Feb 24, 2018

Hidup itu Sawang Sinawang, Jangan Iri Kepada Kesuksesan Orang Lain

Hidup itu bahasa jawanya wang sinawang. Kita melihat hidup orang lain begitu enak, padahal yang ngerasain tidak sebegitunya. Kadang kita melihat rumput tetangga lebih hijau. Padahal hijaunya rumput tetangga tidak seperti yang kita bayangkan.

Wang sinawang. Saling memandang kehidupan satu sama lainnya. Melihat penamakan secara fisik. Padahal seharusnya penampakan psikish lah yang harus kita lihat.


Berapa besar si fulan merasa sabar, merasa bersyukur, ikhlas dll. Itu yang seharusnya kita iri kan. Bukan seberapa kaya, seberapa banyak mobilnya, rumahnya dll. Hidup itu Sawang Sinawang, Jangan Iri Kepada Kesuksesan Orang Lain tapi irilah kepada keikhlasannya.

Berikut ada Meme bahasa jawa penuh hikmah terkait sawang sinawang


Tulisan ini mudah2an bisa membuka mata kita bahwa hidup itu memang sawang sinawang.

--------------------------------------




Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Rupanya dia menutup kekurangannya tanpa perlu berkeluh kesah.

Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Rupanya dia pandai menutup dukanya dengan bersyukur dan redha.

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Rupanya dia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya.

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Rupanya dia berbahagia dengan apa yang dia ada.

Aku melihat hidup jiran tetanggaku sangat beruntung,
Ternyata dia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmat Allah..
Bahawa di satu sudut dunia lain masih ada yang belum beruntung memiliki apa yang aku ada saat ini.

Dan satu hal yang aku ketahui, bahawa Allah tak pernah mengurangkan ketetapan-Nya.
Hanya akulah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi.

Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain.

Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku. Tapi rezekiku tahu dimana diriku berada.

Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku.

Allah menjamin rezekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku.

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja.
Kerana bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran dan gelisah dengan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.

Mereka lupa bahawa hakikat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya.

Siti Hajar berulang alik dari Safa ke Marwah, tapi air Zam-zam muncul dari kaki anaknya, Ismail.

Ikhtiar itu perbuatan. Rezeki itu kejutan.
Dan yang tidak boleh dilupakan, setiap hakikat rezeki akan ditanya kelak, "Dari mana dan digunakan untuk apa"

Kerana rezeki hanyalah "hak pakai", bukan "hak milik"...

Halalnya dihisab dan haramnya diazab.
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain.
Jujur bila berkata,
Hayati bila membaca,
Ikhlas bila menerima...

-------------------------------------

Terakhir ada meme hikmah terkait sawang sinawang. Khusus untuk anda.. Baca ya?


Urip kuwi sawang sinawang, ketoke kere jebule tenan.. Hehehehehe :) Piss

Demikian artikel Hidup itu Sawang Sinawang, Jangan Iri Kepada Kesuksesan Orang Lain tapi irilah kepada keikhlasan orang lain.

Kalau dirasa bermanfaat silahkan share. Wallaahu A'lam




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment