapatnya Ust. Felix Siau



----------------------------------------

lebih dari ratusan kali saya ditanya tentang perkara ini, berkaitan dengan penulisan transliterasi bahasa Arab, mudah-mudahan status ini jadi penjelas sebagaimana seharusnya.

pertama-tama, bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arab tersusun dari huruf hijaiyah semisal ا (alif), ب (ba), ت (ta) dan seterusnya.

perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia), misalnya, kata الله dalam bahasa Arab, bila di-transliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung kesepakatan transliterasi

bila orang Indonesia sudah nyaman membaca tulisan الله dengan transliterasi “Allah” ya tidak perlu diganti dengan “Alloh” atau “Awloh”, toh bacanya juga sama walau tulisannya beda

by the way, bahkan kalo orang nulis Allah dengan huruf kecil juga nggak dosa, karena dalam bahasa Arab aslinya الله pun nggak ada huruf besar dan huruf kecil

hanya kembali lagi, karena transliterasi dan penghormatan kepada Dzat Yang Maha Agung, ya sejatinya sudah kita tulis dengan “Allah”

ok, sekarang, Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله hehe..

jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah

jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak

nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,

kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”

masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..

saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia

nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…

karena yang satu ini beda lagi masalahnya
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)

dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Kesimpulannya?

jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya

yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)

إن شاء الله
akhukum @felixsiauw

------------------------------------------

Naah itu dia pendapat Felix Siau tentang perbedaan pendapat dan atau terkait penulisan bahasa arab yang di Indonesiakan.

Demikian artikel Insya Allah atau In Shaa Allah, Mana Yang Benar?. Semoga bermanfaat





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment