Feb 17, 2018

Harta Tidak Dibawa Mati Ternyata Statement yang Salah

Pernah mendengar statement tak perlu ngoyo cari dunia, sebab harta tidak dibawa mati? Ternyata Harta Tidak Dibawa Mati Ternyata Statement yang Salah. Kok bisa? Bagaimana ceritanya?

Simak kisah berikut ini. Kisah yang barangkali sudah sering anda baca namun masih enak untuk dibaca kembali. Cekit dot


--------------------------

Alkisah

Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.

Seakan dunia telah begitu hina di matanya. Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

"Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman."

"Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan.. hingga seperti haji Usman, bersadaqah terasa ringan"

"Wah", sahut Haji Usman tertawa, "Antum salah alamat !"

"Lho ?"

"Lha iya... kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT SAYANG JG MENCINTAI HARTA SAYA."




"Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki "!!!

"Lho ?"

"Kok lho?? Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI."

"AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA.."

"Saya TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya."

Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu :

"TITIP pada Masjid."
"TITIP pada anak Yatim."
"TITIP pada Fakir miskin."
"TITIP pada Madrasah."
"TITIP pada Pesantren."
'TITIP pada pejuang fii sabilillah."
"TITIP pada Guru2 Agama."
"TITIP pada Karyawan yg rajin Ibadah."
"TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit."

"Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali."

"Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali."

"Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA."

"Saya ingin kekayaan saya itu DAPAT SAYA NIKMATI BERLIPAT-LIPAT di ALAM KUBUR dan di AKHIRAT"

---------------------------------

Jadi..! Siapa bilang harta tdk dibawa mati ?

HARTA ITU DIBAWA MATI !!

Caranya ?

JANGAN BAWA SENDIRI...

Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yg berjuang di jalanNYA dll.
Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain kafan putih saja ketika sy sdh meninggal nanti.

-------------------------------

Naah begitulah kisahnya. Paling tidak jadi pengetahuan kita terlebih dahulu sebelum nanti benar2 melaksanakannya. Sebab secara default manusia itu sayangnya setengah mati dengan materi.

Sayang banget kalau duit harus disedekahkan, diberikan kepada anak yatim dan yang membutuhkan misalnya. Makanya belajar by proses.

Semoga suatu saat nanti kita benar2 membawa harta kita sampai mati.. Dalam bentuk sedekah dan amal kebajikan. Aamiin




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment