Feb 10, 2018

Ilmu Parenting, Cara Mendidik Anak Jaman Now dengan Ilmu Jaman Old

Jaman sekarang beda banget dengan jaman dulu. Apalagi semenjak adanya HP atau gadget. Tiap hari isinya buka2 gagdet. Baik orang tua atau anak sama saja. Makanya perlu ada terobosan didalam mendidik anak. Ilmu parenting jaman now

Kita ingin anak kita tumbuh besar dan berbudi luhur. Oleh karena itu orang tua harus tahu ilmu parenting cara mendidik anak jaman now. Ilmu Parenting, begini Cara Mendidik Anak Jaman Now oleh orang tua jaman old.


Mendidik anak jaman now melalui strategi orang tua jaman old ini saya copas dari artikel ustadz Bendri. Bagaimana caranya? Cek it dot ya?

---------------------------

Orang Tua Zaman Old, Mendidik Anak Zaman Now
Oleh : Ust.  Bendri

Masalah utama pengasuhan di generasi saat ini adalah tidak adanya Ikatan hati (emotional bonding).
Ada hadist : Ikat hati anak sebelum dikasih tau. Kasih tau sebelum kasih tugas.

Problem kidz zaman now :
  • - kecanduan gadjet
  • - ‎narkotika
  • - ‎pergaulan bebas
  • - ‎predator anak
  • - ‎dsb

Kadang kita merasa sudah menjadi ortu jika sudah memberi nasehat. Padahal pengasuhan tdk sekedar memberi nasehat.

Dalam Surat An nahl 78 . Mengenai konsep pengasuhan (proses belajar manusia) :dimulai dari mendengar - melihat - hati nurani.

Allah SWT berfirman:
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl 16: Ayat 78)
Setiap.anak yg waktu kecil jarang mendengar suara orang tuanya, jarang melihat wajah orang tuanya, tidak akan dapat mengikat hati anaknya kelak.

Zaman dulu, tidak ada ilmu parenting, tp banyak yang berhasil mengikat hati anaknya. Kenapa?



Karena dulu, kalo anak menangis, ortu nyanyi, menghibur, memeluk, bawa jalan. Karakter yg terbangun : setiap aku sedih, ada ayah dan bunda yg akan menenangkan. Klo sekarang, anak menangis, dihibur dg upin ipin, baby shark dududu. Karakter yang dibangun, klo anak sedih, dia akan cari gadget utk mengusir kesedihan.

Simpul2 ikatan hati beralih, sehingga anak2 lebih mendengar orang lain atau gadget di bandingkan kedua orangtuanya.

Cara mudah membuat anak mau mendengarkan kita adalah, buat dia jatuh cinta ke kita terlebih dahulu.

Tantangan pengasuhan kidz zaman now, membangun kembali ikatan bathin dengan orang tua!
Sehingga mereka akan merasakan nikmatnya ngobrol dg ortu lebih nikmat dr update status di fb, asyiknya bermain dengan ortu lebih asyik drpd main di hp.

Beberapa efek negatif dr paparan gadget:
  • anak2 tidak sabaran, maunya serba instant. Laper tinggal go food, beli tiket ga perlu antri tinggal go tix. Boleh kita menggunakan fitur tsb ketika benar2 tdk ada waktu atau kepepet. Sehingga anak2 bisa belajar, utk mendapatkan sesuatu perlu usaha. 
  • ‎anak2 gampang menyerah, tidak tangguh.  Tidak suka dg seseorang langsung block nomernya, tidak sependapat langsung unfollow fbnya, masuk sekolah, baru sebulan minta pindah krn hal sepele. Akibatnya karakter yg terbangun : Kalo ada masalah kabur aja.  

Dampaknya nanti akan berpengaruh ke pekerjaan hingga pernikahan.

PT freeport membuka 3000 lap pekerjaan baru dengan menurunkan perayaratan, kalo dulu nyari karyawan yg mau kerja 6bl gampang, sekarang susah.

Dalam hal pernikahan. Gampang jatuh cinta, tp tdk bisa membangun cinta. Data statistik di Indonesia tiap 1 jam ada 40 pasangan bercerai. Nikah itu bukan urusan cinta, tp urusan komitmen.

Ilmu parenting bg ibu :

1. Masak di rumah. Masaklah,  masakan itu memberi pelajaran menghargai proses dan masak menjadikan ibu sosok yg dirindukan. Boleh. Beli di luar atau pesen gofood sesekali aja.

2. Mijit. Pijitan itu memberikan efek rileka dan membuat anak intim sama kita, sehingga bisa terbuka dalam segala hal. Anak2 zaman now : "mama kepo bg sih", menutamakan privacy. Padahal salah satu tanda keberhasilan pengasuhan adalah anak mau bercerita ttg apa saja dg kita. Kita tdk bisa mensterilkan anak, tp melalui curhatan anak, kita bisa mencegah terjadinya hal2 buruk thdp anak.

3. Good listener. Jdlah pendengar yg baik. Tanya apakah penilaian anak thp kita. "mama bawel, papa sibuk" jangan langsung dibantah "mama bawel kan buat kamu, pap sibuk kan buat nyari duit"... Dengarkan karena itu artinya anak merasa kurang dipeluk jiwanya.

Cara mengatur gadget pada anak terutama ABG:

1. ‎Atur lokasi
  • Tidak ada gadget di kamar tidur. Karena akan mengganggu jam tidur anak ketika bunyi wa masuk, notif fb masuk, dll.
  • Kamar mandi terlarang utk gadget. Krn toilet adalah tempat yg paling disukai jin dan syetan.

2. ‎Durasi,  maksimal 3 jam (tv dan gadget)
3. ‎Tentukan aplikasi apa saja yg boleh diinstal, sepakati dengan anak. Jelaskan baik buruknya.
4. ‎Situasi

Beberapa waktu dilarang ada hp :
  • Waktu makan bersama
  • ‎Waktu melayani tamu
  • ‎Waktu beribadah, sholat ke mesjid dan mushala jgn bawa hp. Baca quran boleh pake hp, tp di flight mode, diutamakan menggunakan mushaf
  • ‎Waktu Liburan. Usahakan bermain yg melibatkan aktivitas fisik.

3 waktu yg dijaga agar kita bisa mengikat hati anak :
  • Hadirlah saat anak sedang sedih. Siapa yg bisa hadir saat anak sedih, dia bs merebut jiwanya.
  • ‎Hadirlah saat anak sakit. Jangan cuek anak sakit.
  • ‎hadirlah saat anak unjuk prestasi. Ketika diliat ortu, naiklah harga dirinya.

Mengasuh anak ibarat main layang2. Kita lepaskan dia setinggi2nya, namun ttp kita jaga dengan uluran dan tarikan agar ttp tinggi di langit melawan angin.

Barakallahu fiikum

----------------------------------------

Begitulah cara mendidik anak jaman now, dengan strategi orang tua jaman old. Maksudnya adalah ilmu2 mendidik anak jaman dulu diterapkan dijaman sekarang.

Tujuannya tentu saja supaya pertumbuhan anak bisa bagus baik dari segi fisik maupun piskishnya. Kedepan harapannya anak kita bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Bermanfaat untuk sesama dan semesta alam

Menjadi anak yang berguna untuk bangsa, agama dan negara. Menjadi Investasi orang tuanya kelak ketika orang tua sudah meninggal. Sebab amal jariah anak akan mengalir juga ke orang tua. Wallahu A'lam. Ucapkan Aamiin





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment